Game Pokemon generasi baru selalu punya beberapa tradisi yang tidak pernah hilang. Misalnya, tiga starter yang kamu pilih selalu punya tipe Grass, Water, dan Fire. Ada paling tidak dua Pokemon legendaris yang jadi bagian dari cerita atau bahkan cover game. Lalu di area awal kamu selalu menemui Pokemon pengerat, burung, dan serangga.
Lalu ada satu lagi tradisi unik yang hingga saat ini tetap dipertahankan: Pikachu Clone atau Pika-clone. Sesuai namanya, mereka adalah Pokemon yang merupakan tiruan dari sang maskot, Pikachu.
Semua Pokemon yang masuk ke dalam kelompok Pika-clone selalun punya ciri khas yang bisa kamu identifikasi. Mereka adalah hewan pengerat dengan tipe Electric. Selain itu, mereka punya kantong pipi yang diberikan warna tersendiri layaknya Pikachu yang punya lingkaran merah di pipinya.
Kecuali Pikachu sendiri, para Pika-clone ini tidak punya evolusi. Namun aturan tersebut tidak lagi berlaku di generasi kesembilan. Namun meskipun selalu ada setiap generasinya, mereka biasanya tergolong lemah dan jarang muncul di ranah kompetitif.

Berikut adalah para Pika-clone di setiap generasi.
- Raichu (gen 1): Yup, Pika-clone di generasi pertama tidak lain adalah evolusi Pikachu sendiri yaitu Raichu. Tapi seolah tahu bahwa Pikachu akan jadi maskot, kamu baru bisa mendapatkan evolusi ini jika memberikan Thunder Stone ke Raichu.
- Pichu (gen 2): Jika generasi pertama menghadirkan evolusi, generasi kedua justru menghadirkan pra-evolusi Pikachu yaitu Pichu. Bentuknya jauh lebih mungil dan dengan kombinasi warna yang jauh lebih sederhana (kuning-hitam).
- Plusle & Minum (gen 3): Pika-clone generasi ketiga adalah Plusle dan Minun. Keduanya punya desain yang sangat sangat mirip dengan Pichu dan dibedakan hanya dari warna merah dan biru di telinga, tangan, ekor, dan pipi.
- Pachirisu (gen 4): Untuk pertama kalinya Pika-clone punya desain visual yang terlihat jelas berbeda. Warna badannya putih dan punya ekor yang panjang dan besar layaknya seekor tupai pohon.
- Emolga (gen 5): Jika generasi empat menghadirkan tupai pohon, Pika-clone di generasi ini punya bentuk seperti tupai terbang. Selain itu untuk pertama kalinya Pika-clone mendapatkan tipe kedua, yaitu Electric-Flying.
- Dedenne (gen 6):Pika-clone di generasi enam punya badan yang lebih mungil lagi. Tidak hanya itu, tipenya juga cukup unik, yaitu Electric dan Fairy.
- Togedemaru (gen 7): Untuk generasi tujuh, Pika-clone menggunakan tipe Electric dan juga Steel. Bentuknya juga cukup mewakili tipe tersebut, yaitu landak berduri dengan badan yang bulat.
- Morpeko (gen 8): Sekali lagi menggunakan dua tipe, Pika-clone di generasi ini punya satu mekanisme unik. Ketika lapar, Morpeko bisa jadi marah dan jadi terlihat jahat.
- Pawmi (gen 9): Untuk pertama kalinya, Pika-clone kembali mendapatkan dua evolusi. Awalnya bertipe Electric, Pawmi bisa berubah menjadi Pawmo lalu ke Pawmot dan mendapatkan tipe tambahan yaitu Fighting.
Satu lagi yang akan kami msaukkan ke dalam special mention adalah Mimikyu. Sekilas, Pokemon ini terlihat masuk dalam kelompok di atas karena punya penampilan mirip dengan Pikachu. Namun kenyataannya Mimikyu sebenarnya adalah Pokemon hantu yang menyembunyikan diri di balik kostum Pikachu. Artinya meskipun mirip, ia tidak termasuk ke dalam Pikachu Clone.
Satu hal yang sebenarnya sedikit disayangkan adalah, meskipun jadi tradisi yang tidak pernah berubah, keluarga Pikachu ini dikenal tidak terlalu kuat. Dari segi stats, mereka tergolong lemah, dan potensi mereka bisa dipenuhi oleh banyak Pokemon lain yang lebih baik. Semoga saja ke depannya kita bisa mendapatkan Pokemon Pikachu Clone dengan kekuatan yang layak di perhitungkan.
