Percaya Atau Tidak, Nioh 2 Adalah Game yang Cocok untuk Menghilangkan Stres

Nioh 2 menempatkan kita dalam situasi chaos penuh bahaya, namun juga memberi semua alat yang dibutuhkan untuk membuatnya kembali terkendali.


Apa game yang biasa kamu mainkan kalau kamu sedang stres? Pertanyaan itu muncul ketika saya membaca salah satu thread di Reddit, dan sepertinya cukup menarik karena setiap orang bisa memiliki jawaban berbeda-beda. Sebagian mungkin memilih memainkan game yang slow-paced dengan nuansa alam, misalnya Stardew Valley. Ada juga yang memilih JRPG seperti Dragon Quest XI, bertualang bersama teman sambil melupakan segala hal menyebalkan tentang di dunia nyata.

Saya sendiri, kalau ditanya seperti itu jawabannya mungkin bisa bermacam-macam. Tidak hanya satu judul game, namun bisa banyak judul game yang punya sebuah kemiripan karakteristik. Salah satunya yang saat ini sedang saya mainkan (dan akan tulis ulasan lengkapnya dalam waktu dekat) adalah game berjenis “soulsborne” terbaru buatan Team Ninja, Nioh 2.

Lho, bukankah soulsborne terkenal sebagai genre yang susah dimainkan? Daripada menghilangkan stres, tidakkah genre ini justru bisa membuat pemainnya semakin stres? Mungkin kamu bertanya-tanya seperti itu. Tidak salah sih, Nioh 2 memang game dengan kesulitan yang cukup menantang. Pertarungan cepat dan berisiko tinggi, dipadukan dengan banyaknya tools serta skill untuk dieksplorasi, menghasilkan game yang tidak hanya menuntut kita untuk punya “fast hands” tapi juga harus “big brain”.

Saya termasuk pemula dalam genre soulsborne, sehingga perjalanan saya memainkan Nioh 2 tidak selalu mulus. Dalam salah satu pertarungan melawan boss, saya butuh mengulang selama kira-kira tiga jam sampai bisa mengalahkannya. Jangankan boss, bertemu musuh biasa pun kadang-kadang saya masih melakukan kesalahan lalu mati konyol. Meski demikian, Nioh 2 sama sekali tidak membuat saya stres. Sebaliknya, saya sangat menikmatinya.

Fokus Satu Hal Dapat Mengurangi Stres

Ketika saya sedang stres, biasanya kepala saya akan terasa penuh sekali dengan pikiran sampai-sampai sulit untuk berpikir dengan jernih. Sulit untuk melakukan hal-hal yang butuh kreativitas, seperti menulis yang jadi pekerjaan utama saya ini. Sulit juga untuk menghayati cerita secara khusyuk, sehingga saya akan cenderung menghindari game yang story-driven semacam JRPG.

BACA JUGA: Kangen Super Shot Soccer PS1? Kamu Harus Coba Kopanito All-Stars Soccer!

Game yang pas untuk dimainkan ketika stres, bagi saya, adalah game yang mendorong pikiran untuk berkonsentrasi secara penuh sampai-sampai tak sempat memikirkan hal yang tidak-tidak. Game yang membuat saya begitu terpaku pada apa yang terjadi di layar, sehingga saya bisa membebaskan diri dari apa yang terjadi di sekitar. Misalnya game fighting seperti Street Fighter V, MOBA seperti Mobile Legends, atau game balap seperti Ridge Racer. Nioh 2, ternyata memberikan pengalaman yang sama.

Sebagaimana pakem soulsborne yang sudah populer, Nioh 2 adalah game dengan risiko kematian sangat tinggi. Setiap serangan musuh berpotensi untuk memberikan damage begitu besar, sehingga cukup butuh dua atau tiga kali pukulan saja untuk membuatmu game over dan harus mengulang dari checkpoint. Belum lagi ditambah hal-hal tak terduga, misalnya terpeleset di tebing atau kedatangan serangan dari tempat yang tak terlihat.

Nioh 2 menuntut kita untuk senantiasa melangkah dengan hati-hati. Mengatur kapan waktunya membunuh musuh diam-diam, kapan waktunya menyerang dari depan. Kapan sebaiknya kita menyembuhkan diri dengan item, kapan kita boleh jadi orang pelit, dan kapan sebuah skill terasa worth it untuk digunakan.

Kemudian ketika pertarungan tak terhindarkan lagi, kita mesti berusaha menghindar, menangkis, dan mencari waktu untuk memukul balik yang mungkin celahnya hanya sedikit. Semua tantangan ada solusinya, tapi satu kesalahan saja bisa berakibat fatal sehingga kita harus berusaha bermain sedekat mungkin dengan kesempurnaan.

Tingginya tingkat kesulitan ini membuat saya terdorong untuk fokus pada game semata, dan sebagai akibatnya jadi lupa terhadap hal-hal yang menyusahkan di dunia nyata. Memang menegangkan dan terkadang juga membingungkan, namun Nioh 2 tidak pernah sampai membuat frustrasi karena saya selalu merasa bahwa semua masalah pasti bisa diselesaikan.

Nioh 2 adalah game action, namun gaya permainannya begitu metodis sehingga game ini lebih terasa seperti sebuah puzzle yang besar daripada aksi meledak-ledak. Jangan salah sangka, refleks jari jelas tetap diperlukan. Namun lebih penting dari itu adalah bagaimana kita bisa bermanuver di antara para iblis secara aman sampai tempat tujuan.

Ajarkan Apa Arti Rintangan Sesungguhnya

Kecuali ada gangguan besar, Nioh 2 selalu berhasil membuat saya tenggelam dalam kekosongan pikiran, seolah-olah sedang menjalani sebuah meditasi virtual. Kemudian ketika saya menemukan solusi untuk sebuah masalah, entah itu mengalahkan musuh yang sangat kuat atau berhasil menjelajahi dungeon tanpa tersentuh, kepuasan yang ditimbulkan rasanya besar sekali!

Di antara sejumlah game tipe soulsborne di pasaran, saya pernah mendengar bahwa seri Nioh termasuk salah satu yang termudah. Saya belum bisa membandingkan secara langsung sih, sebab saya hanya pernah Bloodborne sebelumnya itu pun hanya sebentar. Tapi saya membayangkan bahwa bila game terlalu susah, justru ada risiko rasa puas yang dihasilkan akan tidak sebanding dengan tantangannya.

Nioh 2, menurut saya, berhasil menghadirkan sebuah “sweet spot” yang seimbang antara tantangan dengan imbalan. Game ini tidak pernah membuat kita merasa helpless. Malah dari awal ditunjukkan bahwa karakter kita bukan manusia biasa, melainkan manusia setengah iblis dengan kemampuan yang cukup dahsyat. Kita juga bisa melihat deskripsi serta demonstrasi seluruh skill yang ada, sehingga pembentukan kekuatan karakter bisa dilakukan dengan saksama.

Memainkan Nioh 2, saya memang merasa selalu berada dalam bahaya. Tapi pada saat bersamaan saya juga merasa bahwa bahaya apa pun yang akan menghadang pasti bisa diatasi. Bagaimana caranya, itu terserah saya. Game ini menempatkan kita kita di tengah-tengah chaos, sambil memberikan kita semua alat yang diperlukan untuk kembali mengambil kendali.

Stres juga seperti itu, bukan? Kita berada dalam situasi yang sulit dikendalikan, sehingga bingung, takut, dan tak tahu cara melangkah ke depan. Tapi bagaimana bila kehidupan nyata juga seperti Nioh 2? Bagaimana bila ternyata, semua chaos yang menyebabkan kita stres itu sebetulnya ada solusinya, asalkan kita mau berpikir, merancang strategi, dan tak putus asa mencoba berulang kali.

Skala permasalahannya jelas beda, karena Nioh 2 hanyalah sebuah video game. Risiko yang kita hadapi ketika gagal dalam video game mungkin tidak ada apa-apanya dibandingkan risiko dunia nyata. Tapi setidaknya, keberhasilan mengatasi sesuatu yang sangat sulit, meskipun sifatnya hanya virtual, mungkin bisa membuat kita merasa lebih percaya diri. Dan kadang-kadang, sedikit dorongan kepercayaan diri itulah yang kita butuhkan untuk berani mengambil keputusan, mengubah kondisi kehidupan yang sedang kacau agar kembali berada di bawah kendali.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.