Seiring dengan jadwal rilisnya yang dimajukan menjadi 15 Mei 2026, rasa penasaran publik terhadap sosok gadis kecil dalam Pragmata akhirnya mulai terjawab.
Gadis pirang yang selalu tampil bersama sang protagonis ini ternyata memiliki nama Diana. Namun, jangan tertipu oleh penampilannya yang mungil dan polos; Diana bukanlah manusia biasa, melainkan sebuah Android canggih yang terbuat dari material unik bernama Lunafilament.

Material ini memungkinkan Diana untuk mereplikasi berbagai objek dan data, menjadikannya kunci utama dalam bertahan hidup di permukaan Bulan yang gersang dan penuh ancaman robotik.
Peran Diana dalam game ini jauh melampaui sekadar karakter yang harus dilindungi. Capcom merancang hubungan antara sang astronot, yakni Hugh Williams dan Diana sebagai sebuah kerja sama tim yang dinamis.
Diana bertindak sebagai “otak” dalam pertempuran dengan kemampuan meretas sistem musuh, membuka jalan yang tertutup, hingga melumpuhkan pertahanan lawan agar Hugh bisa mendaratkan serangan mematikan.

Nama “Diana” sendiri merupakan pemberian dari Hugh, mencerminkan sisi kemanusiaan yang mulai tumbuh di antara keduanya di tengah dunia yang telah hancur dan dipenuhi mesin.
Menariknya, Capcom sempat mengungkapkan bahwa di awal pengembangan, pendamping Hugh direncanakan bukanlah seorang gadis kecil, melainkan seekor anjing yang bisa berbicara.
Namun, demi membangun ikatan emosional yang lebih kuat dan memicu insting perlindungan pemain, sosok Diana pun tercipta.

Meski ia adalah mesin, Diana didesain dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal kecil, membuatnya terasa sangat hidup namun tetap menyisakan kesan misterius khas robot.
Dengan segala kemampuan teknis dan latar belakangnya yang masih menyimpan banyak rahasia, Diana diprediksi akan menjadi salah satu karakter paling ikonik di semesta baru Capcom ini.
