[Opini] 4 Hal yang Membuat Quantum Break Menarik untuk Kamu Coba!


Salah satu game shooter yang kurang terapresiasi dengan baik di masanya.

Sudah menjadi pandangan umum bahwa Quantum Break mendapatkan respons yang kurang bagus saat diluncurkan sebagai game eksklusif Xbox One dan Windows 10. Game buatan kreator Max Payne ini memiliki beberapa masalah, di mana salah satu masalahnya adalah inovasi penyampaian cerita ala serial TV mereka yang kurang kohesif.

Selang lewat tiga tahun setelah perilisannya, tim Gimbot kembali mencoba memainkan game ini dan menjumpai beberapa hal yang sebetulnya bisa menjadi potensi Quantum Break. Berhubung harganya sekarang sudah tergolong cukup terjangkau, berikut ini Gimbot berikan 4 alasan kenapa kamu perlu mencoba Quantum Break.

Gameplay Shooter yang Agresif

Jika kamu mengesampingkan inovasi, sebetulnya Quantum Break terasa sangat menyenangkan untuk dimainkan. Hal ini dikarenakan fungsi Time Power yang merupakan upgrade kecil dari keseluruhan konsep bullet time alias slow-motion dari semua game action yang pernah mengusungnya.

Time Power sendiri merupakan elemen utama dari Quantum Break yang membuatnya unik dibandingkan game action yang menyelipkan fungsi slow-motion sebagai porsi kecil dari permainan utamanya.

Di sini Time Power digambarkan sebagai kekuatan untuk memanipulasi waktu yang digunakan oleh sang karakter utama Jack Joyce dan Paul Serene. Berkat Time Power, aksi shooting dalam Quantum Break terasa lebih agresif karena pemain tidak dituntut bersembunyi di balik cover seperti game kebanyakan. Gampangnya, Quantum Break bisa dibilang merupakan versi third person shooter DOOM rilisan id Software di tahun yang sama (2016).

Untuk memberikan informasi lebih detil tentang gameplay keren Quantum Break, kamu bisa melihatnya lewat video di atas.


Porting Game Console yang Tidak Mengecewakan di PC

quantum break

Untuk alasan yang satu ini akan bervariasi, karena tergantung pada sistem apa yang kamu gunakan untuk memainkan Quantum Break. Game ini awalnya rilis sebagai game eksklusif Xbox One, kemudian dirilis untuk PC.

Pada masa itu, tampilan Quantum Break tergolong sangat mengesankan bahkan jika dimainkan lewat Xbox One yang secara hardware bisa dikatakan inferior dibandingkan kompetitornya. Remedy Entertainment selaku developer kemudian mendukung game ini untuk berjalan dengan resolusi 4K di console Xbox One X beberapa tahun kemudian

Hal yang menjadikan grafis Quantum Break mengesankan adalah tampilan versi PC-nya yang digarap tidak setengah-setengah dibandingkan port game console lain di masanya (uhuk.. Batman Arkham Knight, uhuk!).

Untuk melihat detil tentang uraian grafis game ini di PC bisa kamu lihat lewat video Digital Foundry di bawah ini


Karakter Berbobot untuk Game Shooter

Seolah ingin memberikan porsi cerita yang lebih kuat untuk ukuran game “dar-der-dor” yang sebetulnya linear, Remedy memberi perhatian khusus kepada masing-masing karakter yang mereka bawa ke dalam Quantum Break. Tak ayal, sejumlah aktor Hollywood terkenal turut ditampilkan ke dalam game ini untuk membuatnya sedikit berbobot. Berikut ini beberapa profilnya:

Shawn Ashomre sebagai Jack Joyce
Aktor Ashmore berperan sebagai protagonis utama di dalam Quantum Break. Dia cukup dikenal karena telah menghabiskan 16 tahun terakhir berperan sebagai Bobby “Ice-man” Drake dalam film XMen. Bagi penggemar seri drama pendek, mungkin juga mengingat perannya sebagai agen FBI di The Following.

Aidan Gillen sebagai Paul Serene
Nah, sosok yang satu ini mungkin sebagian besar dari kamu tahu lewat peran apiknya di drama populer Game of Thrones sebagai Lord Petyr Baelish.

Dominic Monaghan sebagai William Joyce
Monaghan dikenal oleh beberapa orang karena perannya sebagai Meriadoc “Merry” Brandybuck, salah satu dari empat hobbit dalam trilogi Lord of the Rings.

Peran aktor Hollywood yang dimasukan ke dalam presentasi cerita ala serial TV Quantum Break mendapatkan banyak reaksi dari berbagai pihak. Beberapa orang beranggapan bahwa ambisi penggambaran cerita baru dari Remedy ini mengakibatkan mereka terkesan lupa dari inti game itu sendiri.

Baca Juga: Kurang Populer, Ini Kesalahan Anthem yang Membuatnya Gagal Sekarang

Saya pribadi melihat, sebenarnya tidak ada masalah dengan keterikatan medium game ini dengan TV yang dibawakan di sini. Menurut Gimbot, porsi tampilan live action Quantum Break sebetulnya diproduksi dengan sangat baik, bahkan kualitasnya lebih tinggi daripada cutscene live-action yang pernah saya lihat dalam sebuah game (seperti yang diusung Command and Conquer).

Terlepas dari semua kritik atau masalah yang dialami Quantum Break di masa lalu, kami percaya ini merupakan salah satu game terbaik karya Remedy Entertainment yang bisa kamu dapatkan sekarang. Buktinya? Well, kamu bisa langsung cek ulasan dari banyak gamer tentang Quantum Break yang sebagian besar positif di Steam.


Reputasi Remedy Entertainment di Genre Shooter

quantum break

Remedy Entertainment selaku kreator Quantum Break merupakan developer yang memiliki reputasi di kancah industri game, terutama genre shooter. Studio yang didirikan tahun 1995 ini dikenal lewat beberapa karyanya seperti Max Payne dan Alan Wake.

Atas reputasi tersebut, saya pribadi tertarik dengan karya terbaru mereka Quantum Break. Meskipun tidak seperti Alan Wake 2, tapi game ini masih menjadi sebuah ide brilian dan sebuah pencapaian yang baik bagaimana pengembang mengoptimalkan engine game mereka di Xbox One.

Engine game bernama Northlight yang dikembangkan Remedy, saat ini menjadi fondasi untuk pengerjaan game terbaru mereka berjudul Control.

Game yang tampaknya menggabungkan elemen shooter Quantum Break dengan sedikit unsur horor ala Alan Wake ini rencananya akan dirilis pada tanggal 27 Agustus 2019 mendatang. Penasaran seperti apa bentuknya? Kamu bisa melihatnya lewat trailer di bawah ini.


Era