Ketika bermain game, kamu secara tidak langsung membuat perjanjian dengan developernya. Perjanjian tersebut adalah kamu bermain mengikuti sistem dan arahan yang ada, sementara game-nya memberikanmu pengalaman dan cerita yang menarik. Ketika bermain game, meksipun punya peran aktif, kamu berperan sebagai karakter yang kamu mainkan saat itu. Semua interaksi dan percakapan yang terjadi juga diarahkan ke karaktermu.
Namun beberapa game mencoba sedikit melanggar perjanjian tersebut dengan melakukan fourth wall break. Maksudnya adalah ketika bermain, akan ada momen di mana game-nya tidak berbicara ke karaktermu melainkan kamu sebagai pemain yang sedang duduk di depan layar.
Berbicara Langsung Ke Pemain
Fourth wall atau dinding keempat atau istilah dalam sebuah narasi. Ibarat sebuah pentas drama, dinding keempat adalah dinding tidak terlihat di mana kamu sebagai penonton menyaksikan cerita yang terjadi. Karena masih dianggap sebagai dinding, para aktor di atas panggung menganggap bahwa kamu tidak ada, sementara kamu sebagai penonton juga hanya perlu menyaksikan cerita yang berlangsung.
Meskipun jauh lebih interaktif dari medium cerita lain seperti film, game juga punya prinsip yang kurang lebih sama. Memang, di God of War kamu sebagai pemain melibas banyak makhluk yang setara dengan dewa, tapi di dalam game itu kamu adalah Kratos. Meskipun kamu punya peran aktif, ketika dialog cerita terjadi, NPC berbicara ke kamu yang sedang berperan sebagai Kratos, bukan kamu sebagai pemain di dunia nyata.
Namun beberapa game sempat mencoba berbicara ke kamu sebagai pemain.
Misalnya, di game lawas Tomb Raider, ada momen di mana Lara Croft akan masuk ke kamar mandi. Namun sebelum masuk, ia melihatmu dan melarangmu mengintip.
Padahal sepanjang permainan kamu mengendalikan Lara Croft.

Contoh lain, di Spec Ops: The Line, seiring progres permainan game-nya akan memperlihatkan loading screen dengan teks aneh seperti “apakah kamu sudah merasa seperti pahlawan?” Karena seiring progres cerita karaktermu melakukan tindakan yang terhitung sebagai kejahatan perang. Namun kalimatnya seolah mencoba bicara ke kamu sang pemain sebagai orang yang mengendalikan karakter di dalam game.
Kalau mau contoh yang lebih ekstrem lagi, ada Doki Doki Literature Club di mana salah satu karakternya sadar bahwa ia hanyalah karakter di game dan kamu sang pemain mengendalikan akhir cerita di game tersebut. Tidak hanya itu ia bahkan membaca nama dan menyebut nama akun Steam-mu. Bahkan kalau kamu merekam atau streaming, ia juga sadar bahwa kamu sedang membuka software seperti OBS.
Lalu ada juga Psycho Mantis di Metal Gear Solid. Ia tidak hanya mengubah pengaturan perangkatmu dan membuat layar permainan jadi gelap.
Ia juga bisa membaca isi memory card-mu dan mengeluarkan kalimat seolah menilai seleramu dalam bermain game.
Memaksa Pemain Untuk Bertanggung Jawab

Ada banyak alasan mengapa fourth wall break di game punya kesan tersendiri. Salah satu yang paling umum adalah membuat kamu sebagai pemain kaget. Namun di luar itu, reaksi yang bisa dihadirkan beragam.
Salah satu reaksi yang bisa muncul ketika game melakukan fourth wall break adalah kagum. Lara Croft yang menghajarmu ketika kamu mencoba mengintip tentu tidak disangka, tapi kamu mungkin hanya akan tersenyum kecil ketika interaksinya terjadi.
Namun yang lebih serius lagi, fourth wall break mencoba menyampaikan sebuah pesan dan mempertanyakan keputusanmu sebagai pemain.

Seperti yang kami sebutkan di atas, ketika bermain game, kamu bermain sebagai karakter dalam game. Karena itu kamu pasti merasa punya kekuatan untuk melakukan apa saja.
Toh konsekuensinya hanya ada di dalam game seperti game over atau kehilangan item. Ibarat jadi netizen, kamu tidak ragu menghina orang lain karena kamu tidak menggunakan nama asli.
Fourth wall break di game mencoba melepas topeng yang kamu gunakan di game. Kelakuanmu di dalam game tiba-tiba dipertanyakan langsung ke arahmu, dan di momen itu ‘dinding’ yang membuatmu merasa bisa melakukan apa saja jadi hilang. Bayangkan jika kamu misalnya seenaknya menembak siapa saja di game perang, lalu tiba-tiba komandan pasukanmu mempertanyakan tindakanmu sebagai pemain. Itulah yang sebenarnya terjadi ketika Spec Ops The Line memperlihatkan kalimat aneh di loadin screen-nya.
Meskipun bisa membuat pemainnya kaget, tidak banyak game yang bisa memanfaatkan fourth wall break. Sebaliknya fourth wall break mungkin justru merusak cerita dalam permainan karena kamu sebagai pemain harusnya tidak terlihat dan tetap menjalankan peranmu di panggung digital tersebut.

Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.