Gim supernatural open-world RPG garapan Hotta Studio, Neverness to Everness, kembali menjadi sorotan publik usai diterpa kritik terkait penggunaan enerative AI.
Usai peluncuran pembaruan Versi 1.3 di wilayah Tiongkok pada 12 Agustus lalu, para pemain menemukan adanya watermark tersembunyi pada salah satu aset gambar kuda laut di dalam gim.
BREAKING 🔴: NTE has been caught using generative AI for art assets again—and this time, they forgot to remove the watermark.
— John Семён (@JhnSMem) August 17, 2026
Despite their past public apologies, Hotta Studio shows zero remorse and continues to push hidden gen-AI assets behind the scenes. #NTE #NTEネバエバ pic.twitter.com/7XaZ5GDPCe
Gambar tersebut memperlihatkan logo dari Doubao, alat asisten AI generatif yang dikembangkan oleh induk perusahaan TikTok, ByteDance.
Temuan tersebut dengan cepat menyebar di platform Bilibili, Reddit, hingga X, setelah sejumlah creator dan pemain melakukan verifikasi langsung secara mandiri di dalam gim.
Kejadian ini lantas memicu beragam respons satir dari komunitas pemain Tiongkok yang mempertanyakan sejauh mana alokasi penggunaan AI dalam proses pengembangan gim tersebut.
Meski Hotta Studio bergerak cepat dengan menghapus watermark tersebut melalui pembaruan patch pada 18 Agustus, insiden ini terlanjur mencoreng kepercayaan sebagian komunitas.

Ini bukan kali pertama Neverness to Everness dihadapkan pada isu kecerdasan buatan. Sejak perilisannya pada bulan April, beberapa aset latar belakang gim ini sempat dicurigai menggunakan bantuan AI, yang bahkan memicu pembatalan kerja sama dari beberapa content creator.
Hotta Studio sebelumnya pernah mengonfirmasi penggunaan alat bantu AI hanya terbatas pada sebagian kecil aset lingkungan, sembari menegaskan bahwa karakter dan narasi utama murni dibuat oleh seniman internal. Kendati demikian, pihak pengembang hingga kini belum memberikan tanggapan resmi khusus mengenai temuan watermark Doubao tersebut.
