5 Sekuel Game yang Kemunculannya Tidak Diharapkan


Semua sekuel game dalam daftar ini bisa dibilang terkesan "dipaksakan"

Keberadaan sekuel game biasanya dibuat untuk melanjutkan atau memperluas cerita yang telah ditinggalkan oleh game aslinya. Dalam beberapa kasus, keberadaan sekuel memang dibutuhkan oleh pihak developer untuk menyempurnakan ide cerita dari karya mereka sebelumnya agar sekaligus bisa meningkatkan nilai jual game mereka.

Baca Juga: Awas Ngakak, 5 Glitch Game Paling Lucu dan Konyol

Uncharted 2, Mass Effect 2, Assassin’s Creed 2, Dead Space 2 sendiri merupakan beberapa contoh game sekuel keren yang bisa kita temui saat ini. Namun di luar itu, ada juga kemunculan beberapa game yang benar-benar tidak diduga para gamer karena karya sebelumnya dianggap buruk atau tidak dibutuhkan lagi di pasaran. Contohnya seperti 5 game di bawah ini.

Rage 2

sekuel game

Rage dirilis pertama kali oleh id Software pada tahun 2010 silam. Game FPS satu ini berfokus pada perjuangan seorang prajurit yang bangun dari hibernasi lamanya dan mendapati peradaban bumi kini telah hancur oleh meteor. Tidak berhenti sampai di situ saja, ia pun juga harus berjuang melawan kelompok tirani yang disebut The Authority.

Gameplay shooter yang dihadirkan Rage sebetulnya sudah cukup potensial karena reputasi id Software yang memang dikenal lewat game semacam DOOM dan Quake. Meskipun gameplay terbilang bagus, namun faktor cerita yang klise dan ending yang buruk membuat Rage seolah-olah terkubur di antara game FPS populer lainnya, hingga kemudian “bangkit” lagi delapan tahun kemudian lewat sekuelnya yang berjudul Rage 2.

Rage 2 bisa dibilang merupakan kesempatan kedua franchise ini untuk membuktikan bahwa ia bisa bersaing dengan karya shooter klasik id Software lainnya seperti DOOM, Wolfenstein, dan Quake. Atas kemunculannya yang tak terduga, saya rasa game ini berhasil membuktikan dirinya ke pasar meskipun dengan cara yang tidak groundbreaking.

Metal Gear Survive

sekuel game

Metal Gear Survive menjadi sebuah “mimpi buruk” bagi penggemar seri Metal Gear Solid, karena franchise game action yang begitu populer selama bertahun-tahun ini harus berakhir dengan sangat buruk saat perilisannya pada awal tahun 2018.

Bagaimana kita bisa berharap sekuel game Metal Gear Survive keren, jika gamenya sendiri saja sangat mengecewakan? Terlebih lagi banyak fans yang mengira bahwa Metal Gear Survive adalah sekuel langsung dari MGS 5, padahal sebenarnya ini merupakan seri spin off.

Sepeninggal Kojima, serial Metal Gear identik dengan cerita konflik dunia nyata yang penuh intrik politik dan sedikit balutan tema cyberpunk di dalamnya. Dengan tema zombie, Metal Gear Survive justru mengabaikan segala ciri khas yang membuat seri ini terkenal tidak layak dimainkan, bahkan oleh para penikmat game zombie sekalipun.

Lightning Returns: Final Fantasy XIII

sekuel game

Konsep trilogi yang diusung Square Enix mungkin bisa kami sebut sebagai hal yang langka, apalagi jika kita berbicara tentang franchise andalan mereka, yakni Final Fantasy.

Seri Final Fantasy biasanya identik memiliki karakter, perubahan cerita, dan dunia yang berbeda setiap kali sebuah seri diciptakan. Tapi Square Enix menghadirkan Final Fantasy XIII dalam tiga seri yang berbeda yang tentu saja tidak hanya cerita tapi setiap seri ini memiliki mekanik gameplay yang inovatif dan menarik.

Lightning Returns: Final Fantasy XIII memang hadir membawa segelintir inovasi baru, tapi menurut kami seri ini menjadi penutup yang kurang memuaskan (dan terkesan dipaksakan).

Sekuel game ini tidak diharapkan kehadirannya karena alih-alih menjadi seri terakhir yang memesona dan mengobati kekecewaan di seri sebelumnya, malah justru terasa tidak istimewa dan gagal memikul tanggung jawab tersebut.

Vampire The Masquerade: Bloodlines 2

Vampire Masquerade Bloodlines 2 adalah sekuel game yang sejujurnya tidak kami duga kehadirannya. Selain karena Bloodlines pertama sudah sangat lama dirilis, yaitu tahun 2004, saya yakin pemain entri Vampire Masquarade Bloodlines sebelumnya bahkan sudah lupa bahwa game ini masih eksis di hardisk PC mereka.

Setelah mati suri selama belasan tahun, akhirnya game ini kembali bangkit dari kuburnya dengan menjanjikan beberapa fitur yang lebih bagus dari sebelumnya.

Dengan grafis yang lebih bagus, saya rasa akan ada banyak gamer milenial yang bakal antusias dengan kehadiran game ini sambil menunggu kabar soal kemunculan Half Life 3 yang juga terlupakan eksistensinya.

Catatan: Vampire Masquerade Bloodlines pertama dulunya dibuat menggunakan engine game Half Life 2 yang dirilis 15 tahun silam

Bubsy: Paws on Fire

Mayoritas sekuel dalam daftar ini adalah game yang biasa-biasa saja atau judul yang telah dirilis begitu lama sehingga kami tidak terlalu mengharapkan kehadiran sekuelnya.

Yang terakhir ini tidak tergolong dalam dua kategori tersebut, karena Bubsy adalah seri terburuk dari game yang memang jelek reputasinya. Well, mungkin bagi kalian hal ini terdengar kasar namun begitulah memang adanya.

Dari perilisan awal tahun 1993, lalu dikembangkan versi 3D di platform PlayStation, hingga rilis tahun 2017 untuk konsol generasi terbaru, game ini selalu tampil mengecewakan. Keputusan Choice Provisions sebagai pengembang untuk menghadirkan sekuel Bubsy: The Woolies Strikes Back merupakan hal yang perlu dipertanyakan mengingat seri sebelumnya bisa dibilang gagal di pasaran.


Era