Spesifikasi PS5 Diumumkan, Ini 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui

Sony akhirnya mengungkap kekuatan hardware console generasi baru mereka. Benarkah PS5 akan lebih lemah daripada Xbox Series X?


Akhirnya, pengumuman yang ditunggu-tunggu oleh penggemar PlayStation tiba juga. Melalui presentasi yang dilakukan secara online, Mark Cerny yang merupakan desainer hardware di Sony telah mengungkap spesifikasi teknis yang dimiliki oleh console generasi baru mereka, PS5. Pengumuman ini sedikit terlambat bila dibandingkan dengan Microsoft yang sudah mengungkap Xbox Series X sekitar tiga bulan lalu.

Cukup disayangkan, dalam presentasi tersebut Mark Cerny tidak menunjukkan bentuk console PS5 secara fisik. Kita masih harus menunggu pengumuman berikutnya, namun paling tidak kita bisa membayangkan fungsi-fungsi apa yang bisa kita dapatkan di PS5 nanti. Berikut ini lima hal penting yang patut kamu ketahui tentang hardware PS5 tersebut.

1. Di Atas Kertas, Kalah dari Xbox Series X?

Pertanyaan pertama yang pasti ditanyakan oleh banyak gamer, apakah PS5 punya hardware lebih canggih dibanding pesaingnya, Xbox Series X? Sebetulnya keduanya sangat berdekatan. Dari segi CPU, baik PS5 maupun Xbox Series X sama-sama menggunakan processor berbasis AMD Zen 2 (8-Core). Begitu juga dengan GPU, dua console ini sama-sama menggunakan GPU berbasis AMD RDNA 2. Tapi ada perbedaan di antara keduanya.

CPU di PS5 memiliki clock speed sebesar 3,5 GHz, lebih rendah dibanding Xbox Series X yang berada di angka 3,8 GHz. Begitu pula dengan GPU, PS5 menggunakan RDNA 2 10,28 teraflops dengan 36 CU pada clock 2,23 GHz, sementara Xbox Series dilengkapi RDNA 2 12 teraflops dengan 52 CU berkecepatan 1,825 GHz. Secara singkat, di atas kertas Xbox Series X akan memiliki performa lebih tinggi dibandingkan PS5, khususnya di bagian GPU karena Xbox Series X memiliki hitungan CU (compute unit) yang lebih banyak.

Sumber: Sony

Akan tetapi praktik nyata tidak sesederhana hitungan angka di atas kertas. Ada sejumlah faktor lain yang bisa mempengaruhi performa selain sekadar clock speed atau jumlah CU, misalnya efisiensi sistem operasi serta bagaimana hardware itu sendiri dirancang. Perbandingan performa ini harus kita lihat secara langsung ketika game sudah dirilis nanti.

Mark Cerny pun memaparkan bahwa angka-angka ini tidak bisa jadi patokan, apalagi karena console tersebut menggunakan teknologi variable frequency di mana kecepatan CPU atau GPU bisa berubah sesuai kebutuhan.

2. Menggunakan SSD Super Cepat

Salah satu aspek yang paling panjang dijabarkan oleh Mark Cerny dalam presentasinya adalah bagaimana penggunaan SSD dapat memberi keuntungan dalam pengalaman bermain video game. Singkatnya, SSD membuat loading dalam game jadi jauh lebih cepat, bahkan memungkinkan game tidak memiliki layar loading sama sekali karena semua aset bisa di-load di tengah permainan.

PS5 menggunakan SSD custom internal dengan kapasitas 825 GB serta kecepatan baca hingga 5,5 GB/s raw, atau hingga 9 GB/s untuk compressed data. Kecepatan ini tergolong cukup dahsyat untuk ukuran SSD zaman sekarang, bahkan dari dua kali lipat kecepatan SSD yang digunakan oleh Xbox Series X.

Performa SSD di PS5 dipastikan tidak akan bottleneck | Sumber: Sony

Sony juga merancang PS5 sedemikian rupa agar tidak terjadi bottleneck antara kecepatan transfer data dari SSD dengan output akhir yang dihasilkan di layar. Selain memudahkan developer untuk menciptakan game dengan skala masif, pengoptimalan SSD ini tujuannya supaya pengalaman gaming tanpa loading jadi standar baru di PS5 nanti. Bila kamu butuh media penyimpanan lebih besar kamu juga bisa memasang SSD sendiri lewat slot NVMe.

3. Mendukung Resolusi Hingga 8K

Penggunaan graphic card generasi baru memungkinkan PS5 untuk menampilkan game dengan resolusi hingga 8K, tentunya bila TV yang kamu miliki juga mendukung. Kalau kamu lebih suka performa yang mulus, kamu bisa memilih tampilan layar 4K saja, yang akan mendukung TV dengan refresh rate hingga 120 Hz.

PS5 tidak hanya memberi terobosan visual, namun juga audio | Sumber: Sony

Kalau kita berbicara performa maksimal, 4K 120 Hz di dunia PC gaming sebetulnya bukanlah hal yang terlalu baru. Monitor yang digunakan untuk esports sering kali mendukung refresh rate hingga 144 Hz, bahkan kini sudah banyak monitor yang bisa menampilkan 240 Hz. Namun untuk console yang biasanya digunakan di TV besar dengan jarak pandang cukup jauh, 120 Hz bisa jadi sudah cukup memberikan pengalaman yang sangat nyaman.

4. Bisa Main Game PS4, Tapi Tidak Semua

Faktor penting lainnya yang ada di PS5 adalah backward compatibility, alias kemampuan untuk memainkan game dari generasi sebelumnya. Sony memastikan bahwa hardware PS5 mampu menjalankan game PS4 juga, beda dari PS3 yang dulu harus menggunakan chip terpisah untuk menjalankan game PS2. Ketika Sony melakukan pemangkasan ongkos produksi, chip di PS3 tersebut terpaksa harus dihilangkan. Tapi hal yang sama tidak akan terjadi di PS5. Sampai kapan pun PS5 akan selalu bisa menjalankan game PS4.

PS5 bisa menjalankan game PS4 juga | Sumber: Sony

Masalahnya, perbedaan kekuatan antara hardware PS4 dengan PS5 terlalu jauh, sehingga kadang-kadang game PS4 itu tidak bisa menanganinya. Sony harus mengecek satu-persatu game PS4 yang ada agar bisa menggunakan kekuatan hardware PS5 secara maksimal. Saat PS5 diluncurkan, mereka akan menyediakan backward compatibility untuk 100 game terlaris PS4, dengan dukungan untuk judul-judul lainnya menyusul.

5. Fitur-Fitur Baru untuk Developer

Di samping yang sudah dijelaskan di atas, PS5 masih memiliki sejumlah fitur baru sesuai dengan perkembangan teknologi gaming. Salah satunya adalah kemampuan ray tracing, seperti yang selama ini tersedia di graphic card NVIDIA RTX-Series. AMD juga memiliki fitur serupa yang akan diterapkan di PS5 dan Xbox Series X, juga di graphic card yang mereka rilis untuk PC nantinya.

Mark Cerny mempresentasikan Geometry Engine | Sumber: Sony

PS5 juga memiliki fitur-fitur baru lainny, salah satu contohnya disebut Geometry Engine. Fitur ini memungkinkan developer untuk menciptakan performa yang lebih efisien, menciptakan detail visual secara prosedural, dan sebagainya. Ada juga fitur audio baru yang disebut Tempest 3D AudioTech, di mana semua suara yang ada dalam game dapat memiliki efek 3D, bukan hanya suara-suara tertentu saja.

Bagi kita yang ada di posisi konsumen, fitur-fitur baru seperti ini mungkin tidak akan begitu terlihat. Akan tetapi fitur-fitur ini memungkinkan developer untuk menciptakan game dengan pengalaman yang lebih immersive, kualitas audio visual lebih indah, namun menjaga performa agar tetap tinggi.


Memperhatikan spesifikasi teknisnya, persaingan antara PS5 dan Xbox Series X tampaknya akan jadi sangat ketat dan tidak bisa kita “ketok palu” langsung di awal. Ada beberapa hal yang di atas kertas PS5 kalah, seperti jumlah CU yang dimiliki oleh GPU-nya. Namun ada juga yang PS5 justru unggul, misalnya kecepatan SSD yang dimiliki. Itu pun sebetulnya masih banyak faktor lain yang mempengaruhi, dan performa akhirnya harus kita lihat langsung dari game ketika sudah dirilis nanti.

Menurut saya pribadi, daripada spesifikasi hardware, yang lebih penting nantinya adalah harga, fitur, serta game apa yang akan tersedia di kedua console. Sayangnya saat ini Sony belum buka suara mengenai harga PS5. Apabila mereka bisa meluncurkan console baru ini dengan harga terjangkau seperti PS4 dulu, rasanya bisa dipastikan mereka akan mengulang kesuksesan yang sama, walaupun di atas kertas hardware PS5 terlihat lebih lemah dari Xbox Series X.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.