Ketika Nintendo Switch rilis, banyak orang yang bertanya apakah seri eksklusif Nintendo akan mendapatkan sekuel atau remaster di Nintendo Switch. Salah satu seri yang hingga hampir tiga tahun kemudian tidak kunjung muncul adalah Pokemon Mystery Dungeon.
Setelah lama menanti, seri spin-off Pokemon ini akhirnya kehadiran Pokemon Mystery Dungeon: Rescue Team DX di Nintendo Switch. Game ini adalah edisi remake dari judul yang serupa di Nintendo DS tahun 2005 dulu. Tapi untuk kamu yang baru kali ini memegang console Nintendo, apakah game ini layak dimainkan?
Menyelamatkan Dunia Bersama Dan Sebagai Pokemon

Dalam game ini, kamu adalah seorang manusia yang entah bagaimana berubah menjadi seekor Pokemon. Begitu permainan dimulai, kamu akan langsung bertemu dengan partner-mu dan menyelamatkan seekor Pokemon yang kesulitan. Dari situ, kamu dan sang partner memutuskan untuk membentuk tim penyelamat yang ternyata cukup umum di dunia tersebut.
BACA JUGA: Rekap Berita Esports dalam Sepekan – 9 Maret 2020
Seiring berjalannya cerita, kamu perlahan akan mengungkap penyebab kamu berubah menjadi Pokemon. Bersamaan dengan itu kamu juga membantu menyelamatkan dunia Pokemon dari bencana. Semuanya kamu lakukan dengan bertarung dan berpetualang bersama Pokemon yang kamu rekrut jadi rekanmu sepanjang perjalanan.
Dari segi cerita, Pokemon Mystery Dungeon: Rescue Team DX punya premis dan plot cerita yang cukup umum. Selain satu atau dua plot twist, kamu akan mendapatkan cerita menyelamatkan dunia yang cukup umum. Bukan berarti cerita ini buruk, hanya saja jangan berharap ada cerita yang spesial dengan character development menawan atau hal spesial lainnya.
Dungeon Crawler yang Menarik, Tapi…

Daya tarik utama dari Pokemon Mystery Dungeon: Rescue Team DX adalah gameplay-nya. Sayangnya meskipun punya beberapa mekanisme dan alur gameplay yang menarik, game ini punya beberapa kelemahan yang membuatnya sedikit sulit direkomendasikan.
Siklus utama dalam game ini adalah mengambil misi, menjalankan misi tersebut di dungeon, mendapatkan reward, lalu ulangi. Di sela-sela itu kamu juga akan melakukan sedikit manajemen dan persiapan.
Ketika berada di dalam kota, kamu bisa mengambil misi yang tersedia di papan buletin. Sesuai nama game ini, semua misi ini akan kamu jalankan di dungeon yang jumlahnya cukup banyak. Tiap dungeon terdiri dari beberapa lantai yang terdiri dari petak dan tampilan top-down. Masing-masing lantai biasanya terdiri dari beberapa ruangan yang terhubung dengan koridor. Tentu saja tiap lantai juga punya item yang bisa kamu ambil, musuh yang harus kamu kalahkan, dan tentu saja target misimu.

Menjelajahi dungeon ini bukanlah hal yang sulit. Sejak awal permainan kamu sudah mendapatkan minimap lengkap dengan indikator musuh yang bergerak, item, serta target misimu. Kamu tinggal bergerak bebas ke atas, bawah, kiri, kanan, atau diagonal sesuka hati. Karena denah tiap lantai biasanya tidak rumit, kamu tidak akan pernah merasa tersesat ketika menjelajahi dungeon.
Satu-satunya hal yang harus kamu perhatikan adalah “stamina” yang kamu miliki di bagian kanan atas layar. Untungnya kamu bisa mengisinya dengan memakan apel atau bertukar posisi dengan rekan tim yang menemanimu. Selama punya persiapan dan antisipasi yang baik, kamu harusnya tidak akan pernah dipaksa pulang ke kota karena kehabisan stamina.
Ketika bertemu Pokemon liar, kamu akan langsung menghadapinya di tempat alias tidak ada layar khusus pertarungan. Layaknya game Pokemon, kamu dan rekan setimmu punya empat gerakan, masing-masing dengan kekuatan dan jarak yang berbeda. Kamu hanya perlu menyerang dengan karakter yang kamu kendalikan, sementara rekan setimmu akan membantu secara otomatis.

Secara keseluruhan, dungeon crawl di Pokemon Mystery Dungeon: Rescue Team DX ini sangat mudah dipahami dan yang paling penting cukup straightforward. Tidak ada transisi antara pertarungan dan menjelajahi dungeon karena keduanya terjadi di layar yang sama. Selain itu tiap pertarungan juga terjadi dengan cepat sehingga kamu tidak akan merasa keberatan jika sering bertemu dengan Pokemon liar.
Sayangnya karena alasan yang sama, layaknya game dungeon crawler pada umumnya, pengalaman bermainmu bisa terasa repetitif hanya dalam beberapa jam. Ini mungkin tidak akan jadi masalah jika kamu bermain dalam waktu singkat tiap harinya. Tapi jika kamu bermain dalam waktu lama, kamu mungkin akan mulai merasa bosan karena harus melakukan misi yang kurang lebih sama terus menerus.
Tetap Punya Elemen Collectible Monster

Selama bermain, kamu tidak hanya ditemani oleh Pokemon partner-mu saja. Layaknya game Pokemon, kamu bisa mengumpulkan banyak Pokemon lain yang kamu temui di dungeon. Ketika mengalahkannya atau menyelamatkannya dari bahaya, Pokemon yang kamu temui bisa saja meminta untuk bergabung denganmu. Jika kamu menerimanya, ia akan bisa kamu gunakan di petualanganmu yang berikutnya karena ketika menjalani satu misi, kamu bisa bermain dengan tim berisi tiga Pokemon.
Tapi mekanisme “merekrut” Pokemon ini tidaklah sesederhana itu. Ketika kamu setuju mengajak satu Pokemon bergabung, sang Pokemon akan menemanimu berpetualang saat itu juga sampai kamu meninggalkan dungeon yang sedang kamu telusuri. Ini berarti mereka bisa membantumu mengalahkan musuh dan otomatis membuat tiap misi jadi lebih mudah.

Ketika merekrut Pokemon, kamu juga harus memastikan punya habitat yang cocok untuknya.
Jika tidak, Pokemon tersebut akan pergi dan tidak bisa lagi kamu gunakan di petualangan berikutnya. Untuk membuka satu habitat, kamu harus memintanya ke Wigglytuff yang ada di kota dan membayar dengan uang yang jumlahnya tidak sedikit.
Jika kamu adalah tipe pemain yang suka mengoleksi monster sampai lengkap, kamu mungkin akan suka dengan rutinitas merekrut Pokemon ini.
Apalagi dengan merekrut Pokemon yang kamu temukan di dungeon, petualanganmu di dungeon tersebut jadi sedikit lebih mudah.

Tapi kadang punya tingkat kesulitan yang mudah justru membuat pengalamanmu jadi lebih membosankan.
Tidak cuma itu, di fase awal permainan akan ada saat di mana kamu ingin merekrut Pokemon yang kamu inginkan, tapi ternyata kamu tidak punya habitat yang cocok untuknya. Akibatnya kamu harus merelakan kesempatan merekrut tersebut lewat dan mencobanya sekali lagi dengan memasuki dungeon yang sama nanti. Pengalaman bermain yang repetitif pada akhirnya terasa semakin repetitif jika kamu memang ingin menangkap semua Pokemon.
Kesimpulan
Meskipun punya beberapa mekanisme yang membuatnya menarik dan lebih streamlined, Pokemon Mystery Dungeon: Rescue Team DX pada akhirnya adalah game dungeon crawler. Cepat atau lambat siklus “ambil misi di kota, jalankan misi di dungeon, reward, ulangi” akan jadi sangat repetitif. Beberapa elemen gameplay-nya seperti combat yang cepat dan sistem perekrutan yang kadang menjengkelkan juga membuat kesan repetitif ini jadi makin terlihat.
Jika kamu adalah pemain yang sanggup melakukan grinding dengan rutinitas yang sama terus menerus, kekurangan ini mungkin tidak akan jadi masalah. Tapi jika kamu ingin memainkan game ini dan menikmati visualnya yang indah, sebaiknya mainkan game ini dalam sesi singkat tiap hari ketimbang maraton seharian.
