Biwar: Legend of Dragon Slayer merupakan salah satu game yang beberapa hari ini cukup ramai diperbincangkan oleh para gamer tanah air. Pasalnya, proyek yang dulu sempat diperkenalkan oleh Devata Game ini sudah meluncurkan versi pre-alpha demo-nya kepada para gamer.
Di sini kalian bisa memainkan Biwar selama beberapa menit untuk mencoba sensasi dari game yang dibesut oleh developer asal Bali tersebut. Tertarik dengan konsep yang diusung Devata Game, Gimbot langsung menghubungi Devata Game.
BACA JUGA: Rentetan Kasus yang Dialami CD Projekt usai Dikritik Soal Cyberpunk 2077
Kami penasaran dengan beberapa hal yang ada pada Biwar sehingga sangat butuh untuk menanyakan langsung kepada sang pembuat. Ada beberapa pertanyaan yang kami tanyakan, mulai dari ide pengembangannya sampai berbagai hal unik saat proses development dari game tersebut.
Apakah kalian penasaran dengan hasil obrolan yang kami lakukan dengan Devata Game? Jika iya, mungkin bisa baca artikel ini sampai habis guys!
Boleh dijelaskan ide dari Biwar itu dari mana? Karena saya lihat idenya sangat menarik dan berbeda dari game Indonesia kebanyakan.
Jadi ide game ini sebenarnya mau mengangkat cerita rakyat papua yang belum dikenal banyak masyarakat, kebetulan juga salah satu founder kami juga lahir di papua jadinya kami bersama-sama garap game berjudul biwar, namun cerita di game ini tidak serta merta mengadopsi seluruh cerita dari papua, kami padukan juga ceritanya dengan cerita rakyat lain di Indonesia biar kesannya mix gitu.
Untuk ceritanya sendiri nantilah ketika sudah full rilis, biar gak spoiler.
Terus, untuk akurasi cerita rakyatnya, apa Devata Game punya sumber khusus? Misalnya menggaet seorang sejarawan atau yang terkait dengan hal itu?
Kemarin sempat buat penelitian juga, karena ini game jadi kita pilih mix ceritanya, kebanyakan kita cari cerita-cerita rakyat indonesia dari internet, kalau datengin sejarawan satu-satu lumayan makan effort jadinya.

Selama development, kesulitan yang paling berat untuk mengembangkan Biwar ini apa ya? Pernah gak, saking susahnya masalah yang dihadapi sampai bikin berhenti development-nya?
Sejauh ini masih lancar aja, soalnya kami juga masuk startup inkubasinya IGSI. Bisa dicari informasi soal IGSI nanti, kita banyak belajar dari mentor-mentor yang ada di sana.
Selanjutnya, saya banyak sekali ketemu komentar yang bilang bahwa game ini mirip dengan Hellblade dari Ninja Theory, apa memang benar inspirasinya secara gameplay dari Hellblade? Kalo misalkan memang benar, lalu kenapa Hellblade? Apa yang mendorong inspirasinya dari sana?
Kita selalu mencoba membuat game yang unik, tapi kalau memang dikira mirip Hellblade berarti kita belum bisa memaksimalkan keunikan dari game kita. Dari feedback yang sudah memainkan demo, memang dibilang ada kemiripan dengan game-game lain, jadi selanjutnya kami akan berusaha membuat game Biwar memiliki ciri khas tersendiri, agar game biwar ya mirip game biwar bukan mirip game-game yang lain.
Kalau boleh tahu, target versi final-nya selesai kapan ya? Mau didistribusikan lewat mana saja? Karena saya pernah baca jika target Biwar ini adalah PS5. Benar begitu?
Untuk kapan final rilis belum bisa kita jawab sekarang, mungkin 3-6 bulan kedepan baru bisa kita pastiin kapan kita akan rilis game Biwar jadi stay tune di sosial media kita aja, untuk target memang kita targetkan untuk PS5 juga, semoga bisa tercapai.
Untuk budget sendiri, boleh tau berapa yang digelontorkan untuk Biwar ini?
Untuk budgetnya no comment, hehe mungkin setelah game kita rilis baru kita sama-sama bongkar-bongkar dapur.
Nah, setelah melemparkan demo, apa ada rencana untuk nunjukin showcase? Kepikiran gak sih bikin video yang menampilkan atau membahas secara mendalam mekanisme yang dimiliki Biwar?
Tahap selanjutnya kita mau fokus benerin bug sama nerapin beberapa feedback dari user dulu, untuk selanjutnya mungkin kita bakalan share progress seperti biasa di sosial media. Untuk waktu dekat kita belum akan menampilkan trailer atau gameplay lagi, tapi nanti ketika waktunya tepat, kita bakalan show off game Biwar yang sudah lebih matang, jadi siap-siap aja hehe
Pertanyaan terakhir, saya suka banget sama kualitas sound design dari game Biwar. Sound design game ini digarap oleh orang Indonesia atau luar? Plus, apakah sound-nya diolah di Indonesia atau di luar negeri?
Semuanya produk lokal dalam negeri hehehe
Nah, jadi itulah beberapa pertanyaan yang kami bahas dengan Devata Game. Jadi, kesimpulannya, game ini adalah game yang lokal banget karena digarap semuanya oleh SDM dalam negeri plus membawa lore dan cerita rakyat yang Indonesia banget.
Selain itu, satu yang pasti, game ini sama sekali tidak meniru game manapun termasuk Hellblade dan selalu berusaha memiliki identitasnya sendiri.
