Tepat jam 00.00 WIB (10.00 Pacific Time) 20 Maret 2019 kemarin, Google memperkenalkan sebuah layanan baru mereka di GDC sesi Google, yaitu layanan streaming game yang bernama Google Stadia.
Pada dasarnya streaming game atau juga dikenal dengan cloud gaming bukanlah hal yang baru di industri gaming. Banyak pegiat industri gaming yang sudah mulai “menyentuh” cloud gaming.
Contohnya, Microsoft dengan Project xCloud, Nvidia dengan Nvidia Grid. Bahkan di Indonesia sendiri sudah tersedia layanan streaming game seperti gameQoo (dulu Emago) dan Skyegrid.
BACA JUGA: Google di Atas Awan dengan Peluncuran Stadia
Lalu apa sih yang menjadikan Stadia ini beda? Yuk kita cek fakta-faktanya di bawah ini!
1. Google Stadia Bukan Console

Ketika Google menyebarkan video teaser mengenai Stadia, munculah asumsi bahwa Google akan merilis sebuah console dengan nama Stadia.
Kenyataannya Stadia bukanlah console, melainkan sebuah platform untuk memainkan game. Kamu bisa mengakses platform ini melalui browser dengan perangkat apapun.
PC, console atau bahkan mobile bisa memainkan berbagai game dengan Stadia ini. Bahkan game kelas AAA dengan kualitas grafis tinggi yang dulunya hanya bisa dimainkan di PC, dapat kamu mainkan juga di perangkat smartphone kamu. Artinya kamu bisa memainkannya secara cross-platform.
2. Google Stadia Controller

Google juga memperkenalkan Stadia Controller. Apakah harus menggunakan controller ini untuk bisa memainkan Stadia? Jawabannya tidak!
Kamu tetap bisa memainkan game-game di Stadia dengan controller apapun. Hanya saja, dikutip dari TheVerge, Stadia Controller memiliki keunggulan di mana controller tersebut langsung terhubung dengan jaringan Google selama terkoneksi dengan internet.
Kamu tidak perlu melakukan kalibrasi lagi, kamu hanya perlu menghubungkan controller dan bisa langsung memainkan di PC, console, smartphone atau bahkan TV yang juga terhubung dengan internet.
3. Baru Tersedia untuk Amerika Utara dan Eropa

Kabar buruknya, Stadia akan rilis pertama kali di daerah Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada) dan Eropa.
Google juga tidak menyebutkan mengenai rencana mereka akan menyediakan ke daerah Asia. Semoga saja Google juga menyediakan layanan Stadia ini ke daerah Asia, terutama Asia Tenggara.
4. Kecepatan Internet Berpengaruh Kepada Resolusi Game

Jika kamu ditanya “Internet cepat buat apa?”, mungkin kamu bisa menjawabnya sekarang. Kamu membutuhkan akses internet untuk bisa memainkan berbagai game di Google Stadia. Hanya saja internet seperti apa yang dibutuhkan?
Google menyarankan untuk menggunakan akses internet dengan kecepatan minimal sebesar 15 Mbps. Hanya saja secara praktiknya, ketika bermain game tidak hanya sekedar kecepatan tapi juga dibutuhkan kestabilan koneksi.
Latency atau biasa disebut ping termasuk faktor penting demi kelancaran bermain. Semakin kecil latency, semakin baik pula kestabilan koneksi internet. Artinya, kamu membutuhkan koneksi internet yang melebihi 15 Mbps serta tingkat kestabilan yang tinggi.
Semakin cepat dan stabil koneksi internet yang dimiliki, maka kamu bisa menikmati game dengan kualitas performa yang tinggi pula. Kamu juga akan mendapatkan tampilan resolusi yang lebih bagus.
Hal ini dikarenakan Google Stadia akan menyesuaikan kecepatan koneksi dengan resolusi game yang diberikan.
Jika koneksi internetmu kurang baik, maka Stadia akan memberikan kualitas tampilan game lebih kecil.
Hal ini untuk memberikan proses FPS (frame per second) yang lancar.
5. Langganan atau Beli Satu per Satu?

Google belum menjelaskan mengenai bagaimana skema dalam berlangganan. Apakah sistemnya berlangganan secara bulanan atau justru membeli satu-satu game yang tersedia?
Keduanya memang sudah menjadi skema bisnis yang konvensional. Seperti Steam memiliki skema penjualan game satu persatu.
EA dengan Origin-nya memiliki 2 skema yaitu beli satu persatu game mereka dan juga langganan. Hanya saja untuk skema langganan hanya game tertentu saja yang bisa dimainkan.
Akankah Google juga mengambil skema yang sama atau justru menggunakan skema yang baru? Misalkan skema penjualan yang digunakan adalah menggunakan iklan? Cuma gak lucu banget sih ya, ketika sedang asyik main seketika di tengah-tengah game muncul iklan.
Kesimpulan
Stadia mungkin bisa menjadi kabar baik untuk para gamer meskipun memang masih banyak yang harus ditanyakan kepada Google, semisal game apa saja yang tersedia untuk dimainkan, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk bisa menikmati Stadia.
Kehadiran Stadia mungkin menjadi revolusi dalam industri gaming dan tentunya mengubah kebutuhan pasar, misalnya internet yang sangat cepat dan stabil akan menjadi kebutuhan utama para gamers dibanding PC dengan spesifikasi tinggi.
Stadia mungkin akan menjadi ancaman untuk industri gaming console yang mana selama ini keberadaan mesin console menjadi kebutuhan utama untuk bermain game. Itulah sebabnya console mengandalkan game eksklusif di dalamnya.
Ya kita lihat saja nanti, bagaimana Stadia akan “beraksi” di dalam industri gaming!
