Membicarakan tentang Final Fantasy VII tentu tak akan jauh-jauh dari topik tentang siapa gadis terbaik yang paling pantas berada di sisi Cloud. Terlepas dari siapa pasangan Cloud di cerita resminya, setiap penggemar game ini pasti punya favorit sendiri. Apalagi setelah versi remake dirilis, penggambaran setiap karakter jadi semakin nyata dan kita bisa mengenal mereka lebih dekat lagi.
Dulu di era PS1, diskusi biasanya hanya berkisar pada persaingan Tifa lawan Aerith. Namun Final Fantasy VII Remake menghadirkan satu lagi kandidat “waifu” yang sangat mencuri perhatian, yaitu Jessie. Bahkan menurut saya Jessie adalah karakter yang paling menarik dan paling cocok untuk jadi pasangan Cloud.
Mengapa demikian? Alasannya bisa kamu baca di bawah. Artikel ini tidak mengandung spoiler cerita Final Fantasy VII Remake, jadi jangan khawatir membaca. Let the waifu wars begin!
Menerima Cloud Apa Adanya

Hal pertama yang membuat saya mengapresiasi Jessie lebih dari para anggota Avalanche lainnya adalah karena dia satu-satunya orang yang tidak bersikap judgemental pada Cloud. Meskipun Cloud adalah seorang mantan SOLDIER, Jessie tidak curiga Cloud akan berkhianat, juga tidak menganggap Cloud sebagai orang aneh hanya karena dirinya “tentara super”.
BACA JUGA: Game Kontroversial Hatred Masuk Switch, Nintendo Tak Lagi Family-Friendly?
Karena tidak menyimpan praduga, Jessie jadi orang pertama yang menyadari bahwa di balik sikap dinginnya, sebetulnya Cloud baik hati. Cloud peduli pada sesama, pendengar yang baik, sabar, bahkan mau berkorban menolong orang lain tanpa imbalan. Tifa juga mengetahui sifat-sifat ini, tapi itu karena Tifa sudah kenal Cloud sejak masih kanak-kanak.
Ketika Cloud beranjak dewasa, ia mendaftarkan diri menjadi SOLDIER karena ingin menjadi pahlawan. Pada akhirnya Cloud tidak berhasil menjadi pahlawan di medan perang, tapi ia berhasil menjadi pahlawan pribadi bagi Jessie.
Berjiwa Profesional

Walau tidak ahli bela diri seperti Tifa, peran Jessie di Avalanche adalah salah satu yang terpenting. Ia ahli dalam misi-misi penyusupan, hacking, pengumpulan informasi, juga perakitan bom. Jessie selalu melakukan pekerjaannya dengan teliti dan penuh persiapan karena satu kesalahan kecil saja bisa membahayakan nyawa semua temannya.
Semakin kamu mendalami cerita Final Fantasy VII Remake, masa lalu serta latar belakang Jessie akan semakin terkuak, dan kamu akan tahu bahwa sebetulnya Jessie punya cukup banyak masalah personal di luar Avalanche. Namun ia tidak pernah membiarkan urusan perasaannya mengganggu pelaksanaan misi. Sikapnya yang ceriwis kadang mengesankan seolah-olah hidup Jessie sangat santai, padahal dia selalu memikirkan tanggung jawab dengan serius.
Supel dan Humoris

Avalanche adalah organisasi eco-terrorist rahasia yang sangat keras pada pendiriannya dan dimusuhi oleh korporasi raksasa Shinra. Berhubung seluruh Midgar berada di bawah kekuasaan Shinra, Avalanche harus selalu bersikap hati-hati pada orang luar. Termasuk pada orang-orang yang tinggal bertetangga dengan markas Avalanche sendiri.
Keberadaan Jessie di Avalanche menjadi penyeimbang sehingga suasana tidak selalu terasa muram. Selain gaya bicaranya yang ceria, Jessie juga kerap kali melontarkan candaan atau menggoda teman-temannya. Cloud yang dingin pun berkali-kali berhasil dibuat tersenyum, meskipun Cloud sering tidak mau mengakui bahwa dirinya tersenyum gara-gara pengaruh Jessie.
Mau Mengakui Kesalahan

Seteliti dan sehati-hati apa pun Jessie, terkadang ada saja hal tak terduga dalam misi yang membuat perhitungannya meleset. Ketika hal ini terjadi, Jessie tidak malu mengakui bahwa ia melakukan kesalahan, dan ia selalu memikirkan cara agar misi berikutnya berjalan lebih baik. Jessie juga sadar bahwa terkadang dirinya mencoba mencari alasan atau pembenaran akan kesalahan tersebut, namun ia tahu bahwa berdalih saja tidak ada gunanya.
“Aku tidak suka berperan sebagai damsel in distress,” kata Jessie pada Cloud suatu ketika. Ia tidak ingin jadi penghalang bagi Avalanche, sayangnya kemampuan fisiknya yang pas-pasan terkadang membuatnya kesulitan dalam bertarung. Jessie menutup kelemahan di sisi otot itu dengan lebih banyak memaksimalkan otaknya.
Beberapa orang mungkin akan merasa bahwa Jessie agak menyebalkan karena terlalu cerewet. Ia sendiri pun menyadari hal itu. Sebetulnya, alasan mengapa Jessie cerewet adalah untuk menghilangkan rasa gugup yang ia alami ketika menjalankan misi.
Jago Masak

Karakteristik Jessie yang satu ini dulunya tidak kita temui di Final Fantasy VII orisinal. Namun dengan semakin dikembangkannya dunia serta interaksi antar karakter di versi remake, tentu muncul hal-hal baru. Biggs misalnya, ternyata adalah seorang overthinker yang selalu membuat banyak rencana, Wedge adalah penyayang kucing, dan Jessie terkenal sebagai gadis yang ahli memasak.
Menu andalan Jessie yang selalu jadi favorit anggota Avalanche lainnya adalah pizza buatan rumah. Sayangnya kesibukan membuat Jessie jadi tidak bisa memasak setiap hari. Masakan Jessie adalah sesuatu yang selalu ditunggu-tunggu oleh geng Avalanche (terutama Wedge) dan Jessie membuatkan masakan rumahan itu khusus untuk Cloud sebagai tanda terima kasih atas pertolongannya.
Itulah beberapa alasan yang menjadikan Jessie karakter perempuan paling menarik alias “best girl” di Final Fantasy VII Remake. Ia juga memiliki sejumlah peran penting di cerita yang membuatnya terasa lebih menarik lagi, tapi kamu harus memainkan game ini sendiri untuk mengetahui apa saja peran yang saya maksud.
Jessie hanyalah seorang NPC, dan kemungkinan ia tidak akan berperan lagi di Final Fantasy VII Remake episode berikutnya. Jadi kalau kamu juga menggemari karaker ini, nikmatilah masa-masa bersamanya selagi masih bisa. Apakah kamu setuju bahwa best girl di Final Fantasy VII Remake adalah Jessie, atau kamu lebih menyukai Aerith dan Tifa?
