PUBG telah memasuki Season 7, dan kini berbagai update konten baru telah diluncurkan. Salah satunya yang paling mencolok tentu adalah mode Cold Front Survival yang sekarang sudah bisa kamu mainkan. Di samping itu, peta Vikendi telah kembali, dan sejumlah area yang ada juga mengalami perombakan yang cukup drastis.
Sebetulnya, bukan hanya konten baru yang dihadirkan oleh para developer PUBG dalam update ini. Mereka juga melakukan berbagai perbaikan di balik layar, salah satunya yang kini telah dibeberkan adalah perbaikan sistem untuk menangani hacker dan cheater. Hal ini diumumkan oleh Taeseok Jang, Executive Producer PUBG PC, lewat situs resminya.

Menurut Taeseok Jang, pertarungan melawan program cheat merupakan sesuatu yang terus berjalan dan selalu dicari solusinya. Sepanjang tahun 2019, pihak PUBG telah melakukan pemblokiran sejumlah program cheat, namun rupanya para pembuat cheat itu semakin lama semakin bisa beradaptasi terhadap blokir.
Sejak saat itu, developer PUBG mulai merahasiakan cara-cara penanganan cheat yang mereka kembangkan. Akibatnya pihak PUBG jadi terkesan seolah-olah tidak melakukan apa-apa. Padahal sebetulnya mereka sedang melakukan sejumlah penanganan, hanya tidak diumumkan agar lebih efektif.

Kini, usaha anti-cheat digencarkan dengan langkah preventif. Maksudnya adalah mereka berusaha supaya cheat tidak bisa berjalan, bahkan sebelum si cheater menjalankan programnya. Ada dua langkah yang mereka terapkan.
Pertama adalah sistem autentikasi dua tahap. Untuk mencegah jual beli akun maupun terjadinya akun yang di-ban oleh Steam, kini PUBG memiliki metode autentikasi lewat SMS serta lewat password. Pemain yang ingin mengikuti ranked match harus mengaktifkan autentikasi dua tahap ini.
Kedua, developer PUBG juga memberikan sejumlah perbaikan kode agar tidak dapat dimanipulasi oleh program cheat. Beberapa fungsi seperti pembidikan senjata, kecepatan kendaraan, gerakan karakter, dan lain-lain, kini akan diperiksa lebih ketat oleh server untuk mencegah kecurangan.

PUBG juga akan menerapkan aturan yang lebih “kejam” dalam melakukan ban. Selama ini, ketika cheat terdeteksi, game ini akan mencatat informasi hardware milik si cheater. Akibatnya dia tidak akan bisa bermain lagi walaupun sudah membeli akun baru, karena informasi hardware miliknya telah masuk blacklist. Tapi hal ini bisa diakali dengan mengganti komponen hardware, atau dengan menggunakan Hardware ID palsu.
Sekarang PUBG menerapkan algoritma baru yang mendeteksi informasi di level user dan di level kernel, bukan hanya informasi hardware. Seandainya ada program cheat yang mencoba mengakali deteksi Hardware ID, algoritma baru ini bisa langsung mendeteksinya lalu melakukan blokir kembali.
Untuk menerapkan sistem keamanan baru itu, PUBG akan merilis revisi kebijakan penggunaan yang kini tengah disusun. Rencananya, revisi kebijakan ini akan diluncurkan pada bulan Juni 2020, sementara implementasi anti-cheat baru dilakukan di Juli 2020. Ini adalah jadwal untuk PUBG versi PC. Sementara untuk versi console, proses penangannya akan berbeda karena isu-isu yang harus ditangani pun berbeda pula.

Di samping peningkatan anti-cheat, developer juga terus melakukan perbaikan di sisi performa. Baik performa di dalam aplikasi maupun performa jaringan.
Semua perbaikan ini tentunya bertujuan untuk membuat pengalaman mainmu jadi lebih menyenangkan lagi. Selamat menikmati PUBG, dan jangan lupa tetap jaga kesehatan di rumah, ya!
