Loot box atau gatcha memang menjadi salah satu fenomena di industri game di mana gamer bisa menghabiskan sejumlah uang untuk mendapatkan berbagai item yang muncul secara random. Fenomena loot box atau gatcha sendiri memang sudah menjadi mekanisme yang umum di industri game apalagi banyak developer yang memang menjadikan fitur itu sebagai alat paling cepat untuk mendatangkan keuntungan.
Melihat trennya yang semakin masif dan cenderung merugikan banyak orang, loot box atau gatcha dianggap sebagai sesuatu yang toxic dan tidak wajar bagi banyak gamer termasuk Gimbot sendiri. Fitur loot box atau gatcha bisa membuat orang kecanduan dan akhirnya menghabiskan uang mereka dengan alasan yang tak jelas.
Bahkan Gimbot pernah membaca sebuah artikel di mana ada seorang anak yang melakukan loot box atau gatcha di game FIFA namun dia bukan menggunakan uang sendiri melainkan dari akun kartu debit/kredit milik sang ayah hingga habis tak bersisa. Sang anak melakukan ini demi mendapatkan Lionel Messi di tim buatannya.
BACA JUGA: Nostalgia Review Batman Arkham Asylum – Pelopor Game Super Hero Terbaik
Kabarnya sang anak menghabiskan sekitar Rp10 juta tapi sayangnya dia tidak kunjung mendapatkan apa yang dia inginkan.
Baru-baru ini, Direktur National Health Services (NHS), Claire Murdoch angkat suara mengenai alasan kenapa sebuah loot box atau gatcha merupakan hal yang buruk. Menurut mereka, ini adalah cara agar perusahaan game menjebak anak-anak supaya kecanduan game yang mereka mainkan.
Bahkan loot box atau gatcha sudah masuk ke dalam kategori judi. NHS sendiri sudah mendirikan sejumlah klinik untuk melepaskan jerat orang-orang dari perjudian di seluruh Inggris. Murdoch bahkan sempat melarang para publisher game untuk tidak menjual game yang mengedepankan fitur loot box.
Hal ini agar membuka mata para orang tua khususnya di Inggris untuk lebih peduli dengan masalah pengeluaran uang di dalam game serta risiko terkait loot box dan gatcha. Murdoch menegaskan harus ada batas wajar yang jelas dalam bermain game.

Tak hanya Murdoch sendiri, seorang psikiater dan salah satu pendiri klinik masalah kecanduan judi, Dr. Henrietta Bowden-Jones menuturkan jika dia sepakat dalam pengawasan loot box dan gatcha di dalam sebuah video game.
“Saya mendukung pendekatan stake holder terkait khususnya dalam mengawasi produk industri game yang menimbulkan kekhawatiran besar bagi para orang tua dan professional. Loot box merupakan salah satu fitur yang harus diselidiki dan diteliti agar memastikan anak muda serta gamer tidak terus menerus menjadi sasaran produk-produk berbahaya seperti ini,” tuturnya.
Karena menurut sebuah penelitian juga, bermain game dengan cara yang sudah tidak wajar bisa dikategorikan masuk ke dalam salah satu penyakit mental.
Suara Gamer, Banyak Publisher dan Developer Berbenah

Hingga saat ini, memang banyak pembuat game atau penerbit yang menjadikan loot box dan gatcha sebagai fitur utama misalnya saja PUBG Corp yang menjadikan fitur ini salah satu andalan mereka. Bahkan game seperti Overwatch sudah sukses menarik lebih dari satu miliar dolar dari loot box saja. Bahkan tahun lalu, EA mengatakan jika fitur loot box merupakan sebuah mekanik kejutan di dalam game.
Tak cuma menyasar para pengguna console atau PC saja, loot box atau gatcha juga kerap hadir di platform yang skalanya lebih besar dan masif yakni Mobile.
Beruntung, kini sudah banyak gamer yang sadar dan peduli dengan mereka sendiri agar tak terjebak dalam lingkaran loot box dengan banyak melakukan protes terhadap game-game, developer, dan publisher yang memang memasukan fitur ini. Bahkan tak jarang ada game yang sebenarnya punya kualitas menarik namun justru terbenam dengan review negatif akibat dari mekanisme loot box dan gatcha yang merugikan ini.
Untungnya di akhir tahun 2019, beberapa developer, publisher, dan pihak-pihak terkait sudah mau membenahi diri dan terima akan komentar. Karena menurut Gimbot sebagai gamer, industri game butuh ekosistem yang sehat agar game tak lagi dipandang sebagai sesuatu yang sesat lagi menyesatkan.
Bahkan aktor besar seperti Sony, Nintendo, dan Microsoft sepakat untuk menjauhkan fitur tidak sehat seperti ini kepada para gamer.
