Sucker Punch Jelaskan Kenapa Atsu Jadi Karakter Utama Ghost of Yotei!

The Onryo.


Ketika Ghost of Yotei diumumkan untuk yang pertama kali, Sucker Punch mengejutkan banyak orang. Pasalnya, walaupun dibuat sebagai game sekuel dari Ghost of Tsushima, game ini malah mengambil rute yang jauh berbeda. Bahkan, bisa dibilang kalau game ini lebih pas jika disebut sebagai game baru yang tidak ada hubungannya dengan Ghost of Tsushima.

Bukannya melanjutkan cerita dari Jin Sakai, Sucker Punch lebih memilih untuk mengambil jalur yang sama dengan Assassin’s Creed. Satu game akan menjadi satu seri dari franchise yang panjang dan besar, itulah kenapa kedua game Ghost of ini berbeda antar satu sama lain. Adapun perubahan terbesar yang kita dapatkan adalah karakter baru yang kalian gunakan yakni Atsu.

BACA JUGA: Ghost of Yotei Punya Map Open World yang Lebih Luas Dibanding Tsushima!

Atsu adalah seorang samurai wanita yang memiliki cerita cukup mirip dengan Jin Sakai, dua samurai yang haus akan rasa balas dendam. Menjelaskan kenapa Sucker Punch memilih Atsu, Jason Connell, dan Nate Fox selaku co-creative directors dari gamenya punya alasan. Pemilihan peran utama wanita ini dilakukan bukan karena mereka yang ingin dibuat begitu saja.

“Saya dan Nate suka membuat cerita asal-usul karakter, terutama yang memungkinkan kami menempatkan karakter yang diremehkan. Latar dunia dari Ghost of Yotei ini berbahaya, dan menjadikan Atsu sebagai kandidat peran utama terlihat cukup sempurna. Dia adalah seseorang yang tidak disangka punya kekuatan besar, tapi dia justru menjalani perjalanan balas dendam yang mengejutkan banyak orang,” jelasnya kepada Variety.

Satu hal yang menarik di sini, Atsu sendiri pada akhir ceritanya akan mendapatkan julukan The Onryo, yang merupakan satu legenda rakyat Jepang. Satu legenda tentang hantu pembalas dendam yang tidak bisa dibunuh. Menarik melihat bagaimana franchise Ghost of ini akan terus berkembang, dan semoga saja game keduanya bisa melanjutkan hasil positif dari game pertama.

Bagikan artikel ini

Arshi

Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.