Hingga saat ini, Balatro masih menjadi salah satu game indie paling besar dan sukses yang pernah ada. Pertama kali dirilis pada awal tahun 2024 kemarin, sampai sekarang gamenya masih meledak dan kesuksesan yang diraihnya juga masih belum berhenti. Namun, siapa sangka kalau hal tersebut malah membuat developer dari game ini dibuat kelelahan.
LocalThunk adalah nama developer di balik game ini, tapi LocalThunk sendiri bukanlah nama perusahaan atau studio besar, melainkan dia hanyalah seorang solo developer. Belum lama ini, setelah satu tahun gamenya rilis, beliau merilis satu jurnal panjang dalam blog. Dalam jurnal tersebut, beliau menjelaskan kalau membuat game ini menjadi sesukses sekarang bukanlah hal yang mudah.
BACA JUGA: Kelamaan Rilis, Developer Tiongkok Buat Game Kloningan Deadlock

Ada banyak hal yang dia jelaskan, baik dalam maupun luar game, tapi apa yang dia fokuskan di sini mengarah kepada apa yang terjadi di balik layar. LocalThunk menilai kalau kebanyakan pemain masih belum bisa membayangkan kondisi dari para pembuat gamenya. Baik dari segi fisik maupun mental, beliau harus mengalami beberapa kejadian yang sulit ketika membuat game ini.
LocalThunk membuat Balatro sebagai konsep untuk yang pertama kalinya pada bulan Desember 2021, dan kala itu dia masih punya full time job juga sebagai seorang IT. Sepanjang pembuatannya, beliau menjelaskan kalau situasi fisik dan mentalnya semakin memburuk, apalagi ketika gamenya akan dirilis. Dalam ceritanya, dia mengatakan kalau enam bulan sebelum gamenya dirilis, kondisi dia semakin sulit, termasuk menjaga jadwal tidur sudah sulit.

Mulai dari pembuatan konsep dan gamenya itu sendiri, sampai mencari publisher dan bahkan pengacara juga untuk merilis game ini, semuanya dilakukan secara solo. Tentu bukan menjadi hal yang mudah baginya membuat game ini, tapi sekarang melihat hasil yang dia dapatkan, adil untuk mengatakan kalau LocalThunk telah sukses membuat salah satu game indie terbaik sepanjang masa.
