Harvest Moon: Back to Nature adalah salah satu game klasik yang dikenal banyak orang, termasuk di Indonesia. Tapi setelah itu game tersebut seolah hilang ditelan zaman. Sekuelnya tidak pernah berhasil memberikan pengalaman dan kesan yang sama.
Baru di tahun 2013 Xseed kemudian membuat Harvest Moon: Friends of Mineral Town di Gameboy Advance dengan gameplay dan karakter yang hampir sama persis dengan Back to Nature. Kemudian di tahun 2016 seorang developer bernama Eric Barone membuat Stardew Valley yang sangat terinspirasi dari Back to Nature dan menggunakan banyak premis serta gameplay yang sama.
Bulan Juli lalu, Harvest Moon: Friends of Mineral Town kemudian mendapatkan remake bernama Story of Seasons (SoS): Friends of Mineral Town dengan grafis yang lebih modern. Itu artinya console modern punya dua game penerus Harvest Moon: Back to Nature. Tapi meskipun SoS: Friends of Mineral Town lebih mendekati pendahulunya, Stardew Valley adalah game yang lebih baik untuk genre ini.
Dua Game dengan Premis yang Sama

Stardew Valley dan SoS: Friends of Mineral Town punya premis dan elemen gameplay yang sangat mirip. Kamu bermain sebagai seorang pemuda dari kota yang mewariskan perkebunan milik kakekmu di sebuah kotak kecil. Karena sudah lama ditinggalkan, kamu harus bekerja keras untuk membuat perkebunan kembali ke masa jayanya.
Tapi selain itu, sebagai salah satu penghuni, kamu juga harus berinteraksi, menjalin hubungan baik, dan bahkan menikahi salah satu penghuni kota kecil tersebut.
Adapun yang membedakan kedua game ini adalah bagaimana masing-masing elemen gameplay bekerja serta diperlihatkan secara visual. Nah, untuk urusan visual, kedua game punya perbedaan yang sangat mencolok.
Stardew Valley memiliki grafis piksel di semua elemen permainan, mulai dari dunia, objek, sampai karakternya. Meskipun sederhana, grafis piksel ini tetap berhasil memperlihatkan setiap objek dengan jelas serta kepribadian dan ekspresi masing-masing karakter.

Sementara itu SoS: Friends of Mineral Town menggunakan grafis yang lebih modern. Dunia dan karakter in-game-nya menggunakan model tiga dimensi, dan potret karakter dalam dialognya menggunakan gambar kartun/anime. Masing-masing karakter juga punya penampilan yang cukup variatif, baik in-game maupun dalam potret dialog.
Visual adalah sesuatu yang sangat subjektif dan menurut saya kedua game cukup sukses memperlihatkan visual yang menarik dengan gayanya masing-masing. Tapi gaya visual SoS: Friends of Mineral Town yang lebih modern tentu lebih bersahabat di mata banyak orang dibanding grafis piksel Stardew Valley yang kadang masih diidentikkan dengan game jadul. Apalagi karakter gadis/bujang di SoS: Friends of Mineral Town juga terlihat lebih imut/lucu, berbeda dengan karakter di Stardew Valley yang terlihat lebih dewasa (tapi sebenarnya tidak kalah menarik).
Gameplay dan Sistem Progres yang Berbeda Zaman

Sayangnya, selain di aspek visual, SoS: Friends of Mineral Town tidak lebih baik daripada Stardew Valley.
Kedua game sebenarnya punya gameplay loop yang sama. Setiap harinya kamu akan menanam dan menyiram tanaman, mengurus hewan ternak, lalu mengumpulkan sumber daya lain seperti kayu atau membenahi area perkebunanmu. Setelah itu kamu bisa menambang bebatuan setelah mengisi kembali energimu, atau ke kota untuk berinteraksi sekaligus berbelanja. Lalu di hari-hari atau situasi tertentu kamu mungkin akan menghadiri festival atau menyaksikan character event. Setelah selesai beraktivitas kamu akan tidur dan melakukan hal yang sama di hari berikutnya.
Gameplay SoS: Friends of Mineral Town sendiri jauh lebih optimal dibanding pendahulunya yaitu Harvest Moon: Back to Nature. Tapi setelah optimalisasi itu pun Stardew Valley tetap memberikan pengalaman yang lebih lengkap dan variatif.

Saya rasa faktor utama yang membuat pengalaman gameplay kedua game jadi sangat berbeda adalah progres. Masing-masing game menjanjikanmu progres eksponensial: setelah menjual panen, kamu akan mendapatkan uang untuk membeli lebih banyak benih. Dari situ kamu bisa mendapatkan panen yang lebih besar dan mendapatkan uang yang lebih banyak, lalu menggunakannya untuk membeli hewan ternak yang akan memberikanmu penghasilan tambahan, dan seterusnya.
Progres di kedua game akan membuat pekerjaanmu sebagai pengelola perkebunan akan lebih banyak. Sayangnya SoS: Friends of Mineral Town tidak punya banyak opsi yang mempermudah tugas pemain yang semakin menumpuk. Ketika kamu menanam banyak benih, kamu harus meluangkan waktu lebih untuk menyiramnya. Ketika sudah punya 10 sapi, kamu tetap harus memerahnya satu per satu.
Di sisi lain Stardew Valley memberikanmu opsi untuk mempermudah tugas tertentu ketika kamu mendapatkan progres yang signifikan. Kamu bisa membuat sprinkler yang menyiram tanamanmu setiap pagi, jadi kamu punya waktu lebih untuk mengurus hewan ternak. Lalu jika kamu sudah punya banyak uang, kamu bisa membeli mesin yang mengambil semua hasil ternak seperti susu dan wol secara otomatis. Jadi kamu hanya perlu menyikat sapi dan dombamu sehingga kamu punya waktu untuk memberikan hadiah ke semua orang, atau menghabiskan waktu menambang.

SoS: Friends of Mineral Town juga seolah membatasi sejauh dan secepat apa pemain bisa mendapatkan progres. Selama bermain saya selalu kehabisan stamina dan harus berkali-kali menghabiskan banyak waktu untuk mengisinya. Akibatnya dari banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan setiap hari, kamu selalu mengorbankan satu atau dua di antaranya.
Sebagai contoh, saya hampir tidak pernah punya waktu untuk mengunjungi penghuni kota selain Ran, terutama di tahun pertama.
Masih banyak lagi masalah serupa yang bisa kamu temukan di SoS: Friends of Mineral Town. Semua barang sangat mahal, tapi harga jual panen rata-rata rendah terutama di masa-masa awal. Mendapatkan hadiah terbaik untuk penghuni kota tidak mudah, artinya menjalin hubungan dengan para penghuni ini perlu waktu sangat lama.
Semuanya terpusat pada satu masalah yaitu progres yang sangat lambat, terbatas, dan bahkan di beberapa momen tidak terasa rewarding.
Setiap elemen gameplay Stardew Valley juga lebih dalam dan “lengkap” dibanding SoS: Friends of Mineral Town. Misalnya, kedua game memintamu menanam benih dan menjual panennya, tapi di Stardew Valley kamu bisa mengubah panen tersebut jadi produk yang lebih mahal. Kedua game punya fitur menambang, tapi di Stardew Valley menambang juga disertai dengan fitur combat. Lalu jujur saja, kepribadian dan back-story karakter gadis/bujang di Stardew Valley juga lebih menarik. Karena sudah bermain Stardew Valley lebih dulu, konten SoS: Friends of Mineral Town terasa sangat minim.
Pengalaman yang Lebih Variatif

Satu lagi faktor yang membuat Stardew Valley lebih baik dari SoS: Friends of Mineral Town adalah variasi dan replayability. Ketika bermain SoS: Friends of Mineral Town, saya sama sekali tidak punya niat untuk bermain dua kali. Sementara itu di Stardew Valley saya punya paling tidak tiga save file, dan itu pun sebelum update besar beberapa bulan lalu.
Hadinya elemen RPG ringan di Stardew Valley membuatmu bisa memodifikasi kemampuan dan caramu bermain. Misalnya, kamu bisa bisa mendapatkan buff yang membuat dombamu bisa menumbuhkan wolnya lebih cepat. Ini otomatis membuatmu bisa membuat perkebunan yang fokus ke hewan ternak.
Mewujudkan perkebunan seperti itu juga memungkinkan karena di Stardew Valley kamu bisa memodifikasi perkebunanmu sesuka hati. Jika ingin fokus ke hewan ternak, kamu bisa membuat tiga bangunan kandang dan hanya menyisakan sedikit ruang untuk tanaman. Bahkan sebelum permainan dimulai pun kamu punya pilihan bentuk perkebunanmu. Kamu tidak punya opsi dan kebebasan yang sama di SoS: Friends of Mineral Town. Berapa kalipun bermain, kamu akan bermain dengan satu kandang sapi, satu kandang ayam, dan satu lahan luas untuk menanam benih.
Kesimpulan

SoS: Friends of Mineral Town bukanlah game yang buruk. Kamu tetap bisa have fun dengan bercocok tanam dan mengurus hewan ternak, serta berinteraksi dengan karakter-karakter lucu yang ada di kota kecil tempat tinggalmu. Sayangnya game ini masih terjebak dengan formula yang sama dengan game pendahulunya 20 tahun lalu, padahal genre ini sudah berevolusi dari segi gameplay.
Kamu mungkin akan tetap menyukai SoS: Friends of Mineral Town, terutama jika kamu pernah bermain Harvest Moon: Back to Nature dan ingin bernostalgia. Tapi jika kamu ingin mencari game serupa dengan pengalaman yang lebih lengkap, saya masih tetap merekomendasikan Stardew Valley. Apalagi secara harga Stardew Valley juga jauh lebih murah.
