Sepi Pemain, Riot Games Resmi Tutup Mode League of Legends Classic Januari 2027


Riot Games secara resmi mengumumkan bakal menghentikan layanan mode nostalgia League of Legends Classic pada 6 Januari 2027 mendatang. Keputusan berat ini diambil akibat penurunan populasi pemain yang cukup signifikan di berbagai wilayah server global.

Pengembang berencana untuk menarik kembali mode ini secara offline guna melakukan evaluasi mendalam, dengan membuka potensi untuk mengembalikannya sebagai rotational event mode bertempo berkala yang lebih segar di masa depan.

Sebagai bentuk apresiasi dan tanggung jawab kepada komunitas, Riot Games mengonfirmasi bakal memberikan pengembalian dana berupa Riot Points (RP) secara otomatis bagi pemain yang telah membeli konten kosmetik eksklusif.

Kebijakan refund ini mencakup Classic Portraits, Classic Chromas, hingga bundle khusus bernilai nostalgia tinggi seperti Founder’s Goth Annie dan Founder’s Black Alistar. Proses pengembalian dana ini dipastikan bakal rampung secara bertahap paling lambat pada 30 November 2026.

Menjelang penutupannya, Riot Games sudah mulai menerapkan sejumlah pembatasan operasional. Mulai Patch 26.21, etalase toko League Classic hanya melayani transaksi untuk tiga kategori utama: champion, rune, dan rune page.

Selain itu, batasan queue juga terpaksa diberlakukan di wilayah dengan populasi menyusut seperti Jepang dan Timur Tengah. Meski demikian, mode Custom Match dipastikan bakal tetap aktif dan dapat diakses kapan saja oleh pemain di seluruh server hingga hari terakhir operasional.

Kendati masa pakainya tinggal menghitung bulan, Riot Games tetap berkomitmen menyajikan konten penutup yang berkesan dengan merilis deretan champion klasik hingga Patch 26.23. Setelah merilis Irelia hingga Caitlyn, patch berikutnya siap menghadirkan wujud lama dari Mordekaiser, Yorick, Hecarim, dan Lucian.

Tak ketinggalan, versi klasik dari Volibear, Urgot, hingga Udyr juga dipastikan hadir meramaikan hari-hari terakhir mode ini. Pengalaman dari proyek ini diharapkan menjadi bahan evaluasi berharga bagi Riot untuk meracik format event nostalgia yang lebih relevan kelak.

Bagikan artikel ini

Junior

Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.