5 Console Game Buatan Perusahaan Besar yang Gagal Populer di Indonesia


Indonesia adalah pasar yang sangat besar bagi produsen console game, akan tetapi bukan berarti semua console pasti bisa sukses di sini.

Indonesia adalah negara yang penduduknya terdiri atas banyak sekali gamer, fakta ini tentu kamu sudah tahu. Baik itu gamer console, mobile, ataupun PC, semuanya ada dan banyak yang memiliki komunitas aktif. Pasar gamer Indonesia terutama meledak ketika PS1 muncul dan masuk ke dalam negeri, menumbuhkan generasi yang pengalaman hidupnya tak bisa dilepaskan dari game.

Menariknya, walaupun jumlah gamer Indonesia sangat besar, tak semua console game yang dirilis di sini berhasil laris. Ada banyak produk buatan perusahaan milik perusahaan ternama yang di Indonesia tidak begitu diminati, bahkan walaupun console itu laris di luar negeri. Apa saja console tersebut, berikut ini bisa kamu temukan lima di antaranya.

Atari 2600

Sumber: Evan Amos/Wikipedia

Atari 2600 atau disebut juga Atari VCS terbit pada tahun 1977 dan masih memiliki tampilan grafis yang sangat sederhana. Meski demikian, console ini sangat laris di Amerika Serikat, dan menjadi salah satu console yang paling terkenal di kalangan pecinta game retro di sana. Atari 2600 meraih kesuksesan besar lewat beberapa game klasik seperti Pong, Space Invaders, dan Pac-Man.

BACA JUGA: Siap Nostalgia! Ini 5 Game PS2 Terbaik yang Bisa Kamu Mainkan di PS4

Console ini tidak populer di Indonesia, kemungkinan karena pada saat itu peminat game di sini memang masih sangat sedikit. Coba saja tanyakan pada orang tuamu yang merasakan era 70-80an. Terkadang di satu desa hanya ada satu rumah yang memiliki televisi dan televisi itu biasanya digunakan secara bersama-sama oleh penduduk setempat. Jangankan bermain game, zaman itu untuk nonton siaran sepak bola saja susah.

SEGA Saturn

Sumber: Evan Amos/Wikipedia

Era pertengahan 90an adalah era pertarungan yang sangat brutal antara para produsen console game. Di era 32-bit ini, tiga perusahaan game raksasa yaitu SEGA, Nintendo, dan Sony saling baku hantam untuk memperebutkan pasar yang menggiurkan. Console andalan SEGA saat itu bernama SEGA Saturn.

Sayangnya, Saturn ternyata gagal total di pasaran, dengan total penjualan yang bahkan tidak sampai 10 juta unit. Ada cukup banyak alasan mengapa Saturn gagal di pasaran. Mulai dari harganya yang terlalu tinggi (US$399, sementara PlayStation hanya US$299), hardware yang terlalu kompleks, hingga sedikitnya game yang dikembangkan oleh perusahaan selain SEGA. Console ini bukan hanya gagal di Indonesia, tapi juga gagal di negara-negara lainnya.

Nintendo 64

Sumber: Evan Amos/Wikipedia

Beda dari Saturn, Nintendo 64 (N64) bukanlah produk gagal. Console 32-bit ini cukup laris baik di Jepang ataupun Amerika Serikat, dan popularitas game milik Nintendo sudah pasti bakal terus menarik minat para penggemar setia. Lalu mengapa console ini kurang populer di Indonesia?

Alasannya, kemungkinan karena console ini masih menggunakan cartridge alias kaset. Artinya game N64 lebih sulit dan lebih mahal untuk dibajak daripada game PlayStation yang sudah menggunakan CD. Di samping itu, CD juga punya kelebihan dalam menampilkan kualitas video dan audio yang lebih baik. Lompatan visual yang diberikan oleh sejumlah game PlayStation membantu mendongkrak popularitasnya, dan membuat N64 tenggelam.

SEGA Dreamcast

Sumber: Evan Amos/Wikipedia

Ketika SEGA Dreamcast hendak dirilis, cukup banyak gamer di Indonesia yang hype dan merasa bahwa console ini bisa menjadi pesaing berat PS2. Saat itu kondisi ekosistem gaming di sini sudah lebih ramai, terutama karena mulai menyebarnya internet dan banyaknya media/majalah yang mengulas seputar game.

Ada beberapa faktor yang membuat Dreamcast saat itu terlihat menggiurkan, misalnya tanggal rilis lebih cepat (nyaris dua tahun sebelum PS2), serta jajaran game keren seperti Shenmue, Jet Set Radio, dan Sonic Adventure. Dreamcast sempat sering jadi sorotan media game, tapi kemudian Sony muncul membawa judul-judul game yang tak kalah “killer”. Termasuk Gran Turismo 3, Final Fantasy X, SSX, ditambah janji bahwa PS2 bisa digunakan sebagai DVD player.

Pada tahun 2001, SEGA mengumumkan bahwa produksi Dreamcast akan dihentikan, hanya kira-kira tiga tahun sejak perilisannya. Lengkap sudah momentum Sony untuk jadi raksasa yang mendominasi pasar.

Microsoft Xbox

Sumber: Evan Amos/Wikipedia

Xbox adalah console “generasi enam” yang paling akhir dirilis, yaitu pada bulan November 2001. Posisinya sebagai console terbaru jelas memberikan keuntungan dibanding kompetitornya (PS2, Dreamcast, GameCube), yaitu kekuatan hardware yang lebih canggih. Akan tetapi Xbox adalah brand baru, sehingga kepercayaan masyarakat belum tinggi terhadapnya.

Ditambah lagi, karena Xbox dikembangkan oleh Microsoft, game yang muncul pun kebanyakan ditujukan untuk pasar barat. Padahal saat itu pasar gamer console Indonesia masih lekat dengan game bernuansa Jepang, sedangkan game barat lebih banyak dimainkan oleh gamer PC. PS2 memonopoli pasar Indonesia dan Xbox nyaris tidak dilirik sama sekali, namun console ini berhasil meraih kesuksesan yang lumayan di Amerika sana.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.