Deretan 5 Game Horor yang Mendapatkan Pencekalan di Mancanegara


Sejumlah game horor harus merasakan larangan untuk dijual di beberapa negara karena saking mengerikannya. Australia jadi yang paling vokal melarang!

Game horor yang Mendapat pencekalan di Mancanegara

Menciptakan sebuah game horor tentu menjadi impian para developer game. Dibutuhkan riset mendalam dengan sejumlah formula yang tepat agar bisa menciptakan game horor kelas atas yang mengerikan.

Salah satu cara adalah bekerjasama dengan orang-orang yang sudah lama berkecimpung di industri horor baik film maupun game seperti yang dilakukan Hideo Kojima ketika bekerjasama dengan Guillermo del Toro misalnya ketika membangun Silent Hill P.T.

BACA JUGA: Game PC Terbaru yang Wajib Dimainkan Bulan Mei 2020

Namun jika membuat game yang terlalu mengerikan juga ternyata memiliki konsekuensi yang tak terkira. Konsekuensinya bahkan tak main-main, karena sebuah game horor bisa mendapatkan banned di berbagai negara karena dianggap terlalu mengerikan. Salah satu negara yang kerap melarang adalah Australia yang dikenal memang sangat selektif.

Sudah ada beberapa game horor yang menjadi korban dari konsekuensi ini. Kira-kira apa saja? Berikut daftar game yang mendapatkan banned di mancanegara.

1. Silent Hill: Homecoming

Silent Hill merupakan salah satu game yang konsisten mampu menciptakan teror untuk para gamer. Oleh sebab itu seri ini selalu berada di hati para gamer. Sebagai salah satu franchise horor legendaris, Silent Hill dianggap selalu punya lore dan formula yang solid. Salah satu game Silent Hill yang jadi perbincangan di masa lalu adalah Silent Hill: Homecoming yang dirilis tahun 2008.

Karena memiliki formula yang cukup mengerikan di dalamnya, Silent Hill: Homecoming tak lolos sertifikasi di Australia. Kantor Klasifikasi dan Sastra Australia keberatan dengan salah satu adegan di game ini yang menampilkan pertarungan protagonist bernama Alex dan Margaret Holloway yang berakhir sangat tragis dan mengerikan.

Tak hanya Australia, di Jerman juga Silent Hill: Homecoming kabarnya dilarang untuk dijual. Akhirnya untuk berkompromi dengan pasar Australia dan Jerman, Konami memberikan versi yang sudah disensor beberapa bulan kemudian. Adegan tersebut diedit sehingga tindak kekerasan yang mengerikan bisa disembunyikan.

Namun sayangnya, di Jerman masih ada gamer yang bandel dengan membeli versi orisinal yang tanpa sensor hingga akhirnya pihak berwenang banyak melakukan penyitaan.

2. Left 4 Dead 2

Australia memang terkenal sebagai salah satu negara yang sangat selektif menyaring unsur hiburan di mana salah satu game horor, Left 4 Dead 2 juga mendapatkan larangan untuk diluncurkan di sana. Pihak berwenang Australia menganggap bahwa kekerasan di Left 4 Dead 2 nampak sangat realistis sehingga gagal memenuhi syarat.

BACA JUGA: Beberapa Tips Sederhana Sebelum Membeli Sebuah Komponen PC

Valve selaku developer dari game ini membela diri dengan argumentasi mereka beberapa minggu usai Left 4 Dead 2 rilis. Tapi sayangnya pihak berwenang Australia tetap kukuh pada pendirian. Karena sudah buntu, Valve akhirnya menghilangkan scene berbau pemenggalan kepala, luka, dan tumpukan mayat di Left 4 Dead 2. Namun pada Agustus 2014, pihak Australia mengklasifikasikan game tanpa sensor ke dalam R18+ dan sudah memperbolehkannya dijual bebas. Perlu diketahui, awalnya rating paling tinggi di Australia hanya sampai MA15+ namun di tahun 2013, mereka memperkenalkan tingkatan R18+.

3. Outlast 2

Red Barrels sukses mengembangkan game Outlast II di mana game ini dianggap sebagai salah satu game horor paling mengerikan yang pernah dirilis. Menggunakan sebuah organisasi menyeramkan sebagai tokoh jahat, game ini banyak memasukan simbol-simbol mengerikan. Memang sejauh yang kita tahu, rilisnya Outlast II tidak ada hal kontroversi sama sekali kecuali di Australia.

Ya, lagi-lagi Australia di mana akhirnya Outlast II di banned karena kesalahan Red Barrels sendiri. Mereka salah mengirimkan data Outlast II di mana yang dikirimkan ke pihak berwenang untuk ditinjau adalah versi Alfa yang berisikan banyak hal brutal. Bahkan Red Barrels sendiri mengatakan jika sebenarnya bagian mengerikan itu sudah dihapus dari game versi retail-nya karena saking mengerikannya.

Dua hari setelah pelarangan, Red Barrels mengirimkan copy data yang benar hingga akhirnya Outlast II boleh dirilis dengan rating R18+.

4. Devotion

Punya kualitas yang sangat luar biasa namun memiliki satu hal yang memalukan hingga akhirnya Devotion di banned di sana sini. Ya, game ini bahkan ditendang dari Steam akibat perlakuannya pada pemimpin China, Xi Jinping.

Devotion memasukan sebuah easter egg di mana ada tulisan dalam bahasa China yang artinya Xi Jinping Winnie the Pooh. Easter Egg tidak hormat ini akhirnya membuat Devotion harus di banned dari China bahkan meski sudah minta maaf, mereka harus merasakan tergusur dari Steam.

Padahal jika menilik kualitas yang ditawarkan oleh Devotion, game ini punya kualitas jempolan dari sebuah game horor. Namun kualitas dan kerja keras developer-nya harus dibayar mahal karena bercandaan mereka yang mendiskreditkan orang lain apalagi ini adalah seorang petinggi negara.

5. F.E.A.R 2: Project Origin

F.E.A.R 2: Project Origin merupakan salah satu game yang awalnya tak bisa dijual di Australia. Ya, pihak berwenang melarang game ini untuk diluncurkan karena adanya adegan mengerikan seperti menggorok leher bahkan sampai banyaknya cipratan darah di layar. Pada akhirnya F.E.A.R 2: Project Origin dilarang dijual untuk sementara karena tak memenuhi klasifikasi rating MA15+

Hal ini memicu berbagai reaksi dari banyak pihak mengingat Australia banyak melarang game bertema horor namun tetap meloloskan game dengan kekerasan luar biasa seperti Grand Theft Auto dan Gears of War misalnya.

Akhirnya beberapa bulan kemudian pihak berwenang di sana sepakat untuk memperbolehkan F.E.A.R 2: Project Origin untuk dijual dengan rating MA15+.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos