Tembus 165 Ribu Tanda Tangan, Petisi “Don’t Kill the Disc” Desak Sony Batalkan Era All-Digital


Rame dah.

Gerakan perlawanan komunitas gamer terhadap kebijakan radikal Sony Interactive Entertainment memasuki babak baru yang semakin masif.

Petisi global bertajuk “Don’t Kill the Disc” yang mendesak Sony PlayStation agar membatalkan rencananya menghapus kaset fisik kini dilaporkan telah sukses menggalang dukungan luar biasa dengan mengumpulkan lebih dari 165 ribu tanda tangan (tepatnya 165.640 dukungan saat artikel ini ditulis).

Kendati gelombang protes terus membesar, pihak Sony terpantau masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi apa pun.

Petisi yang digelorakan via platform Change.org ini diinisiasi langsung oleh CEO PNP Games, sebuah jaringan retailer gim fisik independen asal Kanada yang mengoperasikan tiga toko ritel.

Sumbu protes ini sendiri mulai tersulut setelah Sony secara mengejutkan mengumumkan kebijakan pada tanggal 1 Juli 2026 kemarin, di mana mereka menegaskan akan menyetop total seluruh produksi kaset disc PlayStation mulai Januari 2028 mendatang.

Pasca-tenggat waktu tersebut, seluruh gim rilisan baru hanya akan didistribusikan dalam format full digital atau boks kosong yang sekadar berisi kode unduhan (download code).

Dalam manifesto petisinya, PNP Games menekankan bahwa piringan disc merupakan satu-satunya bukti bentuk kepemilikan mutlak yang nyata bagi konsumen.

Gim fisik memiliki nilai fleksibilitas tinggi karena bisa dipinjamkan, dijual kembali di pasar bekas, ditukar, dikoleksi secara nyata, hingga diwariskan ke generasi berikutnya.

Sebaliknya, format boks berisi kode unduhan dinilai sebagai sebuah kerugian besar karena pemain pada hakikatnya hanya membeli hak lisensi digital sepihak yang sewaktu-waktu bisa dicabut atau hangus oleh platform—berkaca dari kasus kelam di mana Sony pernah menghapus film dari pustaka pengguna serta penarikan beberapa judul gim secara mendadak dari toko digital tak lama setelah dirilis.

Sebagai pelaku usaha ritel, PNP Games mengakui memiliki kepentingan komersial agar format cakram ini tetap hidup, namun mereka menggarisbawahi bahwa polemik ini memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar urusan omzet toko.

Penghapusan media fisik diprediksi akan memicu efek domino yang menghancurkan berbagai sektor lapangan kerja, mulai dari jaringan retailer, distributor, pabrik manufaktur, manajemen pergudangan, sektor logistik, ekosistem pasar gim bekas, hingga komunitas kolektor serta lembaga preservasi sejarah gim.

Ribuan mata pencaharian dan bisnis berskala kecil di seluruh dunia terancam gulung tikar jika industri dipaksa beralih ke era all-digital.

Kolom komentar petisi tersebut kini dibanjiri oleh aspirasi emosional dari para gamer yang menuntut hak mereka dikembalikan.

Salah seorang penandatangan petisi bernama Stephen secara vokal menyatakan bahwa dirinya hanya bersedia mengeluarkan uang untuk gim yang memiliki bentuk fisik. Stephen menegaskan bahwa dirinya tidak ingin kehilangan hak pilihnya untuk benar-benar memiliki produk yang ia beli dengan uangnya sendiri. Ia berharap Sony bersedia mengevaluasi kembali keputusan tersebut, dan memberikan ancaman terbuka bahwa dirinya tidak akan lagi membeli produk atau konsol PlayStation baru pasca-Januari 2028 jika media fisik benar-benar dimusnahkan.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.