Alasan Cinta dan Benci pada Uncharted: Drake’s Fortune


Uncharted: Drake's Fortune merupakan game pembuka dari seri Uncharted. Ada beberapa hal dari game ini yang membuat saya sebagai gamer cinta sekaligus benci!

Alasan Cinta dan Benci Drake Fortunes

Uncharted! Jika membicarakan seri yang satu ini tentu yang ada di kepala para gamer adalah mengenai kualitasnya yang sangat bagus. Tak mengherankan jika Uncharted sudah dianggap sebagai salah satu seri paling menarik di industri game. Naughty Dog sejak awal memang tak setengah-setengah dalam mengembangkan Uncharted.

Bahkan di seri-seri terakhirnya, game ini disebut-sebut sebagai salah satu game aksi platformer terbaik yang pernah dibuat. Visualisasinya pun dianggap oleh sejumlah kritikus sebagai game yang mampu merepresentasikan kecanggihan PlayStation 4. Pendapat tersebut tentu tidak salah dan saya setuju dengan ungkapan tersebut.

BACA JUGA: Perlu Tahu! 5 Fitur Rahasia Menarik yang Ada di PlayStation 4

Penasaran dengan keseluruhan seri ini, saya akhirnya mendapatkan kesempatan gratis untuk mencicipinya. Beberapa hari yang lalu Sony memberikan Uncharted: Nathan Drake’s Collection sebagai game gratis. Uncharted: Nathan Drake’s Collection berisikan tiga game Uncharted di PlayStation 3 yang di remake dengan sedemikian rupa hingga memiliki kualitas yang lebih baik.

Saya mencobanya dari seri pertama yaitu Uncharted: Drake’s Fortune. Saya terkejut karena banyak hal yang tak saya rasakan seperti ketika memainkan Uncharted 4: Thief’s End. Ada perasaan cinta dan benci ketika memainkan Uncharted: Drake’s Fortune. Lantas apa yang membuat saya cinta dengan game ini dan di sisi lain, apa yang membuat saya benci pada game tersebut? Berikut adalah ulasannya.

Apa yang Membuat Saya Cinta?

Ada beberapa hal yang membuat saya cinta pada game pertama dari seri Uncharted ini. Bahkan saya merasa di eranya, mungkin tak ada yang mampu menyaingi keberadaannya bahkan Tomb Raider sendiri sebagai salah satu game aksi platformer terbaik yang pernah ada meski akhirnya di tahun 2013, Tomb Raider berhasil mengembalikan kedigdayaannya untuk menyaingi Uncharted dengan mengubah seluruh mekanisme dari game itu sendiri.

Lantas kira-kira apa saja yang membuat saya cinta dengan seri ini? Pertama adalah game ini memiliki visual yang baik. Saya tidak tahu bagaimana dengan visual Uncharted: Drake’s Fortune yang asli yang rilis di PlayStation 3. Namun untuk versi remaster ini, visual yang ditawarkan sudah cukup baik dan cukup mampu disandingkan dengan game-game PlayStation 4 pada umumnya.

Kombinasi warna dibuat lebih cerah dan ekspresi karakter dibuat terlihat mungkin hingga membuatnya tampak realistis. Selain itu, masih dari segi visual, efek seperti ledakan dan bayangan juga digarap dengan sebaik mungkin hingga memanjakan kita para gamer. Uniknya, dengan mengaktifkan HDR, visual akan semakin terlihat lebih tajam dan jernih dari biasanya.

BACA JUGA: Revolusioner! 5 Special Attack Terbaik di Game Final Fantasy

Kemudian faktor kedua yang membuat saya cinta dengan game ini adalah frame rate yang dimiliki berada di angka 60FPS sehingga setiap gerakan dan perputaran kamera terlihat sangat halus. Untuk urusan frame rate ini memang sudah seharusnya ditingkatkan karena spesifikasi PlayStation 4 jauh lebih tinggi dari PlayStation 3.

Dengan frame rate 60FPS, bermain game ini menjadi lebih baik sensasinya dan tidak cepat membuat pusing terutama bagi saya yang sudah terbiasa bermain game dengan frame rate tinggi. Kemudian di faktor ketiga, yang membuat saya cinta dengan game tersebut adalah unsur aksi yang ada di game ini benar-benar memanjakan gamer.

Sekarang saya mengerti kenapa Tomb Raider di masa lalu berhasil dikalahkan oleh Uncharted. Salah satunya karena ada banyak sekali momen menegangkan dengan angle menarik yang dibuat di Uncharted membuatnya memiliki visual seperti sebuah film laga beranggaran besar. Belum lagi ada momen kejar-kejaran dengan musuh menggunakan mobil yang juga membuatnya semakin enak dipandang.

Kemudian faktor keempat adalah game ini punya dialog dan voice act yang baik. Uniknya, tanpa disangka, Naughty Dog memasukan bahasa Indonesia ke dalam dialog dari game ini. Meski bahasa Indonesia-nya terasa seperti sebuah Google Translate namun hal ini tetap patut diacungi jempol. Melalui dialog yang baik, kita juga bisa mengira-ngira sifat dari tiap-tiap karakter. Dialog dan voice yang baik juga membuat game ini semakin mirip dengan film.

Uncharted

Faktor kelima adalah soal sound design yang sangat bagus dibuat oleh Naughty Dog. Memang ketika remaster ini meluncur, salah satu yang dijanjikan mengalami perbaikan adalah dari segi suara yang dibuat menjadi surround. Setiap efek ledakan, langka kaki, nafas karakter, dan suara tiap-tiap tembakan dibuat dengan baik yang mencerminkan bahwa meski lawas, game ini memang game aksi berkualitas tinggi.

Kemudian di faktor terakhir adalah soal ceritanya yang dibuat semenarik mungkin. Meski di game ini secara garis besarnya adalah menceritakan pencarian harta karun Sir Francis Drake, tapi Naughty Dog dengan cerdas memasukan beberapa twist plus hal-hal menegangkan yang membuat gamer menerka-nerka apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Bagi yang mencari game dengan cerita terbaik, kalian wajib melirik game yang satu ini. Kira-kira itulah hal yang membuat saya cinta dengan game Uncharted: Drake’s Fortune. Sekarang giliran membahas beberapa hal yang membuat saya benci dan memaki game ini. Berikut ulasannya.

Apa yang Membuat Saya Benci?

Hal pertama yang membuat saya benci memainkan game ini adalah check point dari game tersebut terkadang terlampau jauh. Ada satu titik di mana kita tewas dan harus mengulang beberapa bagian melalui check point yang sangat jauh. Yang paling sering terjadi adalah ketika kita menghadapi gerombolan musuh dan kemudian tersisa satu musuh yang mampu membuat kita tewas, maka kita akan mengulangnya dari awal untuk memusnahkan gerombolan tersebut.

Bagian ini cukup konyol dan buat sebagian orang, kalian pasti akan mengumpat ketika merasakan hal tersebut. Ada baiknya check point seharusnya dibuat lebih mudah khususnya ketika menghadapi gerombolan-gerombolan musuh yang jumlahnya banyak.

Bicara soal gerombolan musuh, ini juga merupakan hal kedua yang membuat saya benci dengan game ini. Gerombolan musuhnya terkadang terlampau banyak dan gilanya, kadang muncul dari spot-spot tak terduga dengan akurasi tembak yang berbahaya bahkan dari jarak jauh. Kalian yang terpojok terkadang mau tidak mau menyerah dengan berondongan peluru hingga harus mengulangnya dari awal lagi untuk menghadapi musuh-musuh tersebut.

Bagian terburuk dari musuh yang mengesalkan ini adalah ketika kalian harus naik speedboat di air terjun dengan aliran dera plus tong peledak dan harus berhadapan dengan musuh yang punya berbagai senjata berbahaya untuk membunuh kalian.

Kemudian hal ketiga yang cukup mengesalkan di game ini adalah ada sejumlah hint yang dibuat namun dengan instruksi yang kurang jelas. Hint yang kurang jelas ini bukannya membantu justru membuat kita tambah pusing menyelesaikan puzzle karena masih bertanya-tanya apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya untuk melakukan progress permainan.

Lantas ini adalah hal terakhir yang membuat saya tak mengerti dengan jalan pikir Naughty Dog. Ya, tidak ada aim assist di game ini yang bisa membuat permainan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih nikmati tentunya. Karena jujur saja, untuk sebagian orang, membidik tembakan secara manual menggunakan dualshock akan jauh lebih sulit dibandingkan mouse pada PC.

Di PC, tanpa aim assist pun tak jadi masalah. Namun ketika di console, saya rasa developer manapun wajib memasukannya. Untungnya di game-game Uncharted selanjutnya khususnya Uncharted 4: A Thief’s End, Naughty Dog mau memasukan aim assist yang membuat game itu jauh lebih fun.

Kesimpulan

Itulah opini saya mengenai Uncharted: Drake’s Fortune di mana game ini memang menyajikan gameplay yang fun dan menarik tapi di sisi lain juga menyajikan banyak hal mengesalkan yang membuat kita terkadang kesal dengan game ini.


Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Deni
Deni
September 18, 2023 10:02 am

Nama nya juga game, kalau dibuat terlalu mudah nanti malah ga seru, saya pribadi ga merasa terlalu sulit memainkan game ini

Will Ramos