The Legend of Zelda: Tears of The Kingdom adalah salah satu game yang paling ditunggu tahun 2023 ini. Tidak heran, mengingat Breath of The Wild enam tahun lalu sangat dipuja. Apalagi sekuel ini juga akan melanjutkan cerita serta bertempat di dunia yang sama.
Banyak pemain di seluruh dunia yang menanti kehadiran game ini. Namun di Jepang perilisan The Legend of Zelda: Tears of The Kingdom justru jadi fenomena tersendiri.
The Legend of Zelda: Tears of The Kingdom rilis di tanggal 12 Mei 2023 tepatnya hari Jumat yang merupakan hari kerja atau sekolah. Jepang sendiri juga sudah melewati masa golden week (seminggu penuh tanggal merah/hari raya) di minggu sebelumnya dan tanggal 12 Mei adalah tanggal normal. Namun sepertinya banyak orang yang tidak bisa menunggu untuk segera mencoba dan memainkan game ini.
Banyak pekerja yang sengaja menggunakan jatah cuti mereka di tanggal 12 Mei 2023 hanya demi bermain The Legend of Zelda: Tears of The Kingdom.
Beberapa perusahaan bahkan menerima permintaan cuti tersebut daripada melihat pegawainya berbohong sakit atau tidak produktif di kantor.
Fenomena ini bahkan punya nama sendiri yaitu “Zelda Yasumi” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Hari Libur Zelda”.
Ini bukan kali pertama perilisan sebuah game di Jepang membuat masyarakatnya “meliburkan diri” dari kewajiban mereka. Fenomena serupa juga terjadi di game JRPG Jepang yaitu Dragon Quest, di mana sejak dulu banyak anak-anak dan orang dewasa yang izin sakit dari sekolah atau kantor ketika game Dragon Quest terbaru rilis. Fenomena tersebut membuat Enix (sekarang SquareEnix) selalu merilis game Dragon Quest baru di akhir pekan. Padahal di Jepang game baru biasanya rilis di tengah minggu terutama hari Kamis. Dragon Quest XI yang paling baru misalnya, rilis pertama kali di tanggal 29 Juli 2017 yang merupakan hari Sabtu.
Hal yang sama juga terjadi saat rilis Monster Hunter Rise bulan Maret tahun 2021 lalu. CEO satu perusahaan mengumumkan bahwa ia akan meliburkan perusahaannya untuk satu hari karena ia yakin timnya “tidak akan bisa fokus kerja” saat tanggal rilis tersebut.
via JapanTimes
