Dikritik Media Tapi Dicintai Fans, Film Live-Action Street Fighter Raih Audiens Score 80%


Film live-action terbaru Street Fighter resmi mendarat di bioskop, namun harus menerima sambutan dingin dari para pengkritik film.

Berada di bawah arahan sutradara Kitao Sakurai, film ini hanya mampu mengantongi skor 45% di platform Rotten Tomatoes dan nilai 45 di Metacritic.

Meski demikian, hasil tersebut masih terbilang peningkatan dibanding adopsi pendahulunya seperti versi 1994 (20%) maupun The Legend of Chun-Li (3%).

Kontras dengan ulasan kritikus, skor audiens justru menembus angka di atas 80%, menandakan bahwa penonton awam dan para penggemar setia gimnya jauh lebih menikmati sajian hiburan di dalam bioskop.

Film ini menceritakan reuni Ryu (Andrew Koji) dan Ken (Noah Centineo) dalam ajang World Warrior Tournament, sebelum akhirnya direkrut oleh Chun-Li (Callina Liang) untuk menghadapi M. Bison.

Salah satu poin yang paling banyak mendapat pujian dari kritikus adalah sisipan kilas balik berformat anime yang digarap oleh studio animasi Titmouse, serta adegan pertarungan praktis ala film klasik Jackie Chan.

Perawakan para karakter seperti Chun-Li, Ryu, Guile, hingga Dhalsim juga dinilai sangat otentik dan berhasil merefleksikan era keemasan Street Fighter II secara akurat.

Di sisi lain, mayoritas kritik pedas tertuju pada kualitas naskah dan struktur alur cerita yang dinilai terlalu padat. Film ini dianggap kewalahan membagi porsi tayang untuk jajaran karakternya yang sangat besar, termasuk penampilan Cody Rhodes sebagai Guile yang minim adegan bertarung, Roman Reigns sebagai Akuma, hingga tampilan CGI Blanka yang diperankan Jason Momoa.

Penggunaan lelucon yang kurang pas, pergerakan kamera close-up yang mengganggu visual pertarungan, hingga penutup cerita menggantung demi sekuel menjadi catatan minus utama bagi para pengulas.

Meski kritikus film memberikan ulasan campur aduk, komunitas FGC (Fighting Game Community) dan para veteran seperti Justin Wong, Yipes, hingga Maximilian Dood—yang juga hadir sebagai cameo—memberikan respons yang jauh lebih positif.

Mereka memuji keberanian film ini dalam merangkul elemen konyol khas gim, sajian jurus-jurus ikonik seperti Hadouken, serta performa luar biasa Callina Liang sebagai Chun-Li yang menjadi favorit utama penggemar.

Bagi penonton yang tumbuh bersama era Street Fighter II, film ini tetap menyajikan dua jam hiburan nostalgia yang sangat menyenangkan.

Bagikan artikel ini

Junior

Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.