Kurang lebih sebulan lagi, Paper Mario: The Origami King akan rilis di Nintendo Switch. Dalam rangka memperkenalkan game ini lebih lanjut lagi, Nintendo kemarin merilis sebuah video berisi beberapa informasi seperti cerita, karakter, dan sistem combat atau pertarungan di game tersebut.
Sistem combat-nya sendiri adalah salah satu yang jadi sorotan karena mengambil bentuk yang berbeda dibanding game Paper Mario sebelumnya. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan cara kerja sistem combat di Paper Mario: The Origami King.
Tidak seperti game sebelumnya, sistem combat di Paper Mario: The Origami King lebih mendekati game puzzle. Saat memasuki combat, kamu akan dibawa ke sebuah arena berbentuk lingkaran yang memiliki lapisan/baris serta dibagi jadi 12 bagian. Sekilas, arena pertarungan tersebut mirip dengan papan dart.
Saat bertarung menghadapi musuh biasa, kamu yang mengendalikan Mario akan berdiri di tengah lingkaran. Sementara musuh akan berdiri tersebar di partisi-partisi lingkaran yang tersedia. Satu pertarungan terdiri dari dua fase, yaitu setup dan menyerang. Saat melakukan setup, kamu bisa menggeser tiap lapis lingkaran atau bagian lingkaran. Jika musuh berada di dalam lapisan atau bagian lingkaran yang kamu geser, musuh tersebut juga akan ikut tergeser.
Setelah setup selesai, waktumu habis, atau batas gerakanmu habis, barulah kamu bisa menyerang. Kamu punya beberapa cara menyerang yang masing-masing punya efek dan interaksi tersendiri.
Misalnya dengan melompati musuh ala Mario, kamu bisa menyerang musuh di satu garis lusu ke belakang. Jika menggunakan palu, kamu bisa menyerang musuh dalam petak 2×2 di depanmu, dan seterusnya.
Inti dari combat di Paper Mario: The Origami King adalah bagaimana kamu memanipulasi posisi tiap musuh. Tujuannya agar kamu bisa menyerang sebanyak mungkin musuh dengan satu gerakan saja. Artinya kamu lebih ditantang memecahkan puzzle ketimbang mengelola sumber daya seperti game RPG pada umumnya.

Ketika menghadapi bos, sistem combat-nya tetap menggunakan arena yang sama, tapi dengan objektif yang berbeda. Kali ini Mario berada di luar lingkaran sementara karakter bos yang harus kamu kalahkan berada di tengah.
Selain itu lingkaran arena juga akan diisi oleh icon arah yang akan menentukan arah Mario berlari. Tujuanmu adalah memanipulasi posisi icon tersebut agar saat mengikuti arahnya, Mario akan berakhir tepat di depan atau di belakang bos agar ia bisa menyerang. Kamu juga sepertinya akan mendapatkan bonus jika berhasil berhenti di posisi depan atau belakang bos.
Sepanjang sejarahnya, Paper Mario sering mendapatkan kritik di aspek combat-nya. Hadirnya sistem combat baru ini tentunya bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. Tapi apakah sistem tersebut benar-benar seru harus kita lihat nanti saat Paper Mario: The Origami King rilis tanggal 17 Juli 2020 nanti.
