Beberapa Detail Menarik Seputar The Dark Pictures: Little Hope


The Dark Pictures Anthology: Little Hope dari Supermassive Games membawa beberapa detail menarik untuk diketahui. Berikut ulasannya.

Little Hope

Supermassive Games merupakan salah satu developer yang berhasil mencuri perhatian gamer lewat formulanya yang begitu mengesankan. Ya, mereka adalah developer yang menggabungkan horor, narasi, dan pilihan dalam waktu bersamaan. Kurang lebih apa yang dibawa oleh Supermassive Games mirip dengan apa yang dimiliki oleh Quantic Dream.

Bedanya, jika Quantic Dream lebih membahas mengenai misteri yang berpusat pada kepolisian dan pembunuhan, di sini Supermassive lebih fokus ke arah horor namun dengan narasi dan penokohan kuat yang dimiliki oleh Quantic Dream.

Sukses menggebrak dengan game Until Dawn, mereka kemudian membuat sebuah seri baru bernama The Dark Pictures Anthology Series dengan seri pertama mereka berjudul Man of Medan. Meski banyak kritik, namun game ini diapresiasi oleh sejumlah gamer dan kritikus.

BACA JUGA: 5 Viking Legendaris Ini Bisa Saja Muncul di Assassin’s Creed Valhalla

Kini, mereka sudah menyiapkan game kedua dari The Dark Pictures Anthology yaitu Little Hope. Jika menilik dari trailer, game ini terlihat lebih mengerikan dibanding pendahulu-pendahulunya. Supermassive juga sudah melemparkan trailer terbaru dari game ini. Sejauh ini ada beberapa hal menarik yang bisa kita bahas dari Little Hope. Berikut ulasannya!

1. Menyatukan Kisah Kelam Masa Lalu ke Masa Kini

Little Hope

Yang membuat Little Hope lebih menarik dari Man of Medan adalah game itu membawa pendekatan masa lalu dan masa kini. Kisah awal dari game ini menceritakan keadaan Kota New England usai melakukan hukuman mati pada penyihir di abad ke-17. Usai melakukan hukuman ini, Kota New England menjadi kota yang mengerikan.

Nah, gamer akan memainkan sekelompok anak remaja di masa kini untuk menguak apa yang terjadi di sana. Namun sekali-kali, gamer akan diajak untuk menyaksikan kengerian hukuman pada penyihir dan sebuah keluarga di tahun 1970-an. Keduanya memiliki koneksi menarik yang membuat cerita makin solid.

2. Will Poulter akan Ambil Bagian

Little Hope

Kalian yang pernah menonton film-film kenamaan seperti The Maze Runner, Midsommar, dan Detroit tentu tak akan asing dengan aktor bernama Will Poulter. Khusus di The Maze Runner, Will memainkan peran yang cukup vital. Kehebatan akting Will bakal dibawa ke game Little Hope sehingga dialog dan aksi sinematik di game ini akan lebih baik dari game-game sebelumnya.

BACA JUGA: Siap Memukau! Ini Beberapa Hal Menarik dari Assassin’s Creed Valhalla

Yang menarik dilihat adalah Will akan memainkan dua sosok di mana dia harus menjadi karakter kekinian dan menjadi karakter abad ke-17 yang tentu saja memiliki perbedaan signifikan. Diperkuat oleh aktor kenamaan, kualitas Little Hope diharapkan lebih dahsyat dari Man of Medan.

3. Perbaikan Dilakukan Supermassive

Meski sukses dari segi kritik dan penjualan, Man of Medan kenyataannya masih jauh dari kata sempurna karena ada beberapa hal yang dikeluhkan oleh banyak gamer. Oleh sebab itu, demi mendapatkan banyak fans untuk karyanya dan juga agar membuat game Little Hope bisa lebih baik dari pendahulunya, Supermassive melakukan sejumlah perubahan.

Salah satu perubahan yang dilakukan adalah memperhalus animasi agar lebih natural dan tak terlihat kaku. Sudut pandang kamera juga dibuat agar lebih baik dan memanjakan gamer. Selain itu soal kamera, Supermassive juga akan meracik sedemikian rupa agar jumpscare lebih menegangkan.

Tak hanya soal animasi dan kamera, QTE juga akan dibuat lebih baik. Banyak gamer mengeluhkan QTE yang tiba-tiba datang di Man of Medan sehingga menyulitkan gamer. Di Little Hope, Supermassive akan membuat QTE datang lebih mulus sehingga gamer tak lagi kesulitan mengeksekusinya. Pengaruh QTE pada jalan cerita juga akan dibuat lebih baik lagi.

4. Little Hope Terinspirasi dari Banyak Karya Besar

Little Hope

Salah satu hal yang membuat gamer wajib sekali memantau game ini adalah bahwa Little Hope terinspirasi dari banyak karya besar dan legendaris. Karya ini terinspirasi dari The Crucible karya Arthur Miller. Selain itu, The Witch, The Blair Witch Project, Hellraiser, It Follows, dan masih banyak lagi.

Dari industri game sendiri, Kota New England terinspirasi dari kota mengerikan yang tak asing lagi mata para gamer yaitu Silent Hill. Penggabungan karya-karya luar biasa ini tentu akan membuat Little Hope lebih superior.

5. Akan Dirilis pada Musim Panas 2020

Buat yang bertanya kapan game ini bakal rilis menyambut kalian? Supermassive mengatakan bahwa game ini akan meluncur pada musim panas 2020. Itu artinya, game ini akan diluncurkan sekitar bulan Juni meskipun untuk tanggal pastinya masih belum diumumkan Supermassive.

Game ini sendiri nantinya bakal diluncurkan ke tiga platform terkenal yaitu PlayStation 4, Xbox One, dan tentunya PC.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos