Microsoft Beri Arkane Lyon Waktu Tambahan Cari Pembeli, Nasib Marvel’s Blade Masih Menggantung

Blade belum boleh pensiun, setidaknya sampai Desember.


Julianna Blake dalam Deathloop, game garapan Arkane Lyon
Deathloop, salah satu game garapan Arkane Lyon. Sumber: Bethesda Softworks

Arkane Lyon dapat napas tambahan. Microsoft memperpanjang masa konsultasi dengan perwakilan karyawan studio asal Prancis itu selama satu bulan, sehingga peluang menemukan pembeli atau mitra baru masih terbuka sampai sekitar pertengahan Desember 2026.

Kabar ini datang dari pernyataan Microsoft kepada PC Gamer, yang kemudian juga dilaporkan VGC dan Push Square. Menurut Microsoft, waktu tambahan ini dipakai untuk menjajaki berbagai opsi, termasuk mencari mitra yang bisa mendampingi studio menyelesaikan pekerjaan pengembangan yang masih tersisa. Microsoft menegaskan perpanjangan ini punya batas waktu yang jelas, dan pihaknya akan terus memberi kabar kepada Works Council atau dewan perwakilan karyawan.

Tenggat 13 November bergeser

Sebelumnya, media Prancis Le Monde melaporkan Arkane Lyon hanya punya waktu sampai 13 November untuk menemukan pembeli. Jika gagal, Microsoft bisa menutup studio yang menurut laporan itu mempekerjakan 217 orang. Proses pencarian pembeli ini muncul karena aturan di Prancis mewajibkan perusahaan besar mencari calon pembeli sebelum menutup sebuah fasilitas.

PC Gamer juga menyoroti dokumen yang ditandatangani pada Juli dan dipublikasikan di situs pemerintah Prancis pada 10 Agustus. Isinya menyebut rencana penghentian total aktivitas perusahaan serta PHK seluruh karyawan. Microsoft menyatakan dokumen itu bagian dari proses konsultasi yang diwajibkan hukum dan belum merupakan keputusan final.

Dua serikat pekerja, Printemps Écologique dan STJV (Syndicat des Travailleureuses du Jeu Vidéo), sebelumnya meminta agar tenggat diperpanjang supaya negosiasi PHK dan pencarian pembeli bisa terus berjalan. Permintaan itu akhirnya dikabulkan.

Pemandangan kota Karnaca dari tebing dalam Dishonored 2
Dishonored 2, karya Arkane Lyon yang rilis pada 2016. Sumber: Bethesda Softworks

Bagaimana nasib Marvel’s Blade?

Arkane Lyon adalah studio di balik Dishonored dan Deathloop. Saat ini mereka menggarap Marvel’s Blade, game aksi yang diumumkan di The Game Awards 2023. Kondisi proyek ini masih simpang siur. VGC mengutip anggota serikat Printemps Écologique yang menyebut Blade sudah hampir rampung. Di sisi lain, sumber yang dekat dengan studio mengatakan kepada PC Gamer bahwa game ini masih butuh bertahun-tahun pengembangan.

Sampai sekarang, Blade belum punya jadwal rilis maupun daftar platform resmi. Pernyataan Microsoft soal mencari mitra untuk menuntaskan pengembangan setidaknya memberi sinyal bahwa proyek ini belum dibuang begitu saja.

Arkane Lyon termasuk studio yang terdampak gelombang PHK Xbox yang diumumkan Juli lalu. Gimbot sempat membahas badai PHK yang memangkas sekitar 3.200 karyawan Microsoft serta ancaman terhadap Marvel’s Blade. Dalam gelombang yang sama, Double Fine, Compulsion Games, dan Undead Labs sudah dilepas dan kini berdiri sebagai studio independen.

Kalau sampai pertengahan Desember belum ada pembeli atau mitra yang cocok, rencana penutupan studio bisa kembali di atas meja. Gimbot akan terus memantau perkembangan Arkane Lyon dan Marvel’s Blade.

Bagikan artikel ini

Brian

Brian

Kalau hidup adalah sebuah game, then life is a permainan. Astronaut of Gimbot.