Kurang Populer, Ini Kesalahan Anthem yang Membuatnya Gagal Sekarang


Tidak bisa dipungkiri, Anthem adalah game yang meleset dari ekspektasi awal para pemainnya.

anthem

Belakangan ini game looter-shooter Anthem buatan Bioware kurang begitu populer dan berakhir menjadi sebuah game gagal.

Dahulu, BioWare dikenal sebagai salah satu developer yang bisa dikatakan cukup sukses dan dipuja oleh banyak gamer di dunia. Sayangnya hal itu tidak terjadi lagi selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak Mass Effect: Andromeda gagal sesuai harapan.

Baca Juga: 5 Adegan Game Over Terkeren yang Pernah Ada dalam Game

Dan sejarah buruk tersebut tampaknya terulang lagi lewat game terbaru mereka Anthem, bahkan jauh lebih dramatis daripada sebelumnya. Populasi pemain game yang rilis pada tanggal 22 Februari 2019 ini bisa dikatakan kurang memuaskan dan tentu saja ini akan meningkatkan kekhawatiran EA terhadap performa BioWare yang tak kunjung membaik.

Berikut ini beberapa pendapat kami tentang kesalahan Anthem yang membuatnya bisa gagal untuk mencuri perhatian para gamer dan menggebrak industri game.

Awal yang Salah

anthem

Meskipun ada beberapa kejanggalan di awal, namun sebenarnya masih ada banyak gamer yang tertarik menyambut kehadiran Anthem di beberapa minggu sebelum perilisannya, terutama bagi mereka yang telah melakukan pre-order.

Salah satu langkah yang menurut Gimbot menjadi sebuah kesalahan Anthem adalah para pemain yang memiliki EA Access di PC atau Xbox One. Pemilik EA Access memiliki kesempatan sekitar satu minggu untuk mencicipi game ini, sementara gamer yang tidak berlangganan tidak memiliki akses Anthem hingga resmi diluncurkan beberapa hari setelahnya.

Tentu saja ini merupakan sebuah hal yang buruk, karena akan menciptakan sebuah pemikiran tentang diskriminasi di kalangan komunitas. Parahnya lagi para pemain yang mendapatkan early access tersebut tidak cukup mendapatkan pengalaman yang baik, karena game ini masih terdapat banyak bug dan masalah balancing konten.

Belum Matang untuk Dirilis

anthem

Anthem seharusnya dirilis pada akhir bulan 2018, namun akhirnya penerbit memutuskan untuk memindahnya pada bulan Februari. Tentu saja banyak yang percaya penundaan ini merupakan upaya Bioware untuk memoles Anthem agar semakin bagus saat diluncurkan.

Sebenarnya delay pengerjaan sebuah game AAA bukanlah hal baru, namun biasanya penundaan tersebut hanya memakan waktu sekitar tiga bulan. Ini artinya, dalam periode singkat tersebut sebenarnya game yang dikerjakan tersebut sudah cukup matang untuk dirilis namun hanya perlu sedikit polesan saja.

Tapi ternyata hasilnya diluar dugaan, Anthem justru penuh dengan masalah sejak early access, dan patch hari pertamanya saja bahkan tidak mampu untuk memperbaiki permasalahan di hari peluncurannya.

Kesan Pertama Yang Buruk

Pada saat BioWare memamerkan cuplikan gameplay pertama di acara E3 2017 lalu, memang banyak orang setuju bahwa semua yang ditampilkan BioWare lewat trailer tersebut sangat keren dan bisa membuat para gamer penasaran.

Tapi yang membuat Anthem kurang sukses mencuri hati para gamer, karena di presentasi pertama tidak ada cerita yang kuat dalam trailer Anthem, sebaliknya hanya visual yang cantik atau pertempuran dengan teknologi canggih saja.

Kesan pertama yang buruk inilah yang akhirnya membuat kebanyakan gamer tidak terlalu terbawa hype dari Anthem. Periode pemasaran Anthem selama dua tahun sudah cukup membuat orang yang tidak mendapatkan kesan pertama Anthem justru lupa bahwa game ini tengah dikembangkan dan belum rilis!

Tidak hanya itu saja, pengembangan konten yang seharusnya berlanjut di bulan Mei dalam bentuk event Catalycism justru mundur hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Ini pun akhirnya menjadi pukulan telak yang membuat populasi pemain Anthem menjadi kehilangan minat bermain lagi.

Tak Seinovatif Destiny

anthem

Secara keseluruhan, pengembangan Anthem dimulai pada tahun 2012, tidak lama setelah Mass Effect 3. Dalam pengerjaannya, konsep Anthem yang sekarang rilis sangatlah berbeda dengan ide yang pertama kali BioWare rencanakan di awal pengembangannya.

Alih-alih membuat sesuatu yang revolusioner, Anthem justru berkiblat ke genre populer yang sedang naik daun di ranah game-as-a-service yaitu genre looter-shooter. Konsep genre ini bukanlah hal baru, mengingat Bungie telah mempopulerkan game Destiny pada tahun 2013.

Lebih parahnya lagi, Anthem hadir tanpa menghindari kesalahan yang sudah diperbuat Bungie di awal kemunculan game tersebut mulai dari konten, cara monetisasi sampingan, dan end-game yang berarti bagi para pemain. Akibatnya, jika Anthem disandingkan dengan game looter-shooter yang baru dirilis belakangan ini seperti The Division 2 dan Destiny 2: Forsaken, game ini justru tidak ada apa-apanya.

Dalam pengembangan sebuah video game, hal yang begitu dimulai sudah tidak bisa berhenti begitu saja. Gimbot berasumsi konsep dan ide awal dari Anthem sebenarnya tidak terlalu jauh dari permainan yang sekarang, tapi karena proses pengembangan yang cukup panjang dan tentu saja sudah banyak uang yang terlibat disana, maka pengembangan berlanjut dengan perubahan yang akhirnya membuat konsep inti dari Anthem tersebut hilang.


Era