Sudah ada beberapa bulan semenjak Sony melaporkan tuntutannya atas Tencent terkait game Light of Motiram. Menurut Sony, game tersebut dinilai terlalu mirip dengan salah satu IP mereka yakni Horizon, game eksklusif buatan developer Guirrella Games. Namun, sekarang pihak Tencent yang malah menyerang balik tuntutan tersebut.
Dalam serangan baliknya, Tencent mengatakan kalau tuntutan dari Sony bukanlah terkait masalah plagiat atau sejenisnya. Tencent menilai kalau langkah yang diambil oleh Sony ini lebih mengarah kepada “penahan popular culture” yang dinilai Tencent bukan milik siapapun. Singkatnya, Tencent menilai kalau Sony ingin memonopoli pasar dari genre game serupa.
BACA JUGA: Ghost of Yotei Masih Memakan Budget yang Sama Seperti Ghost of Tsushima!

Tencent juga ikut mendorong game serupa lain seperti Far Cry: Primal, Far Cry: New Dawn, Enslaved dan lainnya sebagai bukti kalau genre seperti ini bukanlah hal baru, atau dimiliki oleh Sony. Horizon bukanlah satu-satunya game yang mirip, dan alhasil membuka kesempatan untuk Light of Motiram. Namun, pihak Tencent sendiri mengakui kalau ada beberapa assett game lain yang mereka gunakan untuk gamenya.
Selebihnya masih ada banyak dorongan lain yang dibuat oleh Tencent untuk melawan balik tuntutan dari Sony ini. Bahkan, mereka sampai menjelaskan adanya rekaman dari Jan-Bart Van Beek yang merupakan art director dari Horizon Zero Dawn, di mana beliau mengatakan kalau core dari Horizon sendiri diambil dari Enslaved: Odyssey to the West di tahun 2013.

Pada akhirnya, karena masalah tuntutan plagiat ini, Tencent menjelaskan kalau mereka akan mengundur perilisan dari Light of Motiram. Tencent menjelaskan kalau game ini akan diundur setidaknya sampai tahun 2027, dari yang awalnya di tahun 2025. Bisa dipastikan kalau dalam kurun waktu dua tahun ini, gamenya akan mengalami perubahan.
