Analisis Karakter Mario – Dari Tukang Kayu Jadi Maskot Negara


Dari banyak karakter game, tidak banyak yang menjadi iconic dan tetap membintangi game seru dan sukses selama 30 tahun seperti Mario.

analisis-karakter-mario-featured

Sepanjang sejarah video game, tidak banyak karakter yang mencapai status iconic tapi tetap bisa menghadirkan game yang laku keras selama puluhan tahun. Beberapa di antaranya mungkin tetap diingat hingga hari ini, tapi tidak lagi membintangi game baru atau hilang ditelan zaman. Sebagai contoh, meskipun sempat populer, Sonic yang menjadi maskot Sega seolah kehilangan identitas. Begitu juga dengan Pacman yang tidak lagi punya game yang benar-benar baru.

Tapi ada satu karakter yang hingga 30 tahun tidak hanya masih relevan, tapi juga tetap bisa menghadirkan game yang baru dan laku keras dan muncul di banyak game lainnya. Menariknya lagi, ia bukanlah seorang pahlawan dengan kekuatan super, melainkan seorang pria biasa. Karakter yang kami maksud tentu saja adalah Mario.

Dari Tukang Kayu Jadi Karakter yang Serba Bisa

analisis-karakter-mario-1

Mario pertama kali muncul di game arcade Donkey Kong bernama Jumpman sebagai seorang tukang kayu. Dalam game tersebut ia sudah memiliki penampilan khas seperti sekarang itu, yaitu pria berkumis dengan pakaian merah dan biru. Selain itu ia juga melakukan tugas khas Mario, yaitu melompat melewati rintangan untuk sampai ke tujuan dan menyelamatkan seorang tuan putri.

BACA JUGA: Analisis Karakter Ryu – Icon Street Fighter dan Fighting Game

Tapi awal kesuksesan Mario baru muncul di game yang ia bintangi, yaitu Super Mario Bros yang rilis tahun 1985 di NES. Meskipun menjadi flagship atau game pamungkas di NES, Super Mario Bros bukanlah game dengan formula atau genre yang inovatif. Sebelumnya sudah ada game platformer dua dimensi lain seperti misalnya Donkey Kong, Pac-Land, atau Jump Bug. Tapi Super Mario Bros menghadirkan banyak sentuhan menarik mulai dari kemampuan pemain untuk mengontrol Mario dengan lebih leluasa sampai banyaknya rahasia yang bisa diungkap seperti Warp Pipe. Singkatnya, Super Mario Bros berhasil menciptakan standar baru untuk genre platformer dua dimensi, dan Mario adalah karakter yang membintangi standar tersebut.

analisis-karakter-mario-64

Setelah sukse dengan Super Mario Bros, Nintendo kemudian menghadirkan Mario di berbagai game spinoff. Beberapa di antaranya mungkin gagal dan terlupakan, tapi tidak sedikit yang menjadi serial yang cukup sukses seperti Mario Kart dan Mario Party.

Tapi di saat banyak serial dan karakter kesulitan menuai sukses di generasi dan genre baru, Mario sukses melakukan transformasi dari game dua dimensi ke tiga dimensi dengan Super Mario 64. Masuk ke lanskap tiga dimensi, Mario tetap sukses memberikan pengalaman platforming yang seru dengan elemen eksplorasi yang menarik, tapi tetap dengan mekanisme yang jadi ciri khas Mario, yaitu melompat.

Setelah sukses dengan Super Mario 64, Mario terus menuai sukses dengan muncul di berbagai game spin-off atau game buatan Nintendo lain. Terakhir, ia menjadi bintang di salah satu game pertama Nintendo Switch yaitu Super Mario Odyssey dan tentu saja kembali menuai sukses.

Orang Biasa yang Menjadi Maskot Sebuah Negara

analisis-karakter-mario-tennis

Status iconic Mario diperoleh bukan dari Mario sendiri sebagai karakter. Ia memang baik hati dan punya banyak sifat baik, tapi tidak spesial dari karakter pahlawan lain. Artinya ia menjadi iconic murni karena kesuksesan game yang ia bintangi yaitu serial Super Mario. Lalu penampilannya dengan kumis, pakaian merah biru, dan atribut stereotip orang Italia membuatnya punya identitas visual yang cukup mudah dikenal.

Satu hal yang menarik dari Mario adalah tidak seperti banyak karakter iconic lain, ia adalah seorang pria biasa. Tidak seperti Link yang bisa bertarung dengan berbagai senjata, Sonic yang bisa berlari dengan cepat, atau Samus yang merupakan tentara super. Mario adalah pria paruh baya yang bekerja sebagai tukang ledeng.

Tapi saya rasa identitasnya sebagai pria biasa ini membuatnya bisa menjadi apa saja. Kamu bisa membayangkan Mario melakukan pekerjaan yang berbeda dan tidak merasa aneh. Mario menjadi dokter? Ada Doctor Mario. Menjadi atlet olahraga? Ada Mario Tennis hingga Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020. Balapan? Mario Kart. Gelut dengan karakter iconic lain? Smash.

Meskipun sepele, hal yang sama tidak bisa diterapkan dengan mudah ke banyak karakter lain di luar sana. Sebagai contoh, coba lihat Sonic dengan identitasnya yang “keren” dan “cepat”. Karena identitas tersebut, game spin-off Sonic juga harus identik dengan hal yang cepat dan keren. Jika tidak, kamu akan merasa aneh. Benar saja, Sonic sendiri pernah punya game spin-off seperti Mario Kart yang tidak terlalu sukses. Tidak hanya itu, bahkan mainline game untuk Sonic pun seolah kehilangan arah dan akhirnya tergerus zaman.

Karena terus relevan dan terus menghadirkan game yang seru, Mario bisa dibilang merupakan karakter paling iconic tidak hanya untuk Nintendo tapi juga industri game secara keseluruhan. Bahkan Jepang yang jadi negara asalnya juga setuju dengan anggapan itu dengan menjadikannya “bintang” yang diperankan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe di perkenalan Olimpiade 2020 tahun 2016 lalu.


Kaoru

Hmmm...