Kebijakan kontroversial Sony Interactive Entertainment yang berencana menghentikan total distribusi gim fisik mulai Januari 2028 kini memicu dampak yang jauh lebih serius.
Sebagai bentuk perlawanan nyata, sejumlah besar penggemar PlayStation di berbagai belahan dunia dilaporkan mulai melakukan aksi boikot dengan membatalkan langganan layanan PlayStation Plus mereka.
Aksi boikot massal ini muncul ke permukaan setelah komunitas mengkhawatirkan masa depan hak kepemilikan mutlak atas gim yang mereka beli. Di berbagai platform media sosial, gerakan untuk berhenti berlangganan PS Plus terus disuarakan agar pihak Sony memahami penolakan keras komunitas terhadap hilangnya media fisik.

Beberapa pengguna bahkan secara aktif membagikan panduan langkah-langkah membatalkan langganan demi mengajak pemain lain ikut bersuara sebelum ekosistem PlayStation sepenuhnya berubah menjadi all-digital.
Keresahan utama para pemain sejatinya bukan sekadar masalah nostalgia terhadap piringan disc, melainkan aspek hukum dan finansial yang krusial. Jika industri berpindah sepenuhnya ke format digital, hak akses pemain terhadap sebuah gim akan bergantung sepihak pada kebijakan platform. Kekhawatiran ini diperkuat oleh rekam jejak Sony yang sebelumnya pernah menghapus ratusan judul film dari pustaka digital pengguna akibat kendala lisensi.

Kasus serupa juga sering menimpa industri gim, seperti pada judul Marvel’s Ultimate Alliance 1 & 2 serta gim Deadpool versi 2013, yang mendadak hilang dan tidak lagi bisa dibeli secara digital setelah masa kontrak lisensinya berakhir. Dalam skenario kelam seperti ini, keberadaan disc fisik menjadi satu-satunya jalur legal yang tersisa bagi para pemain untuk tetap bisa menikmati gim tersebut di masa mendatang.
Selain itu, hilangnya piringan kaset dipastikan akan mematikan pasar gim bekas serta fitur berbagi kaset ke sesama teman atau keluarga. Bagi sebagian besar komunitas, membeli gim bekas merupakan jalur alternatif paling terjangkau untuk tetap menyalurkan hobi bermain gim tanpa harus tercekik oleh harga purnajual digital yang monopolistik.
Aksi pembatalan PS Plus ini pun menjadi sinyal kuat bahwa tingkat kepercayaan konsumen terhadap masa depan PlayStation kini tengah diuji di titik terendah.
