Federation Internationale de Football Association atau biasa disingkat FIFA mungkin sudah sangat melekat selama bertahun-tahun pada seri game sepak bola FIFA yang dikembangkan oleh Electronic Arts. Namun, belum lama ini beredar rumor bahwa Electronic Arts sudah tidak bermitra dengan FIFA, yang artinya developer game harus melepas nama FIFA untuk game sepak bola terbarunya di masa depan.
BACA JUGA: Suicide Squad: Kill the Justice League Resmi Ditunda Hingga Tahun 2023
Rumor ini pertama kali muncul dari jurnalis, Jeff Grubb di acara Giant Bomb show Grubbsnax, di mana ia mengatakan telah mendapatkan informasi dari narasumber yang telah mengkonfirmasi kepadanya bahwa franchise game sepak bola yang telah berjalan sudah sejak lama ini memang akan diganti namanya. Grubb, mengatakan bahwa game sepak bola terbarunya nanti akan menggunakan nama EA Sports Football Club atau versi singkatnya, yakni EA Sports FC.
Sudah menjadi sebuah rahasia umum, bahwa hubungan antara Electronic Arts dan FIFA memang tidak terlalu baik dalam beberapa bulan terakhir ini, di mana ada laporan pada akhir tahun lalu menunjukkan bahwa EA akan kehilangan lisensi FIFA karena kedua pihak tidak mendapatkan kesepakatan yang pas untuk biaya lisensinya. Bahkan, rumornya FIFA juga berencana membuat game sepak bola mereka sendiri secara independen.
Sebagai salah satu game terlaris dalam sejarah perusahaan, tentu saja Electronic Arts tidak akan “pensiun” dalam pengembangan game sepak bola mereka. Sebagai informasi, sejak pertama kali dirilis pada tahun 1993, game sepak bola FIFA telah diterbitkan di bawah bendera EA Sports. Sejak saat itu, baik EA maupun FIFA telah mendapatkan keuntungan yang besar, karena game tersebut secara konsisten bisa mencapai peringkat teratas dalam daftar game terlaris tahunan. Sementara itu, untuk mempertahankan nama FIFA, tersebut Electronic Arts harus secara rutin membayar biaya lisensi setiap 4 tahun.
Menurut laporan The New York Times, biaya lisensi ini telah digandakan oleh FIFA dari 500 juta dolar (sekitar Rp 7.17 triliun) menjadi 1 miliar dolar (sekitar Rp 14,2 triliun). Nilai ini lah yang memicu perselisihan diantara keduanya dan berakhir dengan putusnya hubungan. Electronic Arts mungkin bisa membuktikan diri apakah game sepak bola FIFA yang ikonis ini memang bisa sukses karena buatan EA atau memang karena menyandang nama besar FIFA, saat game terbarunya nanti diluncurkan. Bagaimana menurutmu?
