Disclosure: Ulasan Nioh 2 ini menggunakan review copy resmi yang disediakan oleh Sony.
Action-RPG dengan kesulitan tinggi dalam satu dekade terakhir telah muncul menjadi sebuah tren baru. Pelopornya, siapa lagi kalau bukan Hidetaka Miyazaki dengan seri Dark Souls dan Bloodborne ciptaannya. Begitu populernya sampai-sampai muncul istilah “soulsborne” sebagai sebutan untuk pakem action-RPG serupa judul-judul ciptaan From Software tersebut, meskipun ada juga yang menyebutnya dengan istilah “masocore” atau “souls-like”.
Mengikuti tren, beberapa perusahaan lain kemudian mencoba peruntungan mereka dalam menciptakan game dengan gaya atau genre soulsborne. Salah satunya Team Ninja yang merilis Nioh pada tahun 2017 lalu. Mengadopsi pakem soulsborne namun dengan nuansa Jepang kuno, Nioh sukses jadi salah satu game andalan Team Ninja di PS4, dan kini mereka telah merilis sekuel berjudul Nioh 2.

Apakah Team Ninja berhasil menciptakan game yang lebih baik dari prekuelnya? Mengapa kamu harus main game ini, dan apa saja kekurangannya? Ayo simak pembahasan Gimbot di bawah!
Era Sengoku yang Sedikit Berbeda
Nioh 2, masih sama seperti prekuelnya, mengambil latar Jepang kuno yang penuh dengan peperangan atau biasa dikenal sebagai era Sengoku. Game ini bisa dibilang prekuel dari Nioh pertama, meskipun cerita keduanya hampir tidak berhubungan sama sekali. Kamu berperan sebagai manusia setengah Yokai (iblis) bernama Hide yang memiliki masa lalu misterius, dan kini bekerja sebagai seorang pemburu Yokai.
Misi demi misi dilalui oleh Hide, sampai suatu saat sebuah pertarungan membuat jiwa Yokai dalam dirinya lepas kendali. Untungnya, Hide ditolong oleh seorang pedagang bernama Tokichiro sehingga ia bisa kembali ke wujud manusia lagi. Hide dan Tokichiro kemudian bertualang bersama untuk mengumpulkan mineral spiritual yang disebut Amrita dan menjualnya ke pihak-pihak yang menginginkan.

Tujuan akhir Tokichiro, adalah untuk mengambil hati kaum bangsawan dan berharap dirinya bisa diangkat menjadi seorang samurai suatu saat nanti. Tokichiro sudah memiliki pelanggan setia yaitu bangsawan bernama Saito Dosan, namun dalam perjalanannya kamu juga akan bertemu tokoh-tokoh besar Sengoku lainnya dan terlibat dalam peperangan mereka. Oda Nobunaga, Azai Nagamasa, Akechi Mitsuhide, hingga Honda Tadakatsu, hanyalah sebagian tokoh Sengoku yang muncul di Nioh 2.
Kalau kamu sering memainkan seri Samurai Warriors atau game keluaran Koei Tecmo lainnya, nama-nama di atas pasti sudah tak asing lagi. Namun Nioh 2 memberikan sejumlah perubahan yang membuat mereka semua tampil berbeda. Secara penampilan, tokoh-tokoh Sengoku itu digambarkan lebih garang dibandingkan di Samurai Warriors. Sementara dari segi cerita, mereka dikisahkan memiliki kaitan dengan roh atau Guardian Spirit tertentu. Karena itulah mereka memiliki kekuatan yang hebat di medan perang.

Nioh 2 memodifikasi kisah-kisah sejarah dan menyelipkan unsur mistis ke dalamnya. Aspek mistis dalam Nioh 2 didesain begitu teliti sehingga setiap Yokai atau Spirit tampil sesuai legenda aslinya, namun dengan tambahan variasi. Kalau kamu sudah familier dengan kisah-kisah era Sengoku dan legenda mistis Jepang, game ini akan terasa menarik sekali karena kita seolah diajak merasakan secara langsung keberadaan seluruh legenda tersebut. Tapi misal kamu belum kenal kisah-kisah itu pun tak apa-apa, sebab Nioh 2 mengandung ensiklopedi yang menjelaskan latar belakang seluruh tokoh serta makhluk mistisnya secara detail.
Berdansa dengan Kematian
Cerita, lore, serta desain dunia merupakan aspek yang sangat keren dari Nioh 2, tapi aspek utama yang paling menonjol sudah jelas adalah gameplay. Team Ninja mengambil inspirasi dari dua franchise besar dalam gameplay Nioh 2. Pertama, inspirasi dari Dark Souls memberikan pertarungan “high risk high reward” yang menuntut strategi serta kecepatan refleks sekaligus. Kedua, inspirasi dari Diablo menghadirkan loot dalam jumlah besar yang bisa kita pilih sesuai keinginan dan kebutuhan.

Layaknya game bergenre masocore lainnya, setiap musuh dalam Nioh 2 sangat berbahaya dan bisa membuat kita mati setiap saat. Jangankan boss, musuh-musuh biasa pun tak boleh kita remehkan begitu saja. Sering ada musuh yang terlihat lemah tapi ternyata menyimpan gimmick tersendiri. Contohnya Yokai bernama Gaki yang bertubuh kecil, namun bisa memakan Yokai lain untuk berubah jadi lebih besar dan mengerikan.
Terkadang gimmick itu juga berkaitan dengan lokasi pertarungan kita. Yokai yang bernama Enki, apabila kita sedang berada di hutan maka mereka bisa bersembunyi di pepohonan dan melakukan serangan kejutan. Para pemburu dari klan Sohaya dapat memperkuat diri dengan sihir, Yokai bernama Biwa Boku-boku bisa membangkitkan mayat hidup, kutukan dari Tatarimokke membuat seluruh Yokai di sekitar jadi lebih agresif, dan seterusnya.

Bila kamu belum pernah main soulsborne sama sekali, Nioh 2 akan membuatmu terkejut karena game ini terasa begitu susah. Butuh pembiasaan untuk memahami bagaimana “cara main yang benar”, terutama ketika harus berduel dengan boss musuh. Mungkin kunci utama yang membuat Nioh 2 adiktif adalah karena game ini menantang tapi tidak terasa curang. Memang banyak musuh atau jebakan berbahaya, tapi kita juga langsung diberi seluruh alat untuk menghadapinya.
Bertemu boss yang punya serangan racun mematikan? Jangan khawatir, ada item yang bisa kamu gunakan agar kebal terhadap racun. Ada boss yang sangat gesit sampai kamu susah mengikuti? Santai saja, dengan Onmyo Magic kamu bisa memperlambat gerakannya. Mungkin ada musuh yang menyebalkan bila dilawan frontal? Kamu bisa membunuhnya dari jauh dengan panah atau senapan. Berada di area berbahaya dan banyak musuh mengepung bersamaan? Gunakan Ninjutsu untuk menghilang, lalu tumbangkan mereka satu-persatu lewat operasi senyap.

Dibandingkan sebuah game action, Nioh 2 lebih terasa seperti sekumpulan puzzle yang menanti untuk diselesaikan. Menariknya, setiap “puzzle” ini bisa dilewati dengan berbagai cara berbeda, tergantung kreativitasmu saja. Bagi orang awam game ini mungkin terasa susah, tapi begitu kamu sudah menemukan solusi untuk setiap puzzle yang ada, permainanmu akan mengalir indah bagaikan koreografi sebuah tarian.
Bebas Jadi Diri Sendiri
Kreativitas adalah aspek penting di mana Nioh 2 bersinar gemilang. Saya sudah menjelaskan bahwa setiap “puzzle” dalam game ini bisa diselesaikan dengan berbagai cara, tapi betapa luasnya variasi solusi itu baru akan kamu rasakan ketika kamu memainkan langsung. Nioh 2 memfasilitasi pilihan gaya main yang luar biasa bebas. Tak peduli kamu tipe gamer seperti apa, dalam game ini kamu pasti bisa jadi diri sendiri.

Seluas apa variasinya? Mari kita bahas sebagian, dari sisi senjata saja contohnya. Terdapat 9 jenis senjata melee yang bisa kamu gunakan dalam Nioh 2: Sword, Dual Sword, Spear, Axe, Kusarigama, Odachi, Tonfa, Hatchets, dan Switchglaive. Kamu bisa membawa dua senjata melee sekaligus, dan kamu dapat berganti senjata dengan cepat di tengah pertarungan layaknya seri Devil May Cry.
Setiap senjata bisa digunakan dengan 3 macam Stance (kuda-kuda), yaitu Low Stance, Mid Stance, dan High Stance. Low Stance punya serangan paling lemah namun gerakan paling cepat, Mid Stance punya pilihan combo paling banyak dan cocok untuk pemain yang gemar blocking, sementara High Stance memberimu berbagai cara untuk mendesak musuh sampai mereka sulit menyerang balik.
Kombinasi 9 senjata dan 3 Stance itu artinya dari segi senjata melee saja sudah tersedia 27 macam gaya main berbeda. Belum termasuk pertarungan tangan kosong (Bare-Handed) yang juga bisa kamu lakukan kalau ingin tantangan lebih. Kamu juga bisa membawa dua senjata jarak jauh, mempelajari Ninjutsu dan Onmyo Magic, serta tentu saja, menggunakan berbagai kemampuan spiritual yang muncul dari darah Yokai dalam dirimu.

Setiap senjata dan disiplin ilmu ini memiliki sistem experience serta skill tree tersendiri, kemudian kita dibebaskan meracik pilihan skill yang akan membentuk gaya main sesuai selera. Bahkan, dua pemain yang fokus pada disiplin ilmu yang sama pun bisa punya gaya main berbeda.
Katakanlah dua pemain ini sama-sama menyukai ilmu Ninjutsu. Ninjutsu seperti apa yang dimaksud? Apakah kamu ingin fokus pada stealth kill, atau jadi ahli jebakan? Apakah kamu ingin jadi pakar ilmu racun, atau jadi ninja ahli ledakan? Apakah kamu ingin melempar shuriken dan kunai, atau lebih suka Ninjutsu yang menyerupai ilmu sihir? Pilihannya luas sekali, padahal kita baru berbicara soal Ninjutsu saja. Kalau seluruh disiplin ilmu itu sudah disatukan, silahkan bayangkan sendiri seberapa besar kebebasannya.
Lebih asyik lagi, Team Ninja memperbolehkan kita untuk melakukan reset stat dan reset skill kapan saja (asalkan tidak di tengah misi). Jadi kalau kurang puas dengan build yang kamu ciptakan, kamu bisa berganti build sesuka hati. Sebaiknya kamu membuat perencanaan sedikit karena reset stat butuh biaya mahal, tapi untuk reset skill biayanya sangat murah dan dapat kamu ulang-ulang sesuka hati.

Bebas Jadi Siapa Saja
Nioh 2 memberikan kita kebebasan yang luas tidak hanya dalam aspek gameplay, namun juga dalam segi kosmetik. Kalau di prekuelnya kita hanya bisa menggunakan satu karakter yaitu William, Nioh 2 justru memperbolehkan kita menciptakan sendiri wujud tokoh utamanya.
Fitur character creation dalam game ini tergolong sangat detail, dan serunya, kita bisa menyimpan karakter buatan kita sebagai sebuah kode. Lalu kode tersebut bisa kita bagikan ke orang lain, sehingga karakter ciptaan kita bisa digunakan oleh siapa saja. Komunitas Nioh 2 telah menciptakan banyak sekali kreasi menarik di internet, mulai dari Kratos, Geralt of Rivia, 2B, hingga Kanye West.
Nantinya, kita juga akan memperoleh cara untuk mengubah penampilan menjadi salah satu karakter yang ada di dalam Nioh 2 itu sendiri. Kalau kamu ingin bermain sebagai Tokichiro atau Oda Nobunaga misalnya, kamu bisa melakukannya. Meskipun mungkin rasanya bakal aneh karena penampilanmu di seluruh cutscene juga ikut berubah. Kalau kamu memiliki save data dari Nioh pertama, kamu juga bisa bermain sebagai William!

Tadi sempat saya singgung tentang sistem loot yang terinspirasi dari seri Diablo. Masalah umum dalam game yang memiliki banyak loot adalah terkadang equipment yang kita sukai penampilannya ternyata justru punya stat buruk. Nioh 2 mengatasi hal itu dengan fitur bernama Refashion. Cukup membayar sejumlah uang pada Blacksmith, kamu bisa memindahkan penampilan sebuah equipment ke equipment lain. Tidak perlu mengorbankan tampang keren demi mengejar stat.
Masalah umum lainnya dari loot adalah skill pasif yang dimiliki oleh setiap equipment. Terkadang ada skill pasif yang sangat bagus justru muncul di equipment dengan level rendah. Nah, lewat fitur Soul Match kamu dapat memperkuat equipment tersebut dengan cara mengorbankan equipment lain. Biaya untuk melakukan Soul Match biasanya lumayan mahal, tapi hasilnya setimpal. Apalagi bila kamu mengincar efek khusus dari satu equipment set tertentu.

Menyebalkan Bukan Karena Sulit
Nioh 2 adalah game yang cukup susah, namun biasanya kesulitan itu tidak sampai membuat sebal karena semuanya tetap terasa adil. Selalu ada solusi untuk setiap kesulitan, jadi sering kali kalau kamu mati itu adalah akibat kesalahanmu sendiri. Sayangnya terkadang Team Ninja agak kurang konsisten dalam menjaga “fair play” ini.
Begitu kamu sudah menguasai penggunaan senjata, skill, dan item, Nioh 2 akan terasa gampang untuk dimainkan. Mungkin developernya khawatir game ini jadi terlalu gampang, sehingga mereka menyelipkan kejutan-kejutan tidak menyenangkan untuk membuat Nioh 2 terasa seolah-olah sulit. Misalnya tiba-tiba ada batu raksasa jatuh dari atas tebing, atau muncul Yokai yang melakukan serangan mendadak dari tempat yang tak terlihat.
Kejutan-kejutan ini bisa membuatmu kehilangan banyak HP, bahkan tewas seketika. Memang seluruhnya dapat dihindari bila kamu bermain dengan sangat hati-hati, berjalan pelan-pelan dan selalu mengawasi seluruh sudut ruangan. Tapi bermain seperti itu terus jelas tidak menyenangkan. Meskipun ada skill yang dapat membantumu mengurangi kejutan-kejutan seperti itu (misalnya Enemy Sensor untuk melihat posisi musuh di mini map), mungkin akan lebih baik kalau kejutannya dihilangkan saja.

Saya juga terkadang merasa kesulitan karena Nioh 2 memiliki desain level yang cukup luas dan rumit. Tidak ada peta yang bisa kita buka untuk melihat harus ke mana kita pergi, ditambah lagi sebagian besar lingkungan cenderung gelap dan terkadang terlihat mirip-mirip. Masalah ini tidak terjadi di semua level, namun memang ada beberapa misi yang membuat saya agak bingung sampai berputar-putar cukup lama.
Aspek lain dari Nioh 2 yang membuatnya kurang sempurna adalah skenario. Kamu mungkin masih ingat bahwa Nioh pertama memiliki cerita yang dibuat berdasarkan karya almarhum Akira Kurosawa. Berhubung Nioh 2 tidak demikian, dan memiliki tokoh utama yang kita ciptakan sendiri, ceritanya jadi tak terlalu berkesan. Ada beberapa momen keren serta plot twist yang cukup tak terduga, tapi kalau kita lihat gambaran besarnya, Hide hanyalah seorang figuran dalam perang besar yang sedang terjadi di sekitarnya.
Kesimpulan: Berikan Seluruh Jiwamu
Nioh 2 adalah game yang sangat besar, padat, dan memuaskan. Di balik tingkat kesulitan yang tinggi, dunia yang kelam, serta monster-monster seram, ada sebuah keindahan tersimpan ketika kita berhasil mengeksekusi permainan secara sempurna. Seperti roda-roda gigi yang menunggu untuk digerakkan, Nioh 2 terasa paling seru ketika semua hal berjalan sesuai rencana kita, bahkan hingga ke detail yang kecil-kecil.

Harus diakui bahwa ada kekurangan sehingga saya tak bisa menyebut Nioh 2 sebuah game yang sempurna, akan tetapi kekurangan itu jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan kesenangan dan kepuasan yang kita dapat dari menaklukkan seluruh tantangan. Nioh 2 juga bisa jadi tempat kita mengekspresikan diri dengan bebas, karena kustomisasi yang ditawarkan begitu luas baik di sisi gameplay maupun visual.
BACA JUGA: Percaya Atau Tidak, Nioh 2 Adalah Game yang Cocok untuk Menghilangkan Stres
Kesenangan bermain Nioh 2 mungkin bisa dipadankan dengan kesenangan bermain game semacam Monster Hunter atau Toukiden. Semakin besar tantangan yang menanti di depan mata, semakin besar pula imbalan yang menanti di belakangnya. Satu hal saja yang jelas bisa kita sepakati, Nioh 2 bukanlah game untuk mereka yang gampang menyerah.
