5 Game yang Gagal Diproduksi Karena Alasan yang Tidak Biasa


Ternyata, ada sejumlah game yang gagal diproduksi karena alasan yang tidak biasa. Bahkan ada yang karyawannya nyaris mati!

Game Gagal Diproduksi

Menciptakan game bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kerja keras dan ketelitian dalam pengembangannya. Terburu-buru membuat sebuah game atau memang tidak suka dengan proyeknya hanya akan menciptakan malapetaka. Banyak developer yang mengalami kegagalan karena hal tersebut.

Kegagalan yang paling parah, bahkan bisa membuat sebuah studio game mengalami kesusahan salah satunya adalah dari sisi finansial. Oleh sebab itu, membuat sebuah proyek seakan menjadi pertaruhan studio itu sendiri. Jika bagus dan memuaskan, maka akan mendapatkan keuntungan, begitu juga sebaliknya.

Kesulitan membuat video game bahkan kerap membuat beberapa studio game gagal meluncurkan game yang mereka kerjakan. Tapi, mereka memiliki sejumlah alasan yang dirasa tidak biasa. Kira-kira, alasan tidak biasa seperti apa? Dan game apa saja yang gagal diproduksi karena alasan itu?

1. Star Wars: Battlefront 3

Setelah dua game pertama Star Wars: Battlefront dirilis di tahun 2004 dan 2005, masuk akal jika akan muncul game ketiganya yang diperkirakan dirilis pada tahun 2006 atau 2007. Oleh sebab itu, LucasArt selaku pemegang lisensi menyewa Free Radical Design untuk menggantikan pengembang dari dua game sebelumnya yaitu Pandemic Studios.

Tapi di tahun 2008, setelah Battlefront 3 dikembangkan selama kurang lebih dua tahun, Free Radical mengumumkan bahwa mereka kehilangan hak untuk menyelesaikan game tersebut. Menurut salah satu pendiri perusahaan, Steve Ellis, Battlefront 3 telah selesai.

Tapi LucasArt tidak mau untuk mengeluarkan modal pemasaran yang diperlukan untuk mempromosikan game ini. Mereka juga mengklaim Free Radical tidak mengerahkan SDM yang memadai untuk mengembangkan game dan pengembangan ini terlewat dari tenggat waktu yang dijanjikan.

Jelas bahwa visi keduanya tidak selaras soal game ini sehingga akhirnya Battlefront 3 gagal diluncurkan.

2. Ant Simulator

Ant Simulator merupakan salah satu game yang tentunya bisa mewujudkan imajinasi kebanyakan orang ketika mereka menjadi semut. Proyek ini dipelopori oleh Eric Tereshinski, yang memperoleh US$4.400 dana pengembangan yang dia dapat dari Kickstarter.

Namun, pada awal 2016 Tereshinski memposting video yang mengumumkan bahwa dua mitra bisnisnya, Tyler Monce dan Devon Staley, telah menghabiskan dana awal dan juga sejumlah uang pengembangan tambahan.

BACA JUGA: Review Persona 5 Strikers – Gaya Persona Berbalut Rusuhnya Dynasty Warriors!

“Mereka diam-diam telah menghabiskan sebagian besar uang Kickstarter kami dan uang investasi Ant Simulator untuk minuman keras, restoran, bar, dan bahkan penari telanjang,” tuturnya.

Sementara itu, Monce dan Staley membantah klaim tersebut dan bahkan mempertimbangkan tindakan hukum, tetapi pada saat yang sama, produksi Ant Simulator tidak dilanjutkan karena dananya sudah habis.

3. Castlevania: Resurrection

Game ini pada awalnya dimaksudkan untuk dirilis pada bulan Maret tahun 2000. Game ini akan lebih berpusat pada aksi plus menjadi game Castlevania pertama yang dirilis di console Dreamcast. Sayangnya, game ini diam-diam dibatalkan.

Menurut salah satu petinggi yang mengerjakan game ini, Greg Orduyan, Konami tidak percaya dengan kemampuan Dreamcast secara menyeluruh dan mereka ragu dengan pasar dari console ini apakah akan ramai atau tidak.

Setelah dibatalkan proyek Resurrection, Dreamcast semakin dihajar ketika PlayStation 2 meluncur dan membuatnya benar-benar terbenam dalam persaingan console.

4. Animal Wars

Animal Wars adalah RPG aksi dari Factor 5 yang mulai dikembangkan pada tahun 2004 sebagai game eksklusif PlayStation 3. Game ini berfokus pada hewan antropomorfik yang bertarung satu sama lainnya di momen The Great War. Sayangnya, fokus Factory 5 tidak benar-benar ke game itu.

Sony menyuruh mereka mengerjakan proyek lain yaitu Lair yang sedang kesulitan dalam pengembangan. Mereka memotong dana untuk Animal Wars dan menyalurkannya ke Lair. Hasilnya, mereka tidak bisa menghandle Animal Wars karena dananya sudah terpakai yang menyebabkan game ini dibatalkan secara de facto.

5. Sonic X-Treme

Game Sonic X-Treme adalah game yang mulai dikembangkan pada tahun 1994 dan dimaksudkan untuk menjadi game Sonic the Hedgehog 3D pertama sekaligus menjadi game Sonic pertama untuk Sega Saturn. Proyek ini bisa dibilang sangat ambisius.

Sayangnya keterbatasan teknologi membuat penciptaan game ini tidak mulus karena 3D yang coba dikembangkan ternyata sulit untuk diprogram. Untuk memenuhi tenggat waktu ketat yang dikenakan pada tim pengembang, programmer Chris Coffin membatalkan sewa apartemennya dan pindah ke kantor, bekerja 16-20 jam per hari untuk menyelesaikan game ini.

Empat bulan sebelum tenggat waktu Sonic X-treme pada Desember 1996, Coffin mengidap pneumonia parah dan desainer Chris Senn menurun kesehatannya karena kelelahan. Mereka kehilangan berat badan yang cukup banyak sehingga keduanya dikatakan bisa saja mati dalam waktu enam bulan.

Jadi, dua bulan sebelum tenggat waktu, produser Mike Wallis menghentikan proyek ini dengan alasan tidak mampu untuk menyelesaikannya. Bahkan dua talenta terpenting di studio tak mampu melakukannya.

Dari sini kita tahu, bahwa budaya crunch atau lembur terlalu parah sudah ada sejak dulu ya.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos