Streamer menjadi salah satu karir yang cukup diminati banyak orang di zaman sekarang. Mencari pundi-pundi uang sambil menjalankan hobi menjadi satu dari banyak alasan yang dipilih oleh si streamer. Namun, masalah terbesar yang dihadapi adalah, kesempatan untuk menjadi streamer yang populer bukan sebuah hal yang mudah, dan sedikit yang berhasil dan sukses. Secara umum, menjadi streamer populer dan dikenal banyak orang diperuntukkan bagi mereka yang mencurahkan seluruh waktu yang mereka miliki untuk streaming.
BACA JUGA: Antisipasi Pemain Stres, Tingkat Kesulitan Game Elden Ring Dibuat Lebih Mudah
Nah, belum lama ini lewat sebuah laporan dari BBC, salah satu platform streaming, Twitch dikritik oleh politisi Inggris, Alex Sobel karena dianggap mendorong para streamer mereka untuk melakukan sesi streaming panjang yang tidak sehat.
“Platform ini (Twitch) benar-benar perlu memikirkan mekanismenya dan mengubah model finansial mereka untuk melindungi kesehatan para streamer. Mereka dibentuk untuk mendorong orang-orang untuk berada di sana selama mungkin untuk mempertahankan pemirsa untuk tetap menonton.
” kata Sobel kepada BBC.
“Ini bukan masalah baru, platform ini telah sudah lama memikirkan hal ini tentunya, dan sekarang saatnya untuk bertindak, mereka memiliki kewajiban untuk memperhatikan para streamer mereka.” tambah Sobel.
Sobel juga berharap Twitch mengurangi batas maksimum jam streaming agar para streamer mereka bisa hidup lebih sehat. Sebagai informasi saat ini para streamer di Twitch bisa online maksimal 48 jam dalam satu sesi. Namun, kebanyakan saat seri berakhir, mereka hanya berhenti sebentar, lalu kembali lanjut streaming.
Salah satu tren streaming yang tengah populer adalah subathon, di mana streamer akan live selama mungkin untuk mencari follower atau subscriber, sekaligus mencari uang lewat donate. Subathon sendiri dipopulerkan oleh Ludwig, yang memecahkan rekor sebelum akhirnya pindah ke YouTube.
Menanggapi kritikan tersebut, Twitch mengatakan bahwa mereka telah mempromosikan banyak informasi tentang kesehatan mental di situs webnya, dan di samping itu, mereka juga mengembangkan program yang ditargetkan untuk mendukung streamer Twitch yang mengalami gangguan kesehatan atau tekanan lain yang mungkin terjadi saat mereka berkarir sebagai pembuat konten online di platform mereka.
