Assassin’s Creed Valhalla merupakan salah satu game yang banyak diperbincangkan saat ini oleh gamer. Setelah Ubisoft melepaskan trailer super cantik, gamer banyak yang mempertimbangkan untuk membelinya terlebih game ini digadang-gadang sebagai akhir atau pelengkap dari The Ancient Trilogy yang sebelumnya sudah direpresentasikan oleh dua game Assassin’s Creed yaitu Assassin’s Creed Origins dan Odyssey.
BACA JUGA: 5 Viking Legendaris Ini Bisa Saja Muncul di Assassin’s Creed Valhalla
Bicara soal Assassin’s Creed Valhalla, yang menarik adalah bahwa game ini sepertinya tetap akan membawa pendekatan Assassin’s Creed RPG seperti dua game sebelumnya yaitu Origins dan Odyssey. Sebagai fans Assassin’s Creed yang selalu mengikuti kisah dari game ini, ada beberapa mekanisme lawas yang diharapkan kembali karena sudah cukup solid dan menarik.
Lantas kira-kira apa saja mekanisme lawas tersebut? Berikut ulasannya menurut Gimbot.
1. Menyelinap dengan Kerumunan

Dulu, salah satu hal yang benar-benar menarik dari game ini adalah menyelinap dan melebur dengan kerumunan. Menyelesaikan misi dengan melakukan penyelinapan adalah salah satu hal yang benar-benar merepresentasikan seorang Assassin.
Bahkan untuk menciptakan kerumunan, terkadang kita bisa menyewa beberapa NPC untuk menjadi barikade kita. Semakin canggihnya Anvil Engine, Ubisoft membawa kerumunan NPC yang lebih banyak sehingga membuat mekanisme ini makin solid.
Sebagai contoh, di Assassin’s Creed Unity, kita bisa melebur dengan para demonstran hanya untuk membunuh seorang pimpinan Templar!
2. Plot yang Difokuskan pada Ordo Assassin

Harus diakui bagian paling mengecewakan dari perkembangan Assassin’s Creed adalah Ubisoft sudah tak lagi fokus pada perkembangan cerita soal ordo Assassin. Di masa lalu, Ordo Assassin selalu menjadi fokus utama dan selalu diperlihatkan perkembangannya. Kita diperlihatkan banyak cerita mengenai seorang jagoan amatir hingga akhirnya bangkit dan menjadi seorang Assassin tangguh.
BACA JUGA: Spoiler Alert! Ini 5 Antagonis yang Membunuh Karakter Penting di Video Game
Seperti kisah heroic Ezio Auditore yang berasal dari anak manja menjadi seorang master Assassin atau cerita Edward Kenway dari seorang pemburu hadiah justru malah menjadi Assassin tangguh nan legendaris. Memfokuskan kembali cerita ke Ordo Assassin’s akan menjadi sebuah fans service yang tak terkira tentunya khususnya bagi para penggemar berat.
3. Eagle Vision Versi Lawas
Di Assassin’s Creed terbaru, Ubisoft memperkenalkan sistem Eagle Vision yang benar-benar memberikan kontrol terhadap burung elang di udara untuk melihat posisi musuh. Memang cara ini merupakan cara yang keren dalam mengembangkan Eagle Vision. Namun tak salah juga jika akhirnya Ubisoft membawa Eagle Vision versi lawas ke dalam Assassin’s Creed Valhalla.
Dengan Eagle Vision versi lawas, permainan stealth akan lebih cepat dan taktis dibandingkan mengandalkan burung elang yang terbang di udara. Meski kurang relevan, namun Eagle Vision versi lawas memiliki keunikannya tersendiri.
4. Opsi untuk Tidak Menyelesaikan Misi Sampingan
Salah satu kritik besar terhadap Origins dan Odyssey adalah bahwa di game tersebut kita harus melakukan grinding mati-matian karena terlampau sulitnya musuh. Sistem RPG dan level memang mendorong hal seperti ini terjadi di mana kalian yang ingin mengalahkan musuh yang kuat harus memiliki level yang sepadan dengan musuh.
Untuk menjadi kuat, selain menyelesaikan misi utama, melahap misi sampingan yang terkadang membosankan menjadi kewajiban. Oleh sebab itu, mengembalikan misi sampingan yang bebas untuk diselesaikan atau tidak tentu akan menjadi daya tarik tersendiri.
Tapi sepertinya jika Ubisoft stick pada sistem RPG, mekanisme menghindari misi sampingan tetap tak bakal bisa dilakukan. Karena sejago-jagonya kalian bertarung, jika level masih di bawah musuh, kematian rentan menghampiri.
5. Parkour dan Climbing

Di Assassin’s Creed zaman dulu, Ubisoft selalu memfokuskan pada aksi parkour dan climbing. Salah satu yang rutin dimasukan adalah menyelesaikan puzzle untuk terus melakukan parkour dan climbing. Kalian wajib mencari jalan meski sedang dalam keadaan tergelantung atau sekadar memasukan cutscene dramatis untuk memperlihatkan betapa kerennya karakter utama.
Namun semenjak Origins dan Odyssey diperkenalkan, parkour dan climbing seakan mulai ditendang dari Assassin’s Creed yang membuat aksi dari sang jagoan begitu hambar karena lebih banyak menyelesaikan puzzle di darat dan tak ada aksi menawan saat bergelantung.
