Setiap orang yang suka main game pasti punya yang namanya game favorit. Kalau game ini adalah game single player sekali tamat, kamu mungkin memainkan game tersebut hingga ratusan jam, tamat lebih dari sekali, atau mendapatkan semua achievement. Kalau game-nya online atau live service, kamu mungkin memainkannya setiap hari.
Saking sukanya, kamu mungkin merasa tidak bisa lepas dari game tersebut. Alasannya juga beragam dan tergantung pada banyak faktor.
Kepalang Basah

Alasan yang satu ini mungkin sedikit toxic dan biasanya mengarah ke game online yang didesain agar kamu bermain setiap hari dan mungkin membuatmu melakukan microtransaction. Tidak bisa dibantah bahwa game seperti Genshin Impact atau game gacha lain memang bagus. Namun mungkin ada saat di mana kamu mungkin merasa jenuh dan sebaiknya berhenti.
Hanya saja ada beberapa pemain yang sepertinya tidak bisa berhenti hanya karena ia sudah terlanjur bermain hingga puluhan jam atau sudah mengeluarkan banyak uang untuk game tersebut.
Perilaku tersebut biasanya diberi nama sunk-cost fallacy. Karena kamu sudah terlanjur membuat komitmen di game tersebut, kamu merasa harus tetap bertahan dan terus bermain. Padahal kamu sudah tidak lagi menikmati game tersebut dan berhenti bermain sebenarnya adalah solusi yang lebih baik.
Terjerat Teman
Alasan yang satu ini mungkin sedikit mirip dengan alasan pertama, tapi kalau sebelumnya penyebabnya adalah kamu sendiri, yang ini datang dari orang lain. Beberapa orang bermain demi bisa bersosialisasi dengan teman atau orang lain.
Kamu mungkin sudah jenuh bermain Dota 2, tapi gengmu di Discord tidak tertarik bermain game lain dan kamu merasa tidak punya pilihan untuk ikut.
Kalau kamu punya lingkaran pertemanan seperti ini, ada baiknya untuk membuka uneg-unegmu, atau cari teman baru.
Pemburu Platinum, Speedrunner, Dan Pemain Kompetitif
Buat beberapa pemain, menyelesaikan sebuah game berarti melihat angka 100 persen. Artinya ia tidak akan berhenti sampai menjamah semua yang bisa ditemui di dalam game tersebut. Achievement juga wajib untuk diperoleh sesulit apapun itu.
Sementara speedrunner adalah mereka yang ingin menamatkan sebuah game dalam waktu sesingkat mungkin. Namun untuk itu mereka mungkin harus memainkan game-nya puluhan kali atau menjajal satu level hingga ratusan kali. Semuanya demi waktu yang lebih cepet lima detik saja.
Meskipun punya tujuan akhir yang berbeda, keduanya punya satu kesamaan yaitu rela menghabiskan waktu di game yang sama demi pencapaian tertentu. Ini juga berlaku untuk pemain kompetitif yang tidak puas kalau belum mencapai ranking tertinggi.
Bingung Main Apa
Meskipun unik, alasan ini tetap bisa ditemui terutama oleh mereka yang punya koleksi banyak game atau backlog. Kamu mungkin punya banyak pilihan game yang bisa dimainkan, hanya saja kamu bingung mau mulai dari mana dan penuh dengan keraguan. Karena terlalu lama memilih dan ragu, akhirnya kamu kembali ke ‘zona nyaman’ alias ke game favorit yang sudah kamu hafal.
Alasan ini sebenarnya lumrah saja, namun ada saatnya di mana kamu harus mau mengambil langkah pertama untuk mencoba memulai game baru.
Game-nya Bagus

Alasan paling sederhana ya karena game-nya memang bagus dan karena itu kamu jadi tidak bisa berhenti bermain. Kamu suka main Dota 2 selama bertahun-tahun karena kamu memang suka kompleksitasnya, kamu suka Stardew Valley karena aktivitas yang bisa dilakukan sangat banyak, kamu suka Hades karena ada sangat banyak build yang bisa dicoba, dan seterusnya.
Game yang bagus akan selalu mengundang untuk dimainkan lagi entah itu karena alasan gameplay, cerita, visual, atau semuanya sekaligus.
