Produser game Final Fantasy 16, Naoki Yoshida ternyata mengaku bahwa trailer Final Fantasy 16 terbaru sebenarnya sudah siap ditayangkan pada bulan Maret lalu, namun harus ditunda, karena alasan konflik perang Ukraina yang sedang berlangsung.
BACA JUGA: Into The Breach Hadirkan Segudang Update, Rilis di Smartphone via Netflix
Kabar ini disampaikan lewat situs media Jepang, Dengeki Online, di mana Yoshida merasa khawatir bahwa konten yang akan ditayangkan dari game tersebut, kurang pantas mengingat peristiwa dunia yang sedang berlangsung cukup serius.
“Sebenarnya sudah siap dirilis pada bulan Maret, namun di saat yang sama, invasi Rusia ke Ukraina membuat situasi dunia tidak stabil.
Karena Final Fantasy 16 mengangkat tema cerita yang agak berat, dan saya bertanya-tanya apakah merilis trailer kedua ini akan menyenangkan bagi para gamer?” kata Yoshida.
“Ketika saya memberi tahu SIE tentang perasaan itu, SIE ternyata juga mengkhawatirkannya, jadi saya memutuskan untuk menunda perilisan trailer Final Fantasy 16 terbaru itu setelah berdiskusi lebih dalam sebelumnya.” tambah Yoshida.
Trailer Final Fantasy 16 itu akhirnya ditampilkan selama acara State of Play beberapa waktu lalau. Lewat trailer yang berdurasi 3 menit, Square Enix memamerkan sistem pertempuran skala besar yang baru. Selain itu, dalam sebuah wawancara, Yoshida juga menjelaskan bahwa Final Fantasy 16 nantinya akan memiliki sistem action–based battle, yang mirip dengan game Kingdom Hearts.
Final Fantasy 16 sendiri mengambil settingan di dunia Valisthea, di mana didalamnya terdapat enam faksi, termasuk Holy Empire of Sanbreque, Kingdom of Waloed, Grand Duchy of Rosaria, Dhalmekian Republic, Iron Kingdom, dan Crystalline Dominion. Untuk alur cerita, Final Fantasy 16 kabarnya akan lebih matang daripada seri sebelumnya, dan mengarahkan game tersebut ke rating M. Yoshida sendiri juga menjanjikan bahwa di game ini para pemain akan terbenam dan larut kedalam ceritanya.
“Tidak seperti game online pada umumnya, Final Fantasy 16 menawarkan pengalaman berbeda, di mana fokus game akan tertuju pada individu pemain. Kami berharap Final Fantasy 16 akan menjadi game yang dapat menghidupkan kembali gairah yang pernah didapatkan oleh penggemar sebelumnya di seri game Final Fantasy.” kata Yoshida.
