Tidak terasa sudah enam bulan sejak Animal Crossing: New Horizons rilis di Nintendo Switch. Selama enam bulan tersebut, game ini langsung melejit dan menjadi salah satu game Nintendo paling sukses saat ini.
Enam bulan adalah waktu yang terbilang lama untuk sebuah game di era modern ini. Game baru terus muncul tiap harinya dan tren yang menarik perhatian pun berubah, bahkan di dalam ekosistem Nintendo sendiri. Saya pun mulai bermain game baru, entah itu yang rilis di Nintendo Switch atau platform lain. Tapi setelah enam bulan, saya tetap belum bisa berhenti bermain Animal Crossing: New Horizons meskipun hanya sesekali saja.
Sebuah Niat Membuat Pulau Impian

Sebelum mulai bermain Animal Crossing: New Horizons, saya sudah punya satu prinsip: at your own pace. Saya bermain tanpa time traveling, nyaris tidak pernah menggunakan fitur online-nya, dan bermain perlahan tapi pasti.
Tapi saya rasa pengalaman saya bermain game ini kurang lebih mirip dengan banyak orang. Selama seminggu atau sebulan pertama, kamu mungkin memainkan game ini selama beberapa jam dalam sehari. Selama seminggu atau sebulan awal tersebut kamu mungkin sangat sibuk membayar hutangmu ke Tom Nook, memperbesar rumahmu, melengkapi Critterpedia, hingga mencari penghuni baru di pulaumu.
Setelah membuka semua fitur yang tersedia, kamu mungkin mulai membayangkan dan membangun pulau impianmu. Kamu mulai mencari resep DIY untuk perabot atau barang yang kamu inginkan. Kamu menghabiskan waktu untuk Terraforming dan bongkar pasang perabotan, hingga menggunakan ratusan Nook Miles Ticket mencari karakter yang kamu inginkan untuk jadi penghuni pulaumu. Tidak tanggung-tanggung, kamu mungkin aktif dalam forum online untuk mencapai tujuan tersebut.

Tapi sampai titik tertentu, kamu mungkin mulai merasa jenuh.
Kamu sudah mencapai apa yang ingin kamu lakukan dan mulai kehilangan tujuan bermain Animal Crossing: New Horizons. Akhirnya kamu tidak lagi bermain setelah beberapa minggu. Kamu mungkin kembali untuk melihat update terbaru yang dihadirkan atau mencari serangga atau ikan yang hanya ada di bulan tersebut untuk melengkapi Critterpedia. Mungkin juga tidak, dan kamu sudah mulai bosan sebelum bisa melunasi semua hutang dari Tom Nook, atau bahkan tiga hari setelah pertama kali bermain.
Saya pun sama dengan banyak orang. Setelah cukup lama menyempatkan bermain paling tidak satu jam tiap harinya, saya mulai menggunakan waktu tersebut untuk hal lain atau bermain game lain. Tiga hari atau bahkan satu minggu tidak bermain Animal Crossing: New Horizons bukan lagi hal yang baru.
Ada Saat Dibutuhkan

Tapi meskipun tidak lagi bermain secara rutin, saya tidak bisa mengatakan suatu hari akan benar-benar melupakan Animal Crossing: New Horizons selamanya. Ratusan jam yang sudah saya habiskan di game ini akan terus bertambah, meskipun sedikit demi sedikit.
Animal Crossing: New Horizons bukanlah game yang sempurna. Ada banyak masalah dan kekurangan yang menurut saya harusnya diperbaiki/ditingkatkan seperti melakukan Crafting dalam jumlah banyak sekaligus atau distribusi resep DIY yang kadang menjengkelkan.
Selain itu seperti banyak orang, akan ada masa di mana saya sama sekali tidak menyentuh game ini dalam waktu lama karena banyak hal. Kamu mungkin disibukkan dengan pekerjaan atau prioritas lain, sedang memainkan game lain, atau mungkin jenuh dengan game ini. Saat artikel ini ditulis saja, saya sempat tidak bermain selama dua minggu.
Padahal terakhir kali bermain harusnya akan ada karakter yang masuk menjadi penghuni baru.

Tapi meskipun ditinggalkan dalam waktu lama, Animal Crossing: New Horizons pada akhirnya akan selalu menjanjikan satu hal: sebuah komunitas virtual di mana kamu bisa melakukan rutinitas santai tanpa tekanan.
Jujur saja, selama beberapa waktu, saya sempat mempertanyakan kenapa saya tetap bermain game ini. Kenapa saya harus memancing dan menangkap serangga jika saya sudah menangkap apa yang tersedia di bulan itu. Kenapa saya harus repot memberikan hadiah ke penghuni pulau jika mereka hanya memberikan barang yang tidak saya butuhkan. Kenapa saya harus repot menggali fosil jika koleksi museum saya sudah lengkap?

Tapi saat bermain kembali setelah dua minggu, saya kembali ingat bahwa seri Animal Crossing adalah game di mana kamu sejatinya sama sekali tidak punya objektif. Sebelum New Horizons rilis, saya bahkan menulis bahwa game ini ada untuk memberikanmu pengalaman melakukan hal yang mungkin membosankan, tapi di sebuah pulau yang tidak memberikanmu tuntutan apapun. Selain itu, apapun yang terjadi, selama apapun kamu pergi, kamu tetap salah satu penghuni pulau tersebut dan semua orang selalu menyambutmu dengan hangat.
Tidak bisa dipungkiri bahwa setelah beberapa puluh jam, saya tidak lagi terpukau dengan fitur dan hal-hal keren yang ada di game ini, serta tidak lagi menunggu dan mengharapkan apapun. Tapi menggantikan itu Animal Crossing: New Horizons berubah menjadi tempat untuk melepas penat dan kesibukan dunia nyata. Saat ini kamu mungkin tidak tertarik untuk memainkan kembali bermain Animal Crossing: New Horizons, and it’s fine. Tapi jika suatu hari kamu membutuhkan ruang virtual yang tenang dan indah, saya rasa game ini akan menemukanmu.

Hari ini, saya kembali bermain Animal Crossing: New Horizons setelah seminggu, dan salah satu penghuni pulau menyambut saya dengan kalimat di atas. Saya yakin ini tidak akan jadi kali pertama saya akan melihat kalimat tersebut dan kembali diingatkan mengapa Animal Crossing ini merupakan salah satu seri game tersukses yang dibuat oleh Nintendo.
