Kehadiran megaproyek Grand Theft Auto VI garapan Rockstar Games sudah tidak diragukan lagi bakal menjadi salah satu fenomena budaya terbesar di era modern.
Dengan kepastian tanggal rilis yang kian mendekat tanpa hambatan penundaan, Take-Two Interactive akhirnya resmi membuka pre-order dengan mematok harga rasional sebesar USD 80 (sekitar Rp1,3 juta) untuk versi standar. Namun, nominal tersebut justru dinilai terlalu murah oleh pengamat industri.
Dilansir dari Kokang Gaming, seorang analis industri terkemuka dari The Stratechery, Ben Thompson, melontarkan pandangan kontroversial dalam sesi podcast terbarunya bersama TBPN.
HOT TAKE from @benthompson: Rockstar is charging *way too little* for GTA 6, the $80 price tag is "ridiculous"
— TBPN (@tbpn) July 8, 2026
Ben: "They should be charging like $200 for this game! GTA 6 is like, the last great game."
"It was mostly all made pre-AI. It is the pinnacle of AAA craftsmanship.… pic.twitter.com/rkfc68pDVZ
Thompson secara lantang menyuarakan bahwa Rockstar Games seharusnya berani mematok harga dasar GTA VI versi standar di angka USD 200 (sekitar Rp3,2 juta). Ia sadar betul bahwa opininya ini akan memicu gelombang kritik pedas dari jutaan gamer dunia, namun ia memiliki argumen yang sangat filosofis di balik usulan ekstrem tersebut.
Menurut pandangan Thompson, nominal USD 200 adalah angka yang jauh lebih pantas untuk merefleksikan posisi GTA VI sebagai “karya gim keren terakhir” yang murni diracik oleh peradaban manusia.
Ia meyakini bahwa proyek sekuel yang mempertemukan duo protagonis Jason dan Lucia ini akan menjadi gim berskala AAA terakhir di muka bumi yang seratus persen digarap menggunakan energi kreatif, dedikasi, serta keringat manusia tanpa adanya campur tangan teknologi kecerdasan buatan.

Proses pengembangannya yang memakan waktu bertahun-tahun diakui melewati kucuran air mata dan pengorbanan luar biasa dari para pengembangnya. Kerja keras ekstrem ini bahkan sempat membuat para analis di platform X nekat memantau langsung kantor Rockstar hanya demi menghitung tumpukan puntung rokok di area pembuangan guna memastikan apakah tim pengembang sedang melakukan lembur atau tidak.
Atas dasar dedikasi magis tersebut, Thompson menganggap label harga USD 80 yang dipasang saat ini terasa sangat konyol dan tidak sebanding dengan nilai historis yang ditawarkan. Baginya, merogoh kocek USD 200 bukan lagi sekadar membeli sebuah produk hiburan virtual, melainkan sebuah bentuk perayaan dan penghormatan tertinggi atas eksistensi karya seni buatan manusia.
Sejauh ini, GTA VI masih tetap kokoh mempertahankan jadwal rilis globalnya pada 19 November 2026 mendatang untuk platform PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.
