Raksasa pengembang gim asal Jepang, Capcom, secara resmi mengumumkan rencana transformasi mesin pengembang andalannya, RE Engine, menjadi AI-generation game engine. Proyek generasi baru yang diberi nama REX Project ini pertama kali diungkapkan dalam ajang konferensi teknologi Capcom Open Conference RE: 2026.
Pembaruan ini dirancang untuk mengatasi berbagai kendala pengembangan seiring kian besarnya skala gim modern serta pertumbuhan jumlah tenaga kerja Capcom yang kini telah melampaui 2.000 pengembang.
RE Engine sendiri pertama kali digunakan pada gim Resident Evil 7 pada tahun 2017 dan telah menjadi tulang punggung bagi 27 judul gim populer Capcom. Namun, seiring dengan kompleksitas industri gim modern, penyelesaian penyesuaian minor sekalipun kini memakan waktu yang jauh lebih lama.

Daripada membangun mesin baru dari awal, Capcom memilih untuk menyempurnakan RE Engine secara bertahap dengan menyuntikkan integrasi teknologi AI guna efisiensi proses produksi secara berkelanjutan.
Secara teknis, REX Engine dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman standar global agar dapat dipahami baik oleh manusia maupun mesin. Penerapan AI dalam REX Engine difokuskan pada otomatisasi pembuatan program, pengujian bug secara mandiri, hingga pembukaan sebagian teknologi secara open source untuk pelatihan AI internal.

Kendati memanfaatkan AI secara proaktif demi efisiensi dan produktivitas, Capcom menegaskan komitmennya untuk tidak menggunakan generative AI dalam membuat aset konten kreatif gim mereka.
Langkah berani ini diharapkan dapat memperkokoh posisi Capcom dalam memproduksi gim skala besar berkualitas tinggi di masa depan. Rekam jejak RE Engine sebelumnya telah terbukti menjadi kunci sukses berbagai judul flagship terbesar Capcom, termasuk peluncuran gim PRAGMATA dan Resident Evil Requiem pada tahun ini. Lewat visi “create games together with AI”, Capcom siap menyongsong era baru pengembangan gim yang lebih cepat, efisien, dan presisi.

