Pengembang Blizzard Entertainment menegaskan komitmennya untuk mengambil tindakan yang jauh lebih agresif terhadap praktik transaksi mata uang dalam gim menggunakan uang asli (Real-Money Trading atau RMT) di World of Warcraft: Forever.
Isu jual-beli gold secara ilegal yang telah lama membayangi ekosistem World of Warcraft kini menjadi fokus utama pembenahan. Langkah ketat ini diambil demi menjaga stabilitas dan keseimbangan ekonomi di dalam proyek gim MMORPG bernuansa klasik tersebut.
Dalam sesi Q&A resmi, Senior Game Designer Blizzard, Josh Greenfield, memperingatkan para pemain bahwa timnya bakal memantau alur ekonomi secara aktif dan tidak ragu memberikan sanksi berat bagi pembeli gold.
Greenfield mengakui bahwa selama ini pihak pengembang mungkin dinilai terlalu toleran terhadap para pelanggar sanksi RMT. Namun, untuk WoW: Forever, Blizzard siap memblokir akun pelanggar secara permanen tanpa pandang bulu, termasuk menghapus akses ke seluruh data akun terkait.
Langkah tegas ini dinilai sangat krusial mengingat antusiasme komunitas terhadap World of Warcraft: Forever tergolong luar biasa masif sejak diumumkan pada ajang BlizzCon 2026. Tahap uji coba beta yang dibuka pekan lalu bahkan mencatatkan lonjakan trafik server dan antrean pemain paling masif yang pernah disaksikan para pengembang dalam kurun waktu 17 tahun terakhir. Kehadiran ribuan pemain veteran membuat integritas ekonomi gim harus dilindungi dari manipulasi pihak ketiga.

Proyek yang merekonstruksi era Vanilla 2004 dengan sentuhan visual dan teknologi modern ini dijadwalkan meluncur secara resmi pada 4 November 2026 mendatang untuk platform PC (Windows dan macOS).
Blizzard mengimbau seluruh pemain untuk menikmati permainan secara jujur dan tidak mempertaruhkan akun lama mereka demi keuntungan instan. Dengan pengawasan ekonomi yang jauh lebih ketat, WoW: Forever diharapkan dapat menyajikan lingkungan bermain yang adil bagi seluruh komunitas gamer.
