Tanggal 20 Februari 2020 lalu, Nintendo mengadakan presentasi khusus untuk Animal Crossing: New Horizons yang akan rilis tanggal 20 Maret nanti. Dalam presentasi Direct berdurasi 27 menit tersebut, Nintendo memperlihatkan fitur apa saja yang bisa kamu mainkan dan nikmati di game ini.
Kami sudah menjelaskan apa saja fitur yang berbeda di Animal Crossing: New Horizone dibanding judul sebelumnya dalam artikel terpisah. Khusus di artikel ini kami akan menjelaskan secara garis besar apa sebenarnya Animal Crossing dan apa saja yang bisa kamu lakukan di game ini. Tapi lebih penting dari itu, kami akan menjelaskan apa sebenarnya daya tarik di game yang sejak pertama kali rilis selalu punya judul baru untuk tiap konsol Nintendo.
Membangun Kota Di Sebuah Simulasi Sosial

Sejak pertama kali muncul, Animal Crossing adalah seri simulasi sosial. Ketika mulai bermain, kamu akan tiba di sebuah lokasi, biasanya sebuah kota. Tanpa memiliki apa-apa, kamu langsung disambut oleh Tom Nook yang menyediakan fasilitas yang kamu perlukan, entah itu rumah atau perlengkapan lainnya. Semuanya diberikan dalam bentuk utang yang nantinya harus kamu bayar.
Setelah mendapatkan starter kit dari Tom Nook, kamu bebas melakukan apa saja. Kamu bisa mengumpulkan apapun yang ada di alam bebas, membuat alat-alat dan bahkan perabotan rumah, dan memperindah tempat tinggalmu. Selain itu kamu juga bisa berinteraksi dengan berbagai penghuni kota. Masing-masing punya kepribadian dan hobi uniknya sendiri, dan mereka mengenalmu sebagai bagian dari kota tersebut.

Animal Crossing: New Horizons juga punya core gameplay yang sama. Satu poin penting yang jadi pembedanya adalah kamu akan memulai permainan di sebuah pulau terpencil. Rumah pertamamu adalah sebuah tenda yang disediakan oleh Tom Nook. Tapi di luar dari itu kamu tetap bisa mengumpulkan benda di alam bebas, membuat berbagai item, dan membuat tendamu lebih layak. Seiring waktu kamu akan kedatangan penghuni baru, yaitu karakter-karakter yang pernah muncul di game Animal Crossing sebelumnya. Kamu juga bisa membeli rumah (sekali lagi utang ke Tom Nook), mendekorasi rumah dan kotamu, berinteraksi dengan penghuni kota, dan seterusnya.
Jika kamu adalah pemain lama, dalam game ini kamu juga punya beberapa fitur baru yang menarik. Satu yang jadi sorotan kami adalah kamu bisa menghapus atau menambahkan petak tanah yang ada di pulaumu. Jadi kamu tidak hanya bisa mendesain rumah dan kotamu, tapi juga juga pulau tempat tinggalmu jadi makin indah.
Baca Juga: 5 Hal Yang Membedakan Animal Crossing: New Horizons Dari Pendahulunya
Apa Yang Seru Dari Game Yang Tidak Punya Tujuan?

Dalam banyak forum, banyak yang mengatakan bahwa Animal Crossing kurang lebih punya gameplay yang sama dengan seri Harvest Moon atau Stardew Valley. Tiap harinya kamu melakukan aktivitas harian yang membosankan mulai dari bercocok tanam, memancing, mengumpulkan buah, bicara dengan penghuni kota, dan seterusnya. Tapi meskipun sama-sama game yang membebaskan pemain bermain at their own pace, sebenarnya Animal Crossing punya perbedaan yang cukup mencolok.
Saat bermain Stardew Valley, kamu harus tetap mengelola sesuatu tiap harinya. Jika menanam sesuatu, kamu harus menyiramnya tiap hari, jika punya hewan ternak, kamu harus memberinya makan, dan seterusnya. Selain itu meskipun bisa kamu mainkan dengan pace yang kamu inginkan, Stardew Valley tetap punya misi jangka pendek dan jangka panjang yang cepat atau lambat bisa kamu selesaikan.

Nah, Animal Crossing sama sekali tidak memberikanmu urgensi sama sekali . Setelah menyelesaikan sesi tutorial, kamu langsung ditinggalkan begitu saja, bebas melakukan apa saja. Memang, kamu punya utang dengan Tom Nook, tapi ia tidak akan pernah mengejar atau mengingatkanmu untuk membayar. Di luar itu, tidak ada objektif atau apapun yang harus kamu kelola. Tidak ada stamina yang membatasi seberapa keras kamu bisa bekerja, tidak ada skor yang menilai hasil kerjamu, lalu karena waktu dalam game berjalan sama dengan dunia nyata, tidak ada tenggat waktu untuk apapun. Lakukan apapun yang kamu sukai.
Lantas, kenapa game yang tidak punya tujuan ini layak dibeli dan disukai banyak orang? Kenapa Nintendo sampai mau membuat Switch khusus edisi Animal Crossing dan membuat satu Direct khusus untuk game ini? Apa yang membuat game ini seru dan menyenangkan?

Salah satu alasan untuk bermain video game adalah escapism, alias keluar dari kesibukan dan stres dunia nyata dan rileks di dunia fantasi. Bagaimana caramu melakukannya tergantung dengan selera. Beberapa orang lebih suka masuk ke dunia fantasi dan menyelamatkan dunia, beberapa orang ingin bertemu dengan teman online dan mengumpulkan item dari mengalahkan monster, beberapa orang ingin memecahkan misteri sambil menikmati cerita yang menarik, dan masih banyak lagi. Animal Crossing juga punya tujuan yang sama, tapi secara spesifik dalam bentuk “cozy escapism”.
Animal Crossing memang tidak pernah punya tujuan akhir atau tujuan apapun. Ini karena kamu sendiri yang harus menentukan tujuanmu bermain. Lalu tergantung kondisimu saat itu, apa tujuanmu bermain dalam satu hari mungkin berubah.

Ketika mulai bermain, kamu mungkin ingin mengembangkan rumah dan kotamu jadi sangat. Tapi suatu hari kamu mungkin menjalani hari yang berat dan ingin menangkap serangga, menyiram tanaman, dan mengumpulkan buah. Di hari lain kamu mungkin merasa sangat kesepian dan hanya ingin ngobrol dengan penghuni kota untuk menghibur diri lalu bersantai di kedai kopi sambil mendengarkan musik akustik dari KK Slider.
Animal Crossing selalu berusaha memberikanmu sense of belonging, entah antara kamu dengan game atau antara kamu dengan kotamu dan penghuninya. Hingga hari ini, banyak pemain yang awalnya hanya bermain seiring waktu punya attachment dengan kota dan penghuninya.
Saat semakin sering berinteraksi dengan tiap penghuni kota, kamu mungkin makin peduli dengan minimal beberapa orang penghuni ini. Apalagi seiring waktu penghuni yang punya kepribadian unik ini juga punya dialog yang berbeda. Seiring waktu kamu jadi peduli dengan kota tempat tinggalmu karena kamu berkontribusi membuat kota ini terlihat lebih indah. Ketika mulai bermain, kamu mungkin tersesat dan harus sering melihat peta. Tapi seiring waktu, layaknya rumah dan lingkungan sendiri, kamu tahu lokasi semua tempat dan bergerak tanpa melihat peta sama sekali.
Seiring waktu, Animal Crossing berubah menjadi rumah kedua. Layaknya sebuah rumah dan lingkungannya, kamu akan sering bermain di sana dan berinteraksi dengan orang-orang yang kamu kenal.
Layaknya kehidupan nyata, suatu hari kamu mungkin pergi jauh sehingga tidak bermain dalam waktu lama, and that’s okay. Karena saat kamu membutuhkannya, kotamu dan para penghuninya selalu ada dan akan menyambutmu kembali.

Animal Crossing adalah game di mana kamu tidak akan pernah punya urgensi untuk melakukan apapun. Kamu adalah satu anggota masyarakat di dalam kota yang kamu kembangkan. Kotamu yang tenang tidak akan pernah dilanda bahaya atau konflik yang berujung kehancuran.
Tapi suatu hari saat kamu perlu momen yang tenang untuk keluar dari hari yang berat, Animal Crossing akan menemukanmu saat kamu membutuhkannya.
Kamu mungkin tetap tidak akan menyukai Animal Crossing, that’s okay. Tapi jika kamu ingin mencari game yang memberikanmu escapism yang tidak melibatkan strategi, kekerasan, senjata api, dan ledakan, Animal Crossing: New Horizons yang rilis tanggal 20 Maret 2020 nanti mungkin game yang cocok untukmu.
