6 Bagian Game Modern yang Bikin Kesal Gamers

Para developer memang wajib melakukan inovasi namun terkadang inovasi yang dilakukan terlalu over sehingga malah membuat pengalaman bermain game sedikit tidak enak.


bagian game

Di dalam game modern, ada sejumlah aspek yang bisa disematkan oleh para developer. Berbekal dengan teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan dulu, para developer seakan bisa bebas menerapkan begitu banyak konsep di dalamnya. Hal ini juga mendorong banyak sekali peningkatan untuk industri game ke depannya.

Namun sayangnya, tidak semua bagian dari game tersebut bisa membuat para gamer senang. Kenyataannya, ada beberapa bagian di dalam game yang justru dianggap kurang tepat sehingga membuat para gamer malas bertemu dengan bagian-bagian tersebut. Lantas ada apa saja? Setidaknya kami sudah mempersiapkan enam bagian game modern yang bisa bikin malas.

Tanpa berlama-lama lagi, berikut adalah ulasan lengkapnya!

1. Mikrotransaksi

beli game

Salah satu bagian yang bikin keki semua gamer di dunia ini. Benar, mikrotransaksi membuat kalian harus mengeluarkan sejumlah mata uang asli untuk sekadar membeli kosmetik sampai membeli hal-hal yang bisa membuat game memungkinkan untuk ditamatkan. Mikrotransaksi tentunya merusak pengalaman bermain game karena jika tidak melakukan ini, para gamer akan sangat susah untuk menyelesaikan game tersebut.

Mikrotransaksi gilanya yang dulu sangat identik dengan game-game multiplayer justru kini merambat ke game single player. Saat ini yang paling sering adalah mikrotransaksi mengenai kostum di dalam game. Bahkan beberapa peneliti sendiri menganggap jika mikrotransaksi yang sudah merambah ke gacha itu sama dengan perjudian.

Dampak dari mikrotransaksi sendiri pun cukup luar biasa. Beberapa bulan yang lalu ada anak yang menghabiskan uang ayahnya untuk membeli gacha di game FIFA.

2. Tutorial yang Terlalu Panjang

Bagian selanjutnya yang bikin kesal di dalam game adalah bahwa ada beberapa game yang punya tutorial sangat panjang. Ya, biasanya tutorial hanya menghabiskan waktu beberapa menit atau paling lama hingga satu jam demi memperkenalkan mekanisme gameplay dari permainan yang ada. Tapi dalam beberapa kasus, ada game yang punya tutorial sangat panjang.

BACA JUGA: Far Cry 6 Resmi Diumumkan! Ini Detail Menarik untuk Diketahui

Game seperti Kingdom Hearts, Bloodborne, Final Fantasy XIII, dan Assassin’s Creed 3 misalnya menawarkan tutorial yang sangat panjang hingga membuat game tersebut sangat membosankan di awal. Bahkan untuk Red Dead Redemption 2, game ini sampai membuat tutorial hingga chapter 3 yang membuat pengalaman memainkannya menjadi sedikit berkurang karena pesan petunjuk penggunaan tombol terus muncul.

Untungnya soal tutorial yang panjang ini tak semua developer mengikuti. Square Enix cukup baik untuk ditiru soal tutorial. Mereka bisa mempersingkat tutorial namun jika gamer membutuhkannya, mereka menyarankan untuk mengaksesnya dengan bagian tertentu di pilihan option.

3. Escort Mission

Escort Mission

Escort mission atau misi mengawal seorang karakter ke suatu titik menjadi hal yang juga cukup dibenci oleh para gamer. Pasalnya, di dalam escort mission ini tantangan yang paling lumrah adalah karakter yang kita kawal sama sekali tidak boleh mati. Dengan begini, kita akan kerepotan jika karakter AI yang dikawal menjadi bulan-bulanan AI musuh.

Game seperti Resident Evil 4 atau Assassin’s Creed merupakan game yang memiliki bagian escort mission di dalamnya. Selain itu kompleksitas dari escort mission ini semakin jadi ketika AI kurang responsif atau sama sekali tidak punya kemampuan untuk bertempur.

Selain lemahnya AI yang kita lindungi, hal mengesalkan selanjutnya adalah kita sering kali disarankan agar tidak terlalu jauh dari para NPC yang kita kawal.

4. Cutscene Tidak Bisa Diskip

Bagian yang cukup membuat kesal ketika memainkan game tentunya adalah jika berhadapan dengan cutscene yang tidak bisa diskip. Ya, kadangkala kita butuh melakukan skip cutscene khususnya ketika game over dan harus mengulangnya kembali. Namun jika tidak bisa diskip dan kita harus mengulang beberapa kali akibat game over, itu jadi salah satu hal yang kurang menyenangkan.

Di forum-forum, soal cutscene tidak bisa diskip ini banyak para gamer yang setuju. Salah satu game yang punya pendekatan ini adalah Pokemon Sun and Moon. Selain itu, game aksi seperti Kingdom Hearts juga menjadi salah satunya. Membuat cutscene tidak bisa diskip mungkin tujuannya agar memberikan pengalaman terbaik untuk melihat visualisasi game.

Tapi bukannya memiliki pengalaman baik, para gamer justru akan sangat bosan dengan hal tersebut.

5. Grinding Gear Score

Mendengar kata grinding, kalian sudah pasti paham bahwa grinding akan mendorong kalian untuk melakukan banyak hal demi melanjutkan progress permainan. Bicara soal grinding, saat ini yang paling umum dan mengesalkan adalah soal grinding gear score. Benar, di sini kita dipaksa untuk mendapatkan item dan equipment yang sesuai dengan level musuh.

Kalian yang belum mencapai titik tertentu untuk menyamai level musuh dari sisi gear, bakal susah untuk melanjutkan progress. Hal ini sekarang sudah menjadi budaya di game-game terbaru Ubisoft seperti Assassin’s Creed misalnya.

Yang menyedihkan adalah kini Far Cry juga ikut-ikutan melakukan hal serupa. Far Cry New Dawn memaksa kita untuk mengumpulkan gear dengan tingkat yang lebih tinggi dari musuh agar mudah menyelesaikan misi.

Yang paling tidak enak tentu saja untuk mendapatkan berbagai item dan equipment menarik, gamer harus mendapatkan cukup uang, material, atau hal apapun yang mendapatkannya harus melakukan berbagai misi yang tersedia. Ini menghabiskan waktu dan membuat bermain game menjadi tidak asyik.

6. Quick Time Event (QTE)

bagian game

Diperuntukan agar gamer memiliki pengalaman bermain game yang immersive, QTE justru malah membuat bermain game jadi kurang asyik. Benar, meski menyajikan visualisasi dari para karakternya dengan sangat keren, namun menekan sebuah rangkaian tombol dari yang satu ke yang lainnya tentu akan menghancurkan pengalaman bermain.

Tujuan ini memang menjadikan cutscene yang ada lebih interaktif karena melibatkan gamer tapi di sisi lain ada developer yang kurang tahu diri karena hampir di setiap momen penting selalu disajikan QTE. Kocaknya, QTE menuntut kita untuk menekan tombol yang benar secara responsif dan jika gagal, kita harus mengulang bagian itu dari awal sampai benar-benar berhasil.

Umumnya QTE ini dibenamkan di pertarungan boss namun beberapa developer menyematkannya juga di musuh-musuh biasa. Beruntung di era sekarang, QTE lebih disedikitkan porsinya menyusul protes para gamer di forum-forum yang kurang senang dengan QTE berlebih.


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.