Menjelang jadwal perilisan pada 19 November 2026, spekulasi mengenai anggaran pengembangan Grand Theft Auto VI (GTA VI) kian memuncak.
Laporan terbaru dari Business Insider melalui IGN mengestimasikan bahwa proyek ambisius besutan Rockstar Games ini menelan biaya antara USD 1 miliar hingga USD 1,5 miliar.
Jika angka ini akurat, maka GTA VI resmi menyandang gelar sebagai gim dengan biaya produksi termahal yang pernah dibuat sepanjang sejarah industri hiburan.
Estimasi fantastis tersebut melampaui jauh rekor pendahulunya, GTA V, yang pada tahun 2013 menghabiskan biaya sekitar USD 265 juta.
Sebagai perbandingan di era modern, judul besar lain seperti Red Dead Redemption 2 diperkirakan memakan biaya USD 500 juta, sementara proyek ambisius Star Citizen baru mendekati angka USD 1 miliar melalui akumulasi pendanaan publik selama bertahun-tahun.

Angka miliaran dolar untuk satu judul gim seperti GTA VI menandai standar baru yang sangat tinggi bagi industri AAA.
CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, mengakui bahwa ekspektasi besar ini membawa perasaan yang campur aduk antara sangat bersemangat sekaligus mencemaskan.
Dengan anggaran sebesar itu, risiko yang dihadapi perusahaan tentu sangat masif. Namun, para analis pasar memprediksi Rockstar tidak perlu khawatir; gim ini diproyeksikan mampu terjual sebanyak 25 juta kopi pada hari pertama peluncuran, yang berpotensi menghasilkan pendapatan sebesar USD 7,6 miliar hanya dalam bulan pertama.
Meski demikian, tekanan tetap ada mengingat gim ini sudah mengalami dua kali penundaan. Para analis memperingatkan bahwa jika penjualan awal jatuh di bawah angka 10 juta kopi, hal tersebut bisa menjadi bencana finansial mengingat besarnya modal yang telah dikucurkan.
Hingga saat ini, Rockstar masih fokus pada pengembangan untuk platform PlayStation 5 dan Xbox Series X|S, dengan harga jual yang diprediksi akan menembus angka USD 80 hingga USD 100 per unit.
