Memberikan impresi awal melalui trailer adalah salah satu senjata utama para developer untuk menarik minat para gamer membeli game buatan mereka. Digarap dengan sinematik yang mahal dengan berbagai angle menarik sudah menjadi hal biasa bagi para developer ketika memasarkan game mereka. Tapi sayangnya, ada beberapa developer yang ingkar terhadap kepercayaan gamer.
BACA JUGA: Beberapa Tips Sederhana Sebelum Membeli Sebuah Komponen PC
Alih-alih menyajikan visualisasi kelas satu seperti pada saat melemparkan trailer, para developer justru malah melemparkan visualisasi yang jauh dari harapan. Berbagai downgrade dilakukan oleh sang developer. Entah apa alasannya, hanya terkadang dengan menurunkan kualitas tersebut kerap membuat gamer kecewa.
Beberapa mampu bangkit dari hujatan sementara beberapa lagi tenggelam di dalam hujatan. Lantas apa saja game yang mengalami penurunan kualitas ketika rilis? Berikut ulasannya.
1. The Witcher 3: Wild Hunt
CD Projekt Red pernah mendapatkan kritikan ketika merilis The Witcher 3: Wild Hunt. Game yang rilis tahun 2015 ini memberikan trailer pertamanya dengan visual yang sangat cantik bahkan membuat banyak gamer terpukau karenanya. Trailer pertama diluncurkan CD Projekt pada tahun 2013.
Visual sinar matahari, tendangan Roach ke tanah, dan berbagai efek physic lainnya membuat game ini menjadi game yang ideal dari segi visual di PlayStation 4. Bahkan untuk karakter Geralt sendiri dibuat dengan sebaik mungkin. Tapi kemungkinan semuanya berubah ketika rilis.
Pada saat dirilis, visualisasi cahaya yang hebat dalam trailer diubah. Bahkan tak hanya dari tata cahaya, efek partikel juga dikurangi. CD Projekt juga mengklaim pengurangan visual itu dilakukan karena ada masalah pada internal. Belum lagi masalah optimisasi terhadap console juga cukup sulit dilakukan.
Untungnya meski sudah dikurangi sana-sini, visualisasi dari The Witcher 3: Wild Hunt tetap memukau. Kualitas cerita, gameplay, dan yang lainnya juga digarap dengan baik.
2. Anthem
Kasus Anthem adalah salah satu kasus yang menarik dan bahkan banyak praktisi industri game mengkritisi hal ini. Anthem memiliki gameplay trailer yang sangat dahsyat namun ketika open beta, game ini mendapatkan kritik hingga akhirnya ramai dibicarakan oleh gamer dan media. Ternyata terkuak jika trailer yang disuguhkan bukanlah footage asli dari Anthem. Bahkan sang developer sendiri saat itu mengaku belum tahu alur game itu mau di bawah ke mana.
BACA JUGA: 5 Mekanisme Gameplay Paling Pasaran yang Ada di Industri Game
Memang jika dilihat, trailer Anthem mengapa bisa jadi hype karena visualisasinya benar-benar luar biasa. Dari tata cahaya dan desain armor para robotnya terlihat dahsyat untuk menggoda gamer. Anthem akhirnya jatuh akibat hujatan dari para gamer membuat proyek yang satu ini hancur lebur di pasaran.
3. Watch Dogs
Salah satu yang membuat tahun pertama Ubisoft di console PlayStation 4 hancur lebur. Ya, selain kegagalan Assassin’s Creed: Unity karena dirilis penuh masalah, Ubisoft juga dihujat karena memberikan visualisasi Watch Dogs yang tak sesuai dengan trailer.
Dalam trailer Watch Dogs, diperlihatkan bahwa visual sangat natural dan terlihat dramatis ketika hujan datang. Belum lagi efek partikel dan physic yang benar-benar membuat kita sebagai gamer berteriak kegirangan. Namun ketika dirilis, semua efek tersebut dikurangi dan Watch Dogs terlihat biasa saja.
Pada saat dirilis di pasaran, Watch Dogs tidak memiliki efek dramatis ketika hujan datang plus ditambah game ini memiliki misi yang monoton. Lengkap sudah hujatan yang diberikan fans kepada Ubisoft. Untungnya setelah belajar dari kesalahan, mereka merapikan konsep visual menjadi jauh lebih baik ketika merilis Watch Dogs 2.
Sejak saat itu Watch Dogs hidup lagi menjadi game yang dipuja dan ditunggu kedatangannya oleh gamer.
4. Mass Effect: Andromeda
Tak bisa dipungkiri bahwa Bioware sukses menggarap trilogy Mass Effect dengan sangat baik. Bahkan game penutupnya yaitu Mass Effect 3 mendapatkan sambutan yang luar biasa meski ada masalah di bagian ending. Namun kemudian Bioware datang dengan kejutan ketika mereka memperkenalkan Mass Effect: Andromeda.
Kerennya, visual yang ditawarkan di trailer sangat bagus mulai dari bayangan yang mulus, pencahayaan yang realistis, animasi wajah yang mirip seperti manusia asli, hingga detail kecil di bagian baju membuat gamer banyak menunggu game tersebut.
Tapi sayangnya, ketika versi retail-nya meluncur, Mass Effect: Andromeda dipenuhi berbagai jenis masalah dari sisi visual. Glitch yang berulang-ulang membuat visual dari game ini hancur lebur. Gilanya, beberapa karakter yang muncul di layar terkadang hilang ketika cutscene membuat pengalaman memainkannya menjadi pengalaman yang terburuk.
5. The Division
Ubisoft memang seakan terkenal dengan kenakalannya melakukan penurunan kualitas pada game-nya. Selain Watch Dogs, ada satu game lain yang mengalami downgrade habis-habisan. Memang sejatinya developer yang mampu memberikan trailer sinematik dan gameplay terbaik adalah Ubisoft. Namun di masa lalu, mereka kerap melakukan downgrade kepada game yang mereka janjikan bakal memiliki visual bagus.
Diperkenalkan di E3 2013, The Division memiliki visualisasi juara dengan banyak sekali partikel yang mencerminkan keadaan post apocalyptic di game tersebut. Nyatanya ketika rilis, banyak efek yang dihilangkan sehingga membuat visual yang terlihat sangat jauh dibanding versi demo.
