Mobage alias mobile game adalah sesuatu yang sudah mendarah daging di kultur video game Cina. Sebagai salah satu negara yang perilaku konsumennya termasuk “mobile-first”, wajar bila kemudian Cina menjadi rumah dari sejumlah mobile game terlaris dunia. Kamu pasti sudah tak asing lagi dengan nama Tencent, perusahaan raksasa di balik PUBG Mobile, Arena of Valor, Call of Duty Mobile, dan banyak game sukses lain.
BACA JUGA: Bermain Video Game Sangat Bermanfaat, Tapi Ada Aturannya
Tingginya konsumsi mobile game di Cina kemudian mendorong pemerintahnya mengambil langkah-langkah pencegahan supaya perilaku gaming ini tidak sampai merusak generasi muda. Termasuk di antaranya melakukan sensor terhadap adegan-adegan darah dan kekerasan, juga memberi batasan jam main untuk gamer di bawah usia tertentu.

Tencent telah menerapkan sistem pembatasan ini sejak tengah tahun 2019 lalu. Kini seluruh game Tencent memerlukan verifikasi usia untuk dimainkan. Pemain wajib memasukkan nama asli untuk mendaftarkan diri di permainan, dan hanya pemain usia 16 tahun yang boleh mendaftar. Pemain berusia 16-18 tahun mendapat batasan main selama maksimal 2 jam per hari, sementara kebebasan bermain sepenuhnya baru disediakan untuk gamer 18 tahun ke atas.
Baru-baru ini kebijakan Tencent tersebut diikuti oleh penerbit game lain di Cina, yaitu Bilibili. Kalau kamu belum tahu, Bilibili merupakan penerbit di balik banyak game populer bertema anime, seperti Fate/Grand Order, BanG Dream!, Azur Lane, serta Girls’ Frontline. Sistem batasan ini mereka sebut dengan nama “Bilibili Health System”.
Bilibili Health System akan meluncur mulai bulan Maret 2020. Cara kerjanya sebagian besar mirip dengan sistem milik Tencent, namun ada sejumlah perbedaan. Misalnya, para pemain di bawah 18 tahun tidak bisa login ke permainan pada jam 10 malam hingga jam 8 pagi. Mungkin tujuannya adalah supaya anak-anak yang masih sekolah tidak menghabiskan malam untuk begadang main game.

Jam main mereka juga dibatasi, maksimal 1,5 jam di hari biasa dan maksimal 3 jam di hari libur. Apabila pemain di bawah umur melewati batas tersebut, akun mereka akan terkunci dan mereka tidak bisa login hingga keesokan harinya.
Lebih ketat lagi, Bilibili Health System ini juga memberi batasan dalam aktivitas in-app purchase (IAP). Pemain berusia 8 tahun ke bawah sama sekali tidak bisa menggunakan fitur IAP. Pemain usia 8-15 tahun hanya bisa menghabiskan uang maksimal 200 yuan (sekitar Rp412.000) per bulan, sementara pemain usia 16-17 tahun bisa membeli IAP maksimal 400 yuan (sekitar Rp824.000) per bulan.
Sistem pembatasan ini menurut saya cukup menarik, dan di negara yang perilaku gamer-nya sudah mulai berbahaya memang cocok untuk diterapkan. Indonesia sebetulnya punya masalah yang mirip-mirip, namun mungkin belum separah Cina sehingga pemerintah belum mengambil langkah-langkah serupa. Untuk pembaca Gimbot, silahkan enjoy bermain game, tapi jangan lupa juga mengatur waktu dengan baik dan jaga kesehatan, ya!
