Sejak era Famicom/NES, Indonesia telah menjadi pasar yang sangat besar untuk para produsen console game. Namun console yang beredar di negara ini bukan hanya console asli buatan perusahaan besar seperti Sony atau Nintendo. Cukup banyak juga console game tiruan alias “knock-off” yang dijual di berbagai toko dengan harga murah.
BACA JUGA: 5 Console Game Buatan Perusahaan Besar yang Gagal Populer di Indonesia
Mengapa console tiruan banyak beredar di Indonesia? Kemungkinan alasannya adalah faktor ekonomi. Karena tidak semua orang di Indonesia mampu membeli console orisinal, ada orang tua yang lebih memilih membeli console tiruan untuk dimainkan oleh anaknya. Terutama apabila si anak masih kecil, rasanya sayang membeli console harga berjuta-juta kalau nantinya bakal rusak dalam waktu dekat.
Berikut ini beberapa console tiruan yang banyak beredar di Indonesia. Di antaranya ada juga yang terkenal di negara lain, lho!
PolyStation

Salah satu console tiruan yang paling terkenal di era akhir 90an dan awal 2000an, dari namanya kamu bisa langsung tahu bahwa console ini meniru wujud PlayStation. Tapi jangan terkecoh dengan penampilannya. Ketika bagian “pemutar CD” kita buka, yang kita temui bukanlah tempat untuk menaruh CD tapi justru colokan cartridge untuk NES.
Menariknya, pencipta PolyStation ini cukup niat dengan merilis berbagai varian model yang selalu update. Selain PolyStation asli yang menyerupai wujud PS1, ada juga PolyStation yang mirip PS One, Super PolyStation 2 yang mirip PS2, hingga PolyStation 3 yang mirip PS3. Tapi semuanya sama, hanya bisa memainkan game NES. Console semacam ini biasa disebut dengan istilah “Famiclone”.
SPICA Entertainment Series

Console tiruan NES yang, karena kualitas produksinya sangat baik, sering kali membuat orang tidak sadar bahwa ini sebetulnya bukan keluaran resmi. SPICA banyak beredar di awal era 90an, ketika zaman NES masih menjamur. Kabarnya console ini dibuat oleh perusahaan asal Taiwan, dan distribusinya sangat luas hingga sampai ke Amerika Serikat dan Australia.
SPICA memiliki desain abu-abu yang terlihat berkualitas tinggi, controller berbentuk curved yang nyaman dipegang, bahkan juga memiliki aksesoris light gun. Selain itu mereka juga merilis sejumlah kaset dengan label “SPICA Entertainment Game Cartridge”. Benar-benar terasa seperti console terbitan resmi, tapi sebenarnya bukan.
Sport Vii

Console dengan bentuk meniru Nintendo Wii, tapi jelas tidak punya fitur-fitur Wii dan tidak bisa memainkan game Wii. Console yang satu ini awalnya terbit di Cina pada tahun 2007, kemudian menyebar ke negara lain. Di Jepang, console ini diperdagangkan dengan nama V-Sports. Sports Vii punya kelebihan yang cukup menarik yaitu sudah menggunakan controller tanpa kabel.
Beda dari SPICA atau PolyStation yang bisa memainkan cartridge dari NES, Sport Vii memiliki cartridge sendiri. Tergantung dari cartridge yang kamu dapatkan, isi game-nya bisa berbeda-beda. Sebagian ada yang orisinal, tapi kebanyakan adalah modifikasi alias romhack dari game lain yang sudah ada.
Play Vision Portable

Play Vision Portable alias PVP adalah tiruan dari PlayStation Portable (PSP), dan memiliki cukup banyak varian. Ada yang berbentuk menyerupai PSP orisinal, ada juga yang mirip PSP Go dan bahkan mirip PS Vita. Sampai sekarang PVP masih banyak beredar di pasaran, dan mungkin PVP adalah console tiruan yang paling terkenal saat ini.
PVP tidak bisa memainkan cartridge. Mesin ini menyimpan game secara internal, dan tergantung dari varian yang kamu beli, kamu bisa mendapatkan game dari NES atau SEGA Genesis/Mega Drive. Jadi sebetulnya PVP cukup asyik dimainkan kalau kamu ingin nostalgia dengan game dari era tersebut.
GB Station Light

Handheld dengan desain menyerupai Game Boy Advance SP. Sama seperti PVP, perangkat ini juga masih lazim kita temui dijual sampai sekarang. GB Station Light biasanya dijual sepaket dengan satu cartridge yang berisi sejumlah game dari era NES atau romhack dari game sejenis.
Satu hal yang menarik dari GB Station Light. Walaupun bentuknya dibuat berbasis perangkat portabel, handheld ini juga dibundel dengan kabel AV. Jadi kamu bisa mencolokkannya ke televisi CRT (TV tabung) untuk memainkan game di layar yang lebih besar.
