Game Writer Legendaris, Berikut Profile Singkat Amy Hennig


Amy Hennig merupakan salah satu penulis game yang sudah melegenda di industri game. Uncharted merupakan salah satu karyanya!

Amy Hennig

Game Writer merupakan salah satu pekerjaan yang cukup berat dilakukan. Tapi, ternyata ada yang konsisten melakukan pekerjaan ini bahkan saya bisa menyebutnya sebagai seorang legenda. Ya, Amy Hennig. Dia merupakan legenda dalam pekerjaan tulis menulis script game.

Sebagai seorang yang legendaris, Gimbot tertarik untuk mengupas profile singkat mengenai Amy Hennig. Yang bakal dibahas tentu saja bagaimana kiprahnya dalam pekerjaan menulis script game dan perusahaan besar mana saja yang pernah disinggahinya serta proyek game apa saja yang digarap olehnya dan menjadi hits.

Mungkin tanpa basa-basi langsung saja kita kupas satu per satu mengenai profile singkat Amy Hennig!

Perjalanan Karier Membuat Sejumlah Masterpiece

Hennig bekerja di industri video game sejak akhir tahun 1980-an. Di awal karirnya, dia bekerja untuk mengembangkan game-game Nintendo Entertainment System. Di sana dia bekerja sebagai artist dan animator. Game pertama yang dikembangkan Hennig adalah Electrocop di mana ini merupakan game Atari 7800.

Kemudian Hennig yang sudah semakin mahir bergabung dengan Electronic Arts sebagai animator dan artist serta memegang proyek berjudul Bard’s Tale 4 dan Desert Strike. Tak lama menjadi animator dan artist, Hennig kemudian pindah ke bagian desain dan pengarah game.

Perjalanan Hennig ke developer besar terus berlanjut karena di tahun 1990-an, dia pindah ke Crystal Dynamics di mana dia membantu Silicon Knights dalam pengembangan Blood Omen: Legacy of Kain. Tak berhenti sampai di situ, Hennig menjadi sutradara, produser, dan penulis untuk game Legacy of Kain: Soul Reaver, Soul Reaver 2, dan Legacy of Kain: Defiance.

BACA JUGA: Game PES Terbaik yang Layak untuk Dimainkan

Seakan tak terhenti, sang legenda pindah dari Crystal Dynamics untuk menjadi Direktur Kreatif Naughty Dog. Dia berkontribusi pada seri Jax and Daxter sebelum akhirnya berlabuh ke proyek Uncharted: Drake’s Fortune. Dalam proyek Uncharted: Drake’s Fortune, Hennig menjadi penulis kepala dan direktur kreatif.

Laku keras dan sukses besar membuat Hennig menggebu untuk membuat Uncharted. Hasilnya, dalam proyek Uncharted 2, Hennig memimpin sebanyak 150 orang dan bertindak sebagai penulis. Hennig terus melanjutkan Uncharted hingga seri keempat. Namun saat proyek Uncharted 4: A Thief’s End, Hennig mengundurkan diri. Ya, tepat di tahun 2014, Hennig mundur dari jabatannya di Naughty Dog.

Tak lama setelah hengkang dari Naughty Dog dengan membuat sebuah masterpiece, Hennig kemudian dilaporkan pindah ke Visceral Games pada 3 April 2014. Dia bekerjasama dengan Todd Stashwick mengerjakan game Star Wars.

Tapi sayangnya, pada 17 Oktober 10`7, EA Mengumumkan jika Visceral Games ditutup sehingga proyek Star Wars harus dipindahkan ke studio lain. Setelah melewati diskusi, akhirnya Hennig membuat sebuah studio kecil untuk mengeksplorasi apa saja yang bisa dilakukan dan juga mengembangkan game Virtual Reality. Akhirnya seri Star Wars tersebut terus dilanjutkan dan kabarnya akhir tahun 2019 bakal meluncur ke pasaran.

Latar Belakang Pendidikan

Hennig pada dasarnya bukanlah orang yang punya latar belakang dari teknologi. Dia merupakan lulusan dari University of California, Berkeley dengan gelar sarjana di bidang Sastra Inggris. Bukan ke dunia game, justru dia memperdalam ilmu di sekolah film tepatnya di San Francisco State University. Tapi meski memperdalam di sekolah film, justru dia menerima tawaran bekerja dengan Atari di proyek Electrocop.

Sadar jika industri game lebih menarik dari industri film, dia keluar dari sekolah film. Tapi tetap, tak lupa dengan kulitnya, Hennig mengatakan jika pengaruh sekolah film dan gelar sastra yang dimilikinya membantu dalam pekerjaan yang dia lakukan.

“Segala sesuatu yang saya pelajari sebagai sarjana sastra Inggris dan di sekolah film tentang pengeditan dan pengambilan gambar serta film sangat luar biasa. Meski tidak selalu seperti apa yang saya rencanakan,” tutur Hennig.

Amy Hennig

Gaya Penulisan, Pengaruh, dan Warisan

Game dengan cerita terbaik

Hennig memang bisa dibilang memiliki pemikiran-pemikiran yang luar biasa di industri game. Menurutnya, istilah platformer sudah ketinggalan zaman. Hennig menganggap jika seharusnya istilah itu diganti menjadi traversal.

Selain itu, Hennig kerap mengkritik sebuah game yang lebih memfokuskan grafis. Menurutnya jika fokus pada grafis terlalu penuh, maka game akan menjadi berantakan. Sedangkan jika fokus ke penulisan, game akan meningkat dari segi kualitas.

Karena cukup berpengaruh khususnya dalam tulis menulis game, Hennig berhasil memenangi Writers Guild of America Video Game Writing Awards sebanyak dua kali untuk karyanya yakni Uncharted 2: Among Thieves dan Uncharted 3: Drake’s Deception.

BACA JUGA: Kenalan dengan Red Barrels, Salah satu Developer Indie Horor Terbaik

Perjalanan kariernya yang istimewa membuktikan jika wanita sebenarnya bisa sukses dalam industri yang didominasi oleh pria bahkan hingga mengambil peran penting. Bahkan majalah video UK Edge memasukkannya menjadi salah satu 100 wanita paling berpengaruh di industri game.

Hennig diberi Penghargaan Khusus BAFTA pada Juni 2016. Tak hanya itu, dia menerima penghargaan Lifetime Achievement di Game Developers Choice Awards pada Maret 2019.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos