Pembelaan hukum yang cukup sengit datang dari CEO Valve, Gabe Newell, setelah dirinya angkat bicara terkait tuduhan bahwa platform miliknya, Steam, telah melakukan monopoli pada pasar distribusi gim PC.
Dalam laporan terbaru terkait gugatan antitrust yang dilayangkan kepada Valve, Newell menegaskan bahwa ekosistem PC saat ini justru memberikan “pilihan yang sangat besar” bagi para pemain untuk membeli dan memainkan gim, sehingga ia menolak keras anggapan bahwa Steam telah membatasi ruang gerak konsumen maupun pengembang.

Kasus hukum ini sendiri mencuat setelah Steam dituduh memiliki pengaruh yang terlalu dominan di pasar PC, termasuk adanya dugaan aturan tidak tertulis yang mempersulit para pengembang untuk menjual gim mereka dengan harga yang lebih murah di platform kompetitor.
Menanggapi tuduhan miring tersebut, Newell membantah dengan tegas dan menyatakan bahwa Valve sama sekali tidak pernah mengatur regulasi harga jual gim di toko pihak ketiga.
Menurut argumennya, ekosistem PC bersifat sangat terbuka sehingga pemain bebas membeli gim dari berbagai tempat alternatif, mulai dari Epic Games Store, Xbox, situs resmi milik pengembang itu sendiri, hingga platform digital lainnya.

Ia menilai bahwa dominasi dan keberhasilan yang dinikmati Steam saat ini murni buah dari kualitas layanan, kelengkapan fitur, serta kenyamanan pengalaman pengguna yang terus konsisten dikembangkan oleh Valve selama bertahun-tahun.
Kendati demikian, tekanan terhadap posisi kuat Steam dipastikan belum mereda, mengingat sejumlah pihak di dalam industri masih mengkritik ketergantungan tinggi para pengembang terhadap Steam, termasuk potongan pendapatan platform yang dinilai terlalu tinggi, di mana hasil akhir dari kasus ini diprediksi bakal menjadi preseden krusial bagi masa depan regulasi distribusi gim digital global.
